Jumat Juni 22 , 2018

Gereja Tuhan Yang Berkemenangan

Pdt. Oral Robert Wenas - Manado
Sabtu, 24 Maret 2018

Ayat Pokok: 1Samuel 17:12-16

Salah satu kisah dalam Alkitab yang banyak disukai adalah kisah peperangan antara bangsa Israel  melawan bangsa Filistin. Dan bagian yang paling di ingat dari cerita ini adalah kisah Daud melawan Goliat.
Dalam 1Sam. 17:1-7, Bangsa Israel dan Bangsa Filistin, masing-masing  mengumpulkan pasukannya dan berkumpul di suatu tempat. Masing-masing berada di bukit yang saling berhadapan, dan di antara bukit tersebut terdapat lembah. Ketika tiba waktunya untuk berperang, sangkakala akan dibunyikan dan kedua bangsa itu akan turun dari bukitnya masing-masing ke dalam lembah untuk mengadakan peperangan.
Sebelum sangkakala ditiup, maka tampillah Goliat, seorang pahlawan yang gagah perkasa dari pasukan Filistin. Goliat berteriak dan  menantang siapa saja dari tentara Israel untuk bertarung satu lawan satu. Jika Goliat yang menang maka orang Israel akan jadi budak orang Filistin,  tetapi sebaliknya jika prajurit dari bangsa Israel yang menang, maka bangsa Filistin yang akan jadi budak bangsa Israel.
Tentara dari bangsa Israel menjadi lemah dan takut terhadap tantangan Goliat. Selama 40 hari kedua bangsa itu saling berhadapan di Lembah Tarbantin untuk persiapan perang. Selama hari-hari itu Goliat selalu tampil dua kali dalam sehari (pagi dan petang) untuk  menentang orang Israel. Goliat selalu berteriak menentang dan mengintimidasi sehingga membuat bangsa Israel menjadi sangat ketakutan. Mereka takut melawan Goliat yang badannya besar dan perlengkapan perangnya yang sangat menakutkan. Tentara Israel terus menjadi lemah, ketakutan, dan kuatir dengan Goliat dan apa yang diucapkannya.
Pada hari-hari itu, Isai ayah dari Daud, menyuruh Daud membawa makanan kepada kakak-kakaknya yang menjadi tentara Israel. Ketika Daud telah sampai dan mendengar apa yang di katakan oleh Goliat kepada Orang Israel, hati Daud menjadi berkobar-kobar, dan ia datang kepada Saul supaya diijinkan melawan Goliat.  Kemudian pergilah Daud ke medan perang dan hanya dengan menggunakan batu, dia dapat mengalahkan Goliat dan memancung kepalanya. Dan saat itu semangat Bangsa Israel bangkit kembali. Mereka mengalahkan bangsa Filistin dan memenangkan peperangan itu.
Apa yang dapat di pelajari dari kisah ini?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah menjadi sama dengan Orang Israel, telah terpahat dengan kata-kata intimidasi, masalah, persoalan, sakit penyakit. Ada situasi yang sulit di hadapan kita. Kita sedang berada dalam suatu keadaan yang menunjukan suatu kekalahan yang besar dalam hidup kita. Seperti telur di ujung tanduk, kita mendengar suara-suara atau keadaan yang rasanya tidak bisa diubah lagi, dan itu telah membuat iman kita menjadi lemah dan tidak berdaya.
Suara apa yang kita dengar?
Sebagai orang percaya, perhatikan suara apa yang sering bergema dalam hati dan pikiran kita. Ada suara yang mengintimidasi dan membuat keadaan menjadi sulit, dan yang  berkata bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa, itu adalah suara dari musuh kita yaitu iblis. Mungkin sudah terlalu lama kita berdoa tetapi tidak mendapatkan jawaban sehingga iman kita menjadi lemah dan tidak berdaya.
Mujizat tidak akan pernah terjadi kalau kita terus menjadi lemah. Kita tidak akan pernah melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita jika iman kita disertai  dengan Kekuatiran.
Sebagaimana Tuhan mengasihi bangsa Israel sebagai umat pilihanNya, Tuhan juga sangat mengasihi kita.
Di tengah-tengah keadaan yang begitu menakutkan bagi Saul dan bangsa Israel, Tuhan sedang  merancangkan sesuatu yang tidak terlihat oleh manusia.
Apa yang Tuhan Rancangkan? Untuk memenangkan pertempuran di medan peperangan Tuhan membuat Isai menyuruh Daud mengantar makanan kepada kakak-kakaknya. Ini Rencana Tuhan, supaya Daud, orang yang telah diurapi oleh Tuhan datang di medan peperangan dan membawa kemenangan bagi orang Israel.
Jangan biarkan Iblis berlaku seenaknya terhadap kita, tetapi mari kita belajar melihat rencana Tuhan dalam hidup kita. Jangan membiarkan hidup kita terus menerus dicengkeram oleh suara-suara musuh kita yaitu iblis.
Seringkali, dalam setiap rencana Tuhan, Ia sering tidak menggunakan banyak orang, melainkan hanya menggunakan satu orang untuk melaksanakan rencanaNya.
Yeh.22:30 “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.”

Tuhan mencari seseorang yang akan menjadi perantara untuk menahan MurkaNya, tetapi Tuhan tidak menemukannya. Seperti Daud yang datang di medan pertempuran untuk membawa kemenangan, Tuhan mencari seseorang yang mau berdiri di hadapan Tuhan dan umatNya untuk menahan malapetaka terhadap umat Tuhan, tetapi Tuhan tidak menemukannya.
Satu orang ini adalah orang yang mau hidup menurut Firman Tuhan dan mau mendeklarasikan Kebenaran yang ia yakini. Dan pastikan bahwa kitalah satu orang itu. Kita mau berdiri di hadapan Tuhan untuk keluarga, usaha, gereja kita. Mari kita menjadi orang yang mau berdiri di hadapan Tuhan dengan kekuatan Iman melalui  Firman yang telah kita dengar.
Sejak ada di dunia ini kehidupan kita telah teraktifasi dengan dosa sejak dosa Adam, tetapi karena kita percaya pada Yesus, kehidupan kita telah teraktifasi lagi dengan sesuatu yang baru, maka ketentuan yang baru juga berlaku dalam kehidupan kita. Kita berada di bawah pengawasan Tuhan. Kita tidak boleh lagi hidup seenaknya saja. Firman yang di dalam kita akan membangkitkan dan menghidupkan manusia rohani kita.
Hal inilah yang dapat membuat kita dapat berdiri di atas musuh-musuh kita. Jika Firman tidak ada dalam diri kita maka kita tidak akan pernah menang. Jika Firman ada maka kita akan menjadi seorang pemenang, bahkan lebih dari pemenang. Biarlah setiap Firman yang selalu kita dengar itu boleh membangkitkan Iman kita kepada Tuhan.
Sekalipun keadaan di sekitar kita tidak memungkinkan kita untuk menang, tetapi melalui Firman Tuhan  kita akan menjadi orang-orang yang lebih daripada pemenang. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com