Minggu April 22 , 2018

Memakai Label Dari Tuhan Untuk Semua Kepercayaannya

Pdt. Priskila - Kasembon
Sabtu, 10 Maret 2018

“Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Matius 11:30  
Tuhan sudah memberikan kesempatan buat kita menjadi produk-produk sorgawi, bukan produk duniawi.  Kita memakai label dari Tuhan karena Tuhan sudah membawa kita ke dalam sebuah kehidupan yang disebut sebagai orang-orang ketebusan Tuhan. Semua yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita, yaitu kuk ataupun beban-beban, semuanya itu adalah enak.
Tetapi dalam prakteknya kebanyakan orang menjadi kebingungan dan merasa seolah-olah semuanya adalah berat dan tidak enak. Bahkan ada orang-orang yang menganggap bahwa kehidupan itu tidak berguna. Padahal di saat Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup di dunia ini ada rencana Allah yang mungkin tidak kita pahami.
Kita tidak bisa memilih untuk lahir di keluarga manapun. Tetapi di situ letak kekuasaan dan Kedaulatan Tuhan menjadikan kita ada di dunia ini sebagai anak-anak Alllah, dan ini adalah sebuah keputusan yang seharusnya kita imani. Semua tanggung jawab dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah mungkin bagi kita sebuah kuk yang berat, tetapi Yesus berkata bahwa kuk itu enak. Tetapi memang ada banyak orang yang mengeluh dan berkata bahwa Tuhan itu tidak Adil.
Sebagai orang percaya, seharusnya kita lebih mempercayai keputusan Tuhan dari pada apa yang kita pikirkan, karena pemikiran manusia itu lebih condong kepada keluh kesah. Tetapi untuk semua yang kita alami, kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah mengatakan bahwa semuanya itu enak. Mengapa berkata tidak enak, itu adalah karena kita tidak mau mendengarkan pendapat Tuhan.
Kita harus berterima kasih kepada Tuhan untuk segala sesuatu dalam kehidupan kita, karena itu adalah anugerah Tuhan. