Rabu Oktober 24 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (66)

(Rom. 8:25)  Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

- Berbicara tentang pengharapan adalah berbicara tentang penantian. Orang yang berharap adalah orang yang menanti, karena apa yang diharapkan masih belum menjadi kenyataan. Namun pengharapan orang percaya itu lain dengan kebanyakan orang. Pengharapan kita dijamin oleh janji Firman Tuhan, oleh karena itu pengharapan kita itu “pasti” dan tidak pernah mengecewakan (Rom. 5:5). Itukah sebabnya mari kita menantikan apa yang kita harapkan  dengan “tekun”.

- Kata “tekun” dalam bahasa aslinya dipakai kata “hupomeno” yang berasal dari kata “hupo” (di bawah) dan “meno” (tinggal). Jadi orang yang “tekun” (hupomeno) adalah orang yang tetap tinggal dalam kerendahan sampai janji Tuhan digenapi dalam kehidupan kit

(Rom. 8:26)  Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

- Apakah anda merasa berat untuk “bertekun”? Jangan kecil hati, memang bertekun itu tidak mudah. Mudah dibicarakan tetapi sulit untuk dilakukan. Abraham adalah salah satu contoh. Dia pernah gagal dalam bertekun menantikan janji Tuhan sehingga lahirlah Ismael. Tetapi puji syukur kepada Tuhan, Ia tahu kelemahan kita, itulah sebabnya Ia memberikan kepada kita Roh Kudus. Roh Kudus adalah Penolong yang ajaib. Di saat kita lemah, di saat kita tidak tahu harus bagaimana berdoa, Roh Kudus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Sebab itu mari kita bersandar kepada Roh Kudus.

- “…Roh sendiri berdoa untuk kita…” – Apa dan bagaimana bentuknya ini? Secara khusus saya percaya bahwa ini berbicara tentang bahasa roh, bahasa yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Firman Tuhan jelas berkata bahwa bahasa roh itu berguna untuk membangun iman. “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.” (1Kor. 14:4). Mungkin anda bertanya, apa bahasa roh itu ada artinya, apa Allah mengerti apa yang kita ucapkan? Nah, jawabannya ada di ayat berikut ini…

(Rom. 8:27)  Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

- Bahasa roh memang bukan untuk manusia tetapi untuk Allah. Memang kita tidak mengerti apa yang kita ucapkan, tetapi Allah maha mengerti! Mengapa? Karena Allah menyelidik sampai ke dasar hati kita. Ia mengerti kerinduan kita, Ia mengerti masalah kita, walaupun tidak kita ucapkan dengan kata-kata. Dan sebagaimana dikatakan oleh lagu, Dia bukan hanya mengerti tetapi Dia juga peduli. Itulah sebabnya mengapa kita perlu dipenuhkan oleh Roh Kudus agar kita dapat berbahasa roh. Jangan salah, penuh Roh Kudus dulu baru berbahasa roh, bukan sebaliknya atau hanya sekedar diajar berbahasa roh. Roh Kudus adalah agen Allah, Ia menyelidik isi hati kita dan Ia berdoa kepada Allah untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Haleluya!!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435