Senin May 21 , 2018

Iblis Telah Kalah

Pdm. Daniel Rudianto
Sabtu, 31 Maret 2018

acaan: Kolose 2:13-15
Dengan menyalibkan surat itu pada kayu salib, Allah menghapuskan semua dakwaan terhadap kita. Pada salib itu Kristus membuat segala roh-roh yang memerintah dan berkuasa menjadi tidak berdaya lagi. Mereka dijadikan tontonan umum pada waktu Kristus menggiring mereka sebagai tawanan dalam pawai kemenangan-Nya. – Kol. 2:15 (BIS)
Ia mengambil daftar dosa itu dan memusnahkannya dengan memakukannya pada salib Kristus. Dengan demikian kuasa Iblis untuk mendakwa Saudara atas dosa telah ditiadakan, dan secara terbuka Allah memperlihatkan kepada seluruh dunia kemenangan Kristus di salib, di mana semua dosa Saudara dihapuskan. – Kol 2:15 (FAYH).

2000 tahun yang lalu iblis sudah kalah dan kita sudah menang. Kita harus mengerti dan percaya hal ini. Iblis tidak punya kuasa dan tidak bisa berbuat apa-apa dalam kehidupan orang percaya. Melucuti artinya Iblis sama sekali tidak mempunyai otoritas, kemampuan apapun sampai saat ini.
Apa yang dimaksud dengan Yesus mempertontonkan dalam pawai kemenangan. Pada jaman itu di Roma, pemimpin musuh yang telah kalah akan dilucuti dan diarak keliling seluruh kota untuk menghapuskan ketakutan rakyat yang telah diintimidasi musuh, membuktikan bahwa musuh sudah kalah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi iblis sudah kalah, kita sudah merdeka, tidak perlu takut lagi terhadap iblis (1Kor. 15:54b – 57).
Iblis sudah dikalahkan, berarti Yesus juga sudah mengalahkan kuasa maut. Kutuk apa saja yang dikalahkan/ditiadakan oleh Yesus di kayu salib (Yes. 53:2-5):
- Kemiskinan dan kelemahan (ay. 2)
- Penyakit dan penderitaan (ay. 3-4)
- Dosa dan kejahatan (ay. 5)
Seandainya kita tidak percaya, kebenaran ini tetap benar, hanya tidak terjadi dalam hidup kita. Sebagian besar kita tidak percaya dan tetap memikul beban-beban ini. Iblis sama sekali tidak memiliki kuasa, hanya punya tipu muslihat. Orang takut dengan setan padahal yang paling berbahaya adalah tipu muslihatnya (Efe. 6:11). Jangan takut dengan iblis, tetapi waspadalah tipu muslihatnya.
Iblis menyesatkan pikiran kita melalui pengajaran yang salah tentang firman Tuhan (2Kor. 11:3-4). Oleh sebab itu kita harus memiliki roh yang peka terhadap kebenaran supaya roh akan bereaksi terhadap pengajaran yang kurang tepat dan mengaminkan pengajaran yang benar.
Dalam Rom. 10:10 dikatakan, satu-satunya cara iblis menipu pikiran kita dengan memakai iman kita melawan diri kita sendiri. Iblis kecolongan saat kita bertobat dan percaya kepada Tuhan, karena saat kita percaya dalam hati lalu mulut kita mengaku Yesus adalah Tuhan, seketika itu kita berpindah dari neraka ke surga. Iblis juga berusaha menggunakan kuasa yang ada dalam diri orang percaya yaitu iman kita untuk melawan diri kita sendiri. Apa yang kita percayai dan sering keluar dari mulut pasti akan terjadi. Maka yang harus kita lakukan adalah pembaharuan pikiran dengan kebenaran firman Tuhan (Rom. 12:2) karena hal yang sering kita dengar dan rasakan setiap hari belum tentu benar. Jadi kita harus memperbarui pikiran kita setiap hari dengan kebenaran firman.
