Selasa Agustus 21 , 2018

Janji Tuhan

Pdt. Oral Robert Wenas - Manado
Minggu, 25 Maret 2018

Bacaan: Kejadian 12:1-6

Perikop di atas menceritakan tentang bagaimana Abraham dipanggil oleh Tuhan. Kalau kita melihat dalam pasal sebelumnya kita akan mengetahui bahwa Terah, ayah Abraham, sebenarnya sudah memiliki niat untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Namun ia memilih untuk berhenti di Haran. Mengapa? Karena anaknya, Haran, mati di tengah perjalanan, jadi ketika mereka sampai di kota Haran, kota yang memiliki nama yang sama dengan anaknya, hati Terah diliputi dengan kebimbangan. Terjadi konflik batin dalam dirinya. Dan akhirnya ia memilih untuk menetap di sana sampai akhir hidupnya.
Namun Tuhan tidak membiarkan apa yang sudah dirancangkan-Nya bagi keluarga Terah berhenti sampai di sana. Karena itulah Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari Ur Kasdim. Bahkan Tuhan juga membaharui janji-Nya dengan Abraham. Jadi keluarnya Abraham dari Ur Kasdim tersebut disertai dengan tujuh janji, yaitu:
1. Tuhan akan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar
2. Tuhan akan memberkati Abraham
3. Tuhan akan membuat nama Abraham masyhur
4. Tuhan akan membuat Abraham menjadi berkat
5. Tuhan akan memberkati orang-orang yang memberkati Abraham
6. Tuhan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk Abraham
7. Oleh Abraham semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat
Kita melihat bahwa ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan tidak secara spesifik menyebut sebuah tempat atau tujuan. Namun Abraham melangkah dengan kepastian. Itu dikarenakan Tuhan sudah menaruh kepastian dan ketetapan dalam hati Abraham, sehingga ia tahu harus mengambil jalan yang mana. Abraham melangkah dengan percaya. Inilah yang merupakan awal mengapa Abraham akhirnya disebut sebagai bapa orang beriman. Ia percaya dan memegang janji Tuhan itu meskipun dalam kehidupannya ia harus menghadapi berbagai masalah dan pergumulan.
Ketujuh janji Tuhan kepada Abraham menandakan bahwa janji Tuhan itu adalah janji yang sempurna, ajaib dan luar biasa. Maksudnya adalah ketika Tuhan mengeluarkan janji-Nya, janji itu memiliki satu kualitas, yaitu tidak dapat dihentikan. Jadi tidak ada satu orang pun di muka bumi ini dan tidak ada satu makhluk pun di bawah kolong langit ini, termasuk setan sekalipun, yang dapat menggagalkan janji Tuhan tersebut. Semua janji-Nya pasti digenapi dan terlaksana. Oleh karena itu, untuk menggenapkan ketujuh janji-Nya kepada Abraham tersebut, Tuhan mengerjakan berbagai keajaiban dalam kehidupan Abraham dan keluarganya semenjak ia keluar dari Ur Kasdim.
Dimulai ketika Abraham sampai di Mesir dan kabar tentang kecantikan Sarah sampai di telinga Firaun (Kej. 12:10-20). Firaun akhirnya berniat untuk memperistri Sarah. Sarah sudah sempat dibawa ke istana Firaun, namun Tuhan menghalangi niat Firaun itu dengan menimpakan tulah yang hebat dalam istana itu. Kejadian yang serupa kembali terjadi ketika Abraham berada di Tanah Gerar (Kej. 20:1-18). Abimelekh, Raja Gerar, juga ingin memperistri Sarah. Namun sekali lagi Tuhan menyatakan pembelaan-Nya dan menjaga kekudusan Sarah dengan cara yang ajaib.
Kemudian kita juga tentu tahu kisah mengenai bagaimana Tuhan membuat Abraham memiliki keturunan pada masa tuanya. Waktu itu ia sudah berumur 100 tahun dan Sarah 90 tahun ketika Ishak lahir. Memang sempat ada tindakan yang dilakukan oleh Sarah atas keputusannya sendiri karena didesak oleh kekuatirannya. Akhirnya lahirlah Ismael, sehingga janji Tuhan atas Abraham tertunda selama 13 tahun. Tindakan kedagingan menyebabkan janji Tuhan itu tertunda, namun ingat, janji itu tidak dapat dihentikan oleh apapun juga.
Janji Tuhan terus berlanjut dalam kehidupan Ishak. Ketika Ishak berada di Gerar, negeri itu sedang mengalami kekeringan yang dahsyat (Kej. 26). Namun Tuhan memberkati apa yang diusahakan oleh Ishak, sehingga ia mendapat hasil seratus kali lipat. Ia begitu diberkati Tuhan sehingga menjadi makin kaya dan sangat kaya. Tuhan juga meneruskan janji-Nya kepada Yakub dan kedua belas anaknya, yang akhirnya menjadi suatu bangsa yang besar, yaitu bangsa Israel. Tuhan lalu membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dengan perbuatan tangan-Nya yang begitu ajaib. Semua itu dilakukan Tuhan untuk menggenapi janji-Nya kepada Abraham.
Paulus berkata kita juga adalah orang-orang yang turut mewarisi janji Abraham tersebut (Rm. 4:23-24). Kita memiliki janji yang sempurna ini karena kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Namun ingat, jangan menerima Yesus hanya sebagai Juruselamat yang menyelamatkan kita dari dosa. Mengapa? Kalau pengenalan kita hanya sebatas itu, kita akan terjebak untuk terus berkubang dalam dosa, karena kita berpikir toh Tuhan nantinya tetap akan mengampuni kita.
Tapi jadikanlah Dia juga sebagai Tuhan dalam kehidupan kita. Menjadikan-Nya sebagai Tuhan berarti kita mau tunduk kepada kedaulatan Tuhan, Raja di atas segala raja.
Tuhan ingin Dia menjadi satu-satunya Raja dalam kehidupan kita, apapun keadaan yang kita alami. Karena itu jangan ada allah lain dalam kehidupan kita, misalnya dengan meminta pertolongan pada berhala, termasuk dengan berharap kepada pertolongan manusia. Kita memiliki Tuhan yang berdaulat, biarkan Dia yang mengatur segalanya di dalam kedaulatan-Nya. Jika kita percaya dan berserah kepada-Nya, maka kita tidak akan merasa kecewa, apalagi sampai meninggalkan Tuhan, kalau doa dan pergumulan kita belum dijawab oleh Tuhan. Segala situasi, masalah dan penderitaan seberat apapun tidak akan menghentikan janji Tuhan itu digenapi secara sempurna dalam hidup kita.
Saudara mau menikmati janji Tuhan yang sempurna? Percayalah janji itu adalah bagi Saudara! Jangan memisahkan diri dari kasih karunia-Nya dan tetaplah tunduk di bawah kedaulatan-Nya. Tuhan sedang mengerjakan janji-Nya dalam hidup Saudara saat ini, dan Ia akan terus menggenapinya sampai kedatangan-Nya yang kedua dan masuk dalam kekekalan yang mulia… Tuhan Yesus memberkati! (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com