Senin May 21 , 2018

SalibNya Kemuliaanku

Pdt. Simon Kostoro
Jumat, 30 Maret 2018

Bacaan: 1Kor. 1:18; 1Kor. 2:1-2

Peristiwa salib bagi dunia memang tidak memiliki arti apa-apa, tetapi bagi kita orang percaya salib adalah segala-galanya. Oleh salib dosa-dosa kita diampuni. Oleh salib kita diangkat menjadi anak-Nya dan menikmati hidup yang diberkati. Dan oleh salib kita akan bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan kekal. Karena itu Paulus telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa selain Yesus Kristus yang disalibkan. Salib Kristus menjadi “monumen” yang mulia yang akan tetap diingat di kekekalan sampai selama-lamanya.
Ada tiga alasan utama mengapa salib itu begitu mulia bagi kita:
1. Salib Memulihkan Persekutuan (Fellowship)
Dosa telah memutuskan hubungan antara Allah dengan manusia, bahkan manusia telah menjadi seteru (musuh) Allah. Namun oleh karya salib Kristus, manusia dan Allah diperdamaikan kembali dan perseteruan itu diakhiri (the war is over). Hubungan itu dipulihkan dan kita sekarang hidup dalam damai sejahtera dengan Allah (Rom. 5:1). Inilah yang menjadi inti dari Kekristenan, yaitu pemulihan hubungan dengan Allah, bukan seperangkat peraturan yang kita kenal dengan agama. Yesus datang ke dunia bukan untuk mendirikan agama Kristen, tapi untuk memulihkan hubungan antara manusia dengan Allah.
Salib Kristus bukan hanya memulihkan hubungan kita dengan Allah, tapi juga memulihkan hubungan kita dengan sesama. Dalam Efe. 2:14 dikatakan bahwa salib itu merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan. Di dalam Tuhan kita semua adalah saudara seiman. Ada peristiwa menarik seputar salib, di Luk. 23:12 dicatat di mana oleh kematian Yesus maka Pilatus dan Herodes dapat berdamai kembali, padahal tadinya mereka saling membenci dan saling bermusuhan. Jadi biarlah lewat peristiwa salib ini kita anak-anak Tuhan mau sadar, bahwasanya orang-orang yang tidak mengenal Tuhan saja bisa “berdamai” karena salib, masakan kita anak-anak Tuhan tidak mau berdamai dengan sesama kita?

2. Salib Membebaskan! (Freedom)
Salah satu sifat dosa adalah mengikat dan memperhamba. Karena itu Yesus berkata bahwa setiap orang yang berbuat dosa akan menjadi hamba dosa (Yoh. 8:34). Kalau tidak segera dibereskan, maka dosa itu, apapun bentuknya, akan menjadi sebuah ikatan. Orang yang berkubang di dalam dosa akan sampai pada satu titik, di mana ia ingin lepas dari dosa itu tapi tidak bisa (Rom. 7:21). Oleh sebab itu jangan bermain-main dengan dosa! Apabila kita jatuh ke dalam dosa, kita harus cepat-cepat meminta ampun dan kelepasan dari Tuhan.
Syukur kepada Tuhan, sebab salah satu karya salib adalah membebaskan! Hanya Yesus yang dapat memerdekakan kita dari perbudakan dosa (Yoh. 8:36). Oleh Kristus kita akan hidup dan berkuasa (Rom. 5:17). Kata “berkuasa” di sini artinya adalah memerintah seperti raja (reign in life). Kalau tadinya kita diperbudak oleh dosa, sehingga tidak memiliki kuasa atas diri kita sendiri. Oleh Kristus kita sekarang menjadi bebas dan dapat memerintah hidup kita sendiri. Kita bebas untuk melayani Tuhan lagi.
Dan yang menjadi kunci agar kita bebas dari pergumulan dosa adalah percaya! Kita percaya bahwa oleh salib kita sudah dibebaskan dari dosa dan tidak diperhamba lagi olehnya! Kita percaya bahwa kita berkuasa atas hidup kita ini! Kita tentu ingat 2000 tahun yang lalu, ada satu orang yang dibebaskan karena peristiwa salib, yaitu Barabas. Barabaslah yang harusnya disalib, tapi Yesus menggantikan tempatnya sehingga ia bebas. Kita pun bebas karena Yesus telah menggantikan tempat kita di atas kayu salib.

3. Salib Membuka Jalan Ke Firdaus (Firdaus)
Karya salib telah membuka jalan ke Firdaus, seperti yang dialami oleh penjahat di sebelah Yesus yang percaya kepada-Nya (Luk. 23:43). Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka harus meninggalkan Firdaus. Pintu menuju ke Firdaus itu dijaga dengan beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan (Kej. 3:24). Pohon kehidupan itu tidak boleh dimakan oleh manusia sebelum manusia ditebus oleh Yesus, sebab tanpa penebusan manusia akan hidup selamanya di dalam dosa.
Dosa telah menutup jalan kepada Firdaus, namun salib membuka jalan itu kembali, karena pedang yang bernyala-nyala itu telah menyambar tubuh Yesus di salib. Kini jalan ke Firdaus telah terbuka dan orang yang percaya kepada Yesus dapat masuk ke dalamnya dan menikmati “pohon kehidupan”. Yang dimaksud dengan “pohon kehidupan” adalah hikmat ilahi (Ams. 3:13-18) dan harapan yang terpenuhi (Ams. 13:12). Di dalam Kristus ada jaminan bahwa pengharapan kita tidak sia-sia (Rom. 5:5). Dan jaminannya adalah Roh Kudus yang telah dikaruniakan ke dalam hati kita.
Roh Kudus menghadirkan Firdaus dalam hidup kita. Dengan kata lain, kita dapat menikmati Firdaus melalui Roh Kudus yang ada dalam hati kita, meskipun kenyataannya kita masih berada di dalam dunia ini. Di Rom. 14:17 berkata bahwa Kerajaan Allah (Firdaus) bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kebenaran kita terima lewat salib; kita pun diperdamaikan kembali, sehingga oleh Roh Kudus kita sekarang menikmati sukacita yang melimpah.

Puji Tuhan! Salib yang mulia itu mengerjakan 3-F dalam kehidupan kita, yaitu Fellowship, Freedom dan Firdaus. Salib Kristus memulihkan persekutuan kita dengan Allah dan sesama, membebaskan kita dari perhambaan dosa, dan membuka jalan ke Firdaus. Maukah Anda mengalaminya saat ini? (XY)    

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com