Senin May 21 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (69)

(Rom. 8:31)  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
- Ayat ini mengulang apa yang dikatakan oleh pemazmur dalam Mzm. 118:6 “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Dan ini tidak kebetulan karena Mzm. 118 adalah pasal yang paling tengah di dalam Alkitab kita dan mazmur inilah yang dinyanyikan oleh Yesus bersama murid-murid ketika mereka berjalan dari loteng tempat mereka makan Paskah terakhir ke taman Getsemane (Mat. 26:30). Saat itu Yesus sedang menghadapi maut tetapi Ia percaya bahwa selama Allah ada di pihaknya, Ia tidak akan dapat dikalahkan, dan itu yang kita lihat dalam kehidupanNya. Salib boleh mengambil nyawaNya tetapi Ia tetap keluar sebagai pemenang. Bagaimana dengan saudara dan saya? Adakah saat ini kita merasa gentar menghadapi masalah dan kesulitan? Percayalah bahwa Allah ada di pihak kita dan masalah tidak ada yang dapat mengalahkan kita!!

(Rom. 8:32)  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
- Dalam ayat ini Paulus mengajak kita berpikir secara logis. Untuk menyatakan kasihNya yang begitu besar bagi manusia, Allah telah memberikan pemberian yang terbaik yang bisa Ia berikan, yaitu Anak-Nya yang Tunggal. Coba renungkan, bila Anak yang Tunggal saja Allah berikan kepada kita, mungkinkah berkat-berkat, pertolongan, pembelaan, kesembuhan dll tidak Ia berikan (Ia tahan) bagi kita? Tentu hal ini sangat tidak mungkin! Sebab itu hai umat Allah, percayalah dan tetaplah tenang. Terkadang kita begitu takut, kuatir dan bimbang akan masa depan kita seolah-olah kita sudah tidak punya pengharapan lagi. Mari kita sadari bahwa Allah ada di pihak kita. Ia yang sudah menyerahkan AnakNya yang tunggal bagi kita pasti akan menyelamatkan kita!
(Rom 8:33)  Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
- Kata “menggugat” dalam bahasa Gerika dipakai kata “egkaleo” yang artinya “mendakwa, menuduh” seperti seorang jaksa di pengadilan yang mengajukan tuduhan kepada hakim. Hal ini mengingatkan kita kepada Iblis yang kerjaannya siang malam mendakwa orang-orang pilihan Allah (Why. 12:10). Kita juga ingat bagaimana Iblis juga pernah mendakwa Ayub di hadapan Allah (baca Ayub ps 1 & 2). Saudara-saudara, anda tidak perlu takut, kita memang masih banyak kekurangan dan kelemahan tetapi kita sudah dibenarkan oleh Allah. Iblis menuduh kita, ia mau menjatuhkan kita, tetapi Allah membela kita, dan Allah jauh lebih besar dan lebih berkuasa dari Iblis!

(Rom 8:34)  Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
- Ayat ini erat hubungannya dengan pertanyaan di ayat sebelumnya, “Siapakah yang akan menghukum mereka?” Berbicara tentang menghukum itu adalah hak seorang hakim, dan satu-satunya hakim yang berhak untuk menjatuhkan hukuman ialah Yesus sendiri, Hakim yang adil. Tetapi apa yang kita dengar dari mulut Hakim ini? “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Itukah perkataan Yesus bagi wanita yang ketangkap basah sedang berbuat zinah (Yoh. 8:1-11). Sebenarnya yang berhak melempar batu yang pertama ialah Yesus, karena Dia satu-satunya yang tidak pernah berbuat dosa. Namun apa yang Ia perbuat? Ia justru membela wanita itu! Demikian juga dengan kita. Seharusnya Yesuslah yang berhak menghukum kita tetapi apa yang Ia lakukan? Ia mati dan bangkit bagi kita dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk menjadi Pembela kita. Haleluya!!! (SK)


"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com