Minggu April 22 , 2018

Nama Baik

Pdm. Ganda Purba
Sabtu, 17 Maret 2018

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” (Amsal 22:1)
I. Apakah “Nama Baik” itu?
Nama baik bukan sekedar arti nama yang baik atau indah, melainkan menunjuk kepada tanggapan, penilaian atau pandangan orang-orang terhadap kehidupan kita. Salomo mengajarkan bahwa nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar. Namun realitas yang terjadi di sekitar kita justru sebaliknya, yaitu orang-orang lebih baik memilih kehilangan “Nama Baik” dari pada kekayaan besar.
Amsal 13:22 berkata bahwa orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya. Peribahasa berkata bahwa manusia mati meninggalkan nama. Nama seperti apa apa yang akan kita wariskan ketika kita meninggalkan dunia ini. Ada orang-orang yang meninggalkan nama yang buruk, namun ada juga yang meninggalkan kenangan yang indah. Yang sebenarnya adalah  kita mewariskan ingatan yang indah dan juga menginspirasi banyak orang. Dan setiap orang memiliki tanggung jawab secara pribadi untuk menuliskan kenangan  tentang dirinya dari perjalanan kehidupan yang ia lalui.

II. Dari mana “nama baik” itu berasal?
Nama baik itu muncul dari setiap keputusan yang kita ambil, setiap perkataan, tindak tanduk, respon serta reaksi yang kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan sebuah catatan atau tulisan yang tidak akan bisa dihapus untuk selama-lamanya. Jika ada catatan kesalahan atau hal yang tidak baik, itu hanya hanya bisa “ditutup' dengan keputusan, ucapan, tindak tanduk, respon dan reaksi yang benar di sisa waktu yang masih kita miliki. Artinya bahwa satu-satunya cara untuk kita kembali memiliki  “Nama Baik” itu adalah dengan jalan pertobatan. Tidak ada jalan lain.

III. Hasil “Nama Baik”
1. Berkat kelimpahan
Ams. 28:20  Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
Contoh:  Yusuf, seorang yang memiliki nama baik di hadapan Tuhan (Kej. 49:22-24). Yusuf artinya He will add, yaitu Allah akan menambahkan. Allah akan selalu menambahkan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita (Maz. 34:11).

2. Warisan
Ams. 13:22 “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” Orang-orang yang memiliki reputasi yang baik memiliki sesuatu yang dapat diwariskan kepada keturunannya. Warisan itu adalah:
a. Teladan. Contoh: Daud, bagaimana sikapnya terhadap Tuhan juga diikuti oleh keturunannya (Yosia, Asa, Ahas, dsb). Bagi kita saat ini ada teladan yang jauh lebih baik dari pada Daud, yaitu Yesus sendiri. Dia adalah teladan yang sempurna yang harus kita ikuti (1Yoh. 2:6).
b. Nama Baik/ Kehormatan (Ams. 17:6)
c. Jaminan pemeliharaan Allah terhadap anak cucu kita (Maz. 37:25-26; Yes. 37:35)

IV. Kepada siapa “Catatan” itu diberikan?
1. Diri sendiri
Yaitu catatan apa yang kita buat untuk kita miliki. Apakah kita menjadikan diri kita seorang yang penuh dengan hal-hal yang buruk, negatif, ataukah sebaliknya. Kita tidak akan mampu memberi catatan yang baik kepada orang lain sebelum kita memperbaiki kehidupan kita.

2. Keluarga (Ams. 17:6)
Ams. 17:6  “Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.”
Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk menjadikan anak-anak kita terhormat (Kol. 3:21; Mal. 3:15). Dan sebaliknya, sebagai seorang anak kita harus mampu membuat orang tua kita memiliki mahkota melalui “Nama Baik” kita (Kel. 20:12; Ams. 10:1).

3. Lingkungan dan Komunitas
Mat. 5:13-16 menegaskan bahwa kita harus menjadi Garam dan Terang bagi dunia ini. Jika kita hidup selaras dengan Firman Tuhan dan juga dengan kemurnia hati, maka kita akan menjadi Teladan, Solusi dan Inspirasi bagi lingkungan dan komunitas kita.
4. Tuhan
Mat. 10:28  “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
Ini adalah poin yang terpenting dan yang wajib kepada siapa kita harus memiliki “Nama Baik”. Sebab hal ini yang akan menentukan apakah nama kita ada terdaftar dalam Kitab Kehidupan ataukah tidak (Luk. 10:20; Wah. 20:15; 21:27).
Begitu banyak anak-anak Tuhan memulai catatan kehidupan mereka dengan hal-hal yang buruk (negatif). Tetapi mari kita mengakhirinya dengan hal-hal yang manis dan memuliakan nama Tuhan. Jemaat di Sardis ditegor oleh Tuhan supaya mereka kembali kepada cara hidup yang benar, sebab jika tidak nama mereka akan dihapuskan dari Kitab Kehidupan (Wah. 3:5). Biarlahlah hal ini menjadi peringatan bagi kita.

V. Penutup:
Setiap orang memiliki tanggung jawab secara pribadi untuk menuliskan catatan tentang dirinya di atas 'kertas perjalanan hidup' yang ia lalui dalam kehidupannya. Setiap keputusan, perkataan, tindak tanduk, respon serta reaksi yang salah atau tidak benar akan membuat kita tidak memilki “Nama Baik”.  Satu-satunya solusi yang harus kita ambil adalah PERTOBATAN.
Mulailah membuat catatan indah tentang diri kita, bagi diri sendiri, keluarga, komunitas, amat terlebih dihadapan Tuhan. Ada berkat-berkat yang besar yang Tuhan sediakan bagi setiap kita yang memilki “Nama Baik”. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com