Jumat Oktober 19 , 2018

Menyerah Kepada Tuhan

Pdt. Priskila - Kasembon
Minggu, 11 Maret 2018

Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mazmur 55:23

Menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Kita tahu akan firman ini dan sudah datang di kaki Tuhan menyerahkan masalah kita, namun seringkali ketakutan masih saja datang menghantui. Namun firman di atas bukanlah sebuah himbauan, melainkan sebuah perintah yang harus tetap kita lakukan seberat apapun kondisinya. Dan saat kita dapat menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan, di situlah kita akan melihat tangan kebesaran-Nya.
Mengapa kita seringkali susah untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan? Karena meskipun kita ini terbilang sebagai warga negara Kerajaan Sorga, kenyataannya kita masih tinggal di dalam dunia yang dikuasai oleh Iblis sebagai penguasanya. Iblis akan menggunakan segala macam cara untuk menyerang pikiran kita dengan segala kekuatiran dan ketakutan, seperti takut tidak dapat sembuh, takut tidak mempunyai pekerjaan, kuatir tidak mendapatkan jodoh, kuatir kalau tidak memiliki anak, dan lain sebagainya. Ini dilakukan Iblis dengan satu tujuan, yaitu agar iman kita kepada Tuhan menjadi goyah.
Sesungguhnya Tuhan ingin agar kita berserah sepenuhnya dan mengandalkan otoritas kuasa-Nya. Namun seringkali yang menjadi penghalang adalah diri kita sendiri. Kita memiliki pemahaman yang keliru atau tidak utuh mengenai Tuhan. Kita berpikir bahwa Tuhan adalah Pribadi yang pemarah atau Pribadi yang kurang mengasihi kita. Padahal kasih-Nya itu sempurna dalam hidup kita. Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Karena itu percayalah bahwa Ia adalah Pribadi yang penuh kasih, meskipun Ia tetap memiliki cara tersendiri untuk mendisiplin anak-anak-Nya.
Iblis memang akan selalu mencari celah untuk menjatuhkan kita. Bahkan ia akan memutarbalikkan firman Tuhan agar perasaan kita dapat dimanipulasi olehnya. Ayat di atas berkata bahwa tidak untuk selamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Ketika kita melakukan sebuah dosa atau kesalahan, Iblis menanamkan pikiran bahwa kita bukan lagi orang benar, kita tidak layak di hadapan-Nya, dan Tuhan tidak akan menolong kita lagi. Kita harus tahu bahwa kita memang bukan manusia yang sempurna, tapi ketika kita datang kepada Tuhan, maka kita sudah dibenarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus (Rm. 5:1-2). Jangan mau dipisahkan oleh Iblis dari kasih setia Tuhan.
Kita juga berpikir bahwa Tuhan tidak suka direpotkan oleh kita. Padahal Tuhan senang ketika kita merepotkan-Nya dalam hal-hal yang kecil dan sepele sekalipun. Mengapa? Sebab itu adalah tanda bahwa kita mau bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dalam segala hal. Justru dengan berpikir bahwa kita tidak mau merepotkan Tuhan, kita sebenarnya sedang bergantung pada diri kita sendiri. Kita merasa kuat karena masih ada kemampuan, talenta, atau harta yang dapat diandalkan. Ingat keputusan-keputusan yang tidak diserahkan kepada Tuhan, meskipun terlihat baik belum tentu berakhir baik.
Apa yang kita andalkan itu akan sia-sia bila Tuhan mengambil semuanya itu dari hidup kita. Kemegahan kita sebagai orang percaya adalah kemuliaan Kristus. Pengharapan akan kemulian-Nya akan mendatangkan kekuatan untuk berserah kepada Tuhan. Jadi menyerah kepada Tuhan bukanlah sebuah tindakan pasif, melainkan sebuah perjuangan iman. Menyerah kepada Tuhan adalah suatu bentuk perjuangan yang tidak kenal menyerah! Dan perjuangan inilah yang akan menghasilkan kekuatan untuk terus bergerak maju menyelesaikan dan memenangkan semua permasalahan kehidupan.
Teruslah maju! Bila tidak ada lagi kekuatan untuk berlari, berjalanlah! Dan bila tidak ada kekuatan untuk berjalan, merangkaklah! Jangan merasa kecewa dengan diri sendiri ketika kita mulai tidak kuat ataupun goyah. Tuhan memaklumi kelemahan kita. Datang saja kepada Tuhan, Sang Pemberi kekuatan. Yang terpenting adalah jangan sampai menjadi kecewa dan berputus asa, sebab orang yang putus asa pasti tidak mau berbuat apa-apa lagi. Contohnya adalah Elia setelah berperang melawan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel. Ia begitu ketakutan akan ancaman Izebel sehingga menjadi “diam”.
Jangan berputus asa sebab Tuhan telah memperhitungkan semua sengsara dan air mata kita (Mzm. 56:9). Ia tahu penderitaan yang kita alami sekarang. Seperti Tuhan yang terus menyertai Ayub dalam penderitaannya, seperti itu jugalah Tuhan akan menyertai dan mengangkat hidup kita. Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia menyerah kepada Tuhan dan mengakui kebesaran-Nya. Tuhan pun ingin kita menyerah kepada-Nya agar Ia dapat mencurahkan berkat-berkat-Nya dalam hidup kita, terutama agar kita tidak kehilangan mahkota kehidupan kita (2Tim. 4:8).
Segala apa yang kita alami jangan sampai membelokkan kita dari tujuan utama pengiringan kita kepada Tuhan, yaitu mahkota kehidupan. Karena itu serahkanlah segala sesuatunya kepada Tuhan, baik kekuatiran kita, kesengsaraan kita, maupun rencana-rencana kita. Tuhan tahu batas kekuatan kita dan Ia mampu memelihara kita, bahkan Ia tidak pernah kurang jalan dalam membawa kita kepada kemenangan. Serahkanlah semuanya, dan sambutlah tangan penyertaan-Nya sekarang! Tuhan Yesus memberkati Saudara sekalian… (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435