Rabu Oktober 24 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (67)

(Rom 8:28)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

- Ayat ini mungkin adalah salah satu ayat yang terpopuler di dalam Alkitab karena sering dikutip di dalam kotbah-kotbah. Tetapi ayat ini tidak muncul begitu saja, melainkan erat hubungannya dengan ayat-ayat sebelumnya. Di ayat 26 dikatakan bahwa Roh Kudus membantu kita di dalam kelemahan kita dengan cara mendoakan kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Di ayat 27 dikatakan bahwa Allah mengerti akan maksud Roh itu, dan Allah pasti mendengar dan menjawab apa yang didoakan oleh Roh Kudus karena Roh Kudus adalah Oknum Ke-Tiga dari Tritunggal Allah. Dari sinilah muncul ayat 28 ini.

- “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu” – Dalam salinan bahasa lain dikatakan “segala sesuatu bekerja bersama-sama”. Dengan lain kata, “tidak ada yang kebetulan” terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Ingat riwayat Ester di dalam Alkitab. Di dalam kitab Ester tidak pernah sekalipun disinggung tentang Allah, tetapi dari awal sampai akhir dari kisah Ester kita melihat tangan Allah yang bekerja mengatur semuanya! Sebab itu syukuri saja segala sesuatu yang anda alami saat ini meski kita belum mengerti sepenuhnya…

- “…yang mengasihi Dia” – Ini yang penting, yakni kita mengasihi Yesus. Orang-orang yang mengasihi Yesus tak mungkin Tuhan biarkan.

“... mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” – Sadarkah bahwa anda dan saya menjadi anak-anak Tuhan itu bukan karena kita mau atau kita baik, tetapi karena Allah yang sudah merencanakan? Jauh sebelum kita dibentuk di dalam rahim ibu, Allah sudah memilih kita dan memanggil kita untuk menjadi anak-anakNya (Mzm.139). Sebab itu jangan takut, Allah mengasihi anda…Lalu apa yang akan terjadi bagi orang-orang pilihan Allah?

(Rom 8:29)  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

- Ada dua kata yang akan kita soroti dalam ayat ini yakni kata “dipilih” dan “ditentukan”.

- Kata “dipilih” dalam bahasa asli dipakai kata “proginosko” yang artinya “to know before hand” atau “mengetahui / mengenal lebih dulu”. Dari sini kita mengerti bahwa pilihan Allah itu bukan subyektif, hanya berdasarkan “like or dislike” (suka atau tidak suka)  seperti halnya manusia. Tidak! Allah memilih karena Allah sudah tahu/kenal sebelumnya siapa orang yang IA pilih itu. Allah memilih Yakub dan bukan Esau karena Allah tahu bahwa Yakub seorang yang takut akan Tuhan dan menghargai hal-hal yang kekal, sedang Esau seorang yang sembrono dan tidak menghargai hal-hal yang kekal!

- Kata “ditentukan” dipakai kata “proorizo” yang berasal dari kata “pro” artinya “before” atau “sebelumnya” dan kata “horizo” yang artinya “to mark out” atau “menandai / menunjuk”. Dengan lain kata, orang-orang yang sudah dipilih itu sekarang ditandai atau ditunjuk untuk menjadi serupa dengan Yesus, AnakNya, sehingga Yesus menjadi patron kita. Dialah panutan yang harus kita teladani sebagai orang-orang pilihan Allah.

- Ayat ini juga memberitahu kita, apa tujuan Allah memilih kita. Bukan sekedar untuk diselamatkan dan kelak kita mati masuk sorga, bukan, tetapi untuk mengubah kita menjadi serupa dengan gambar anakNya. Injil bukan sekedar alat “tranportasi” tetapi alat “transformasi”! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435