3 hal yang penting dan harus tertanam dalam diri kita
1. Kita dibenarkan karena iman, bukan perbuatan (Rom. 3:23-24)
Tidak ada seorangpun mampu melakukan yang benar. Dosa masih berkuasa karena kita tidak percaya dosa sudah dihapuskan. Pikiran kita disesatkan oleh iblis dengan tuduhan (sudah melakukan perbuatan jahat, maka tidak akan selamat). Selama iblis menggunakan dosa untuk menuduh kita, kita tidak akan bisa lepas dari dosa karena kita tidak percaya Tuhan sudah menghapuskan dosa. Bukan karena dosa berkuasa tetapi karena iman kita yang mengatakan “saya belum diampuni” sehingga dosa kembali berkuasa dalam hidup kita. Jika kita terus fokus kepada dosa, kita akan lupa dengan penebusan dosa, kasih karunia. Tetapi jika kita fokus kepada kasih karunia, kita tidak akan melakukan dosa. Jangan sampai iblis mengintimidasi lagi, kita sudah dibebaskan dari dosa.
2. Kita sudah sembuh (1Pet. 2:24b)
Sakit kita sudah ditanggungnya. Seharusnya saat ini kita sudah tidak kenal sakit karena memang sudah dikalahkan dan dihapuskan. Satu-satunya yang bisa membuat kita sakit, karena kita percaya kita sakit. Iman kita melawan diri kita sendiri, kita mempercayai kalau kita sakit, maka kita sakit. Kapan kita sembuh? Jika pikiran  dan hati percaya kita telah sembuh karena sakit sudah ditanggung Yesus di salib. Jangan percaya sakit, itu tipu muslihat iblis. Iblis tidak punya kuasa untuk membuat kita sakit tetapi iman kita yang bisa membuat kita sakit.
3. Kita kaya raya (2Kor. 8:9)
Kita sering mendengar bahwa menjadi orang percaya harus hidup menderita tetapi tetap percaya, itu bukan kebenaran Firman. Yang Firman katakan, Yesus dijadikan miskin supaya kita menjadi kaya. Kita sudah kaya tetapi kita tidak mau percaya. Penyebab kita kekurangan karena kita tidak percaya kita kaya, sehingga kita tidak suka memberi atau berbagi dan kita setiap hari menghidupi kehidupan kemiskinan. Firman Tuhan berkata, “Allahku akan memenuhi segala kebutuhanmu di dalam Kristus Yesus menurut kekayaan surga, tetapi kita tidak mau percaya. Kita percaya kita kekurangan dan kata yang keluar setiap hari hanya sakit, kekurangan dan persungutan. Iblis tidak berkuasa tetapi pikiran kita ditipu iblis sehingga kita percaya kita miskin, dan itulah yang terjadi.

Perjanjian Baru meterainya adalah darah Yesus. Pada jaman dahulu, 2 orang yang berjanji yang disahkan dengan darah (disebut perjanjian darah) akan bertukar jubah yang artinya kuasaku adalah kuasamu, milikku adalah milikmu. Kemudian mereka akan bertukar senjata yang melambangkan musuhku adalah musuhmu. Perjanjian darah ini sangat kuat dan tidak bisa dibatalkan. Demikian dengan hidup kita saat ini, kita sudah diikat dengan perjanjian darah. Semua milik Tuhan adalah milik kita, musuh kita menjadi musuh Tuhan. Itulah jati diri kita sebenarnya. Tetapi iblis membisikkan kata-kata kepada kita bahwa kita lemah, tidak berguna, tidak punya apa-apa, tidak layak, berdosa dan terjadilah hidup kita saat ini. Mengapa kita menderita? Karena iman kita percaya kita sakit, menderita dan kekurangan. Saat ini percaya saja semua firman Tuhan. Iblis sudah kalah dan kita sudah menang, Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com