Jumat Juli 20 , 2018

Pesan-Pesan Kebangkitan

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 1 April 2018

Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 1Kor. 15:6

Ayat ini menunjukkan bahwa secara hukum kebangkitan Yesus adalah fakta yang tidak dapat disangkal, karena ada lebih dari cukup saksi yang melihat bahwa Yesus itu hidup, Dia bangkit dari antara kematian. Sebab itu jangan pernah ragu bahwa Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang hidup sampai selama-lamanya. Dan kebangkitanNya membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, Anak Allah yang berkuasa.
Setelah Ia bangkit, Ia menyampaikan beberapa pesan kepada murid-muridNya. Nah, mari kita lihat tiga pesan kebangkitan dari Yesus.
1. Jangan Menangis
Yoh. 20:15 “Ibu, mengapa engkau menangis?”
Ini adalah pesan yang pertama sekaligus perkataan yang pertama yang diucapkan Yesus sesudah bangkit dari kematian. Mengapa “Ibu”? Karena wanita itu banyak mengalami penderitaan. Perkataan ini ditujukan kepada seorang wanita, supaya wanita tidak menangis lagi. Mari pandang kepada Yesus yang hidup sebab Dia yang mempedulikan kita. (IPet. 5:7) “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”. Dalam Terj. Lama dituliskan “Sebab Dialah yang mempedulikan kamu”. Orang lain bisa tidak peduli dengan kehidupan kita, tetapi Yesus selalu peduli terhadap apa yang menjadi tangisan dan kesedihan kita.
2. Terimalah Roh Kudus!
Yoh. 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus”.
Pemberian pertama setelah Yesus bangkit adalah Roh Kudus. Hal ini belum pernah diucapkan sebelum Yesus mati di atas kayu salib dan bangkit, sebab ini adalah masalah otoritas. Dalam Kisah Para Rasul dikatakan bahwa setelah Ia ditinggikan maka sekarang Ia menerima otoritas atas Roh Kudus dan itulah yang diberikan kepada murid-muridNya.
Bapa memberikan yang terbaik bagi kita yaitu PutraNya, dan Sang Putra memberikan yang terbaik bagi kita yaitu Roh Kudus. Tuhan tahu bahwa kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Sama seperti Yesus, dalam keberadaanNya sebagai Manusia sepenuhnya bergantung kepada Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kuduslah yang menguasai hidupNya. Jadi, Yesus juga berkata kepada kita “terimalah Roh Kudus”.
Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan, kita diangkat menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12) dan sebagai anak Allah maka Allah mengirimkan Roh AnakNya ke dalam hati kita sehingga kita dapat berseru ”Ya Abba, ya Bapa” (Gal. 4:6). Tetapi Tuhan juga mau kita bukan hanya “punya” Roh Kudus, melainkan “penuh” dengan Roh Kudus. Dan bagi kita yang sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus, kita juga harus berjalan bersama dengan Roh Kudus. Sebab Roh Kudus adalah Pribadi yang dipanggil untuk menyertai kita (parakletos kita).
Di dalam Ams 3:6 dikatakan “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Kata “akui” (bahasa Inggris: acknowledge), artinya “ikutsertakan” Dia. Mari kita mengikutsertakan Roh Kudus dalam segala apa yang kita lakukan maka niscaya Ia akan meluruskan langkah kita!
3. Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!
Yoh. 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Perjalanan orang percaya yaitu dengan iman, dan bukan dengan penglihatan (IIKor.5:7). Roma berkata bahwa perjalanan kita di mulai dari Iman dan terus melangkah di dalam Iman (Roma 1:17).
Dalam bahasa Inggris kata “percaya” ada dua macam, yakni kata “believe” dan “trust”. Kata “believe” adalah percaya yang pasif, yaitu percaya kepada fakta, apakah itu fakta jasmani maupun fakta rohani. Sedangkan “trust” adalah percaya yang aktif, artinya mempercayai, iman yang disertai tindakan, iman yang bertindak. Bukan seperti Marta di Yohanes pasal 11. Ia berkata bahwa ia percaya kalau Yesus dapat membangkitkan orang mati, tetapi ketika Yesus memerintahkan supaya batu kubur itu digulingkan, Marta melarang. Tuhan Yesus mau kita “trust Him” (mempercayai Dia). Bila kita “trust Him” maka kita akan melihat kemuliaan Allah dinyatakan dalam kehidupan kita (Yoh. 11:40). Apapun masalah yang kita hadapi tetaplah percaya sebab Dia sanggup menolong kita.

Sbab Dia hidup, jangan sedih lagi, percayalah bahwa Dia lewat kehadiran Roh-Nya tidak pernah meninggalkan kita sampai selama-lamanya. Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati! (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com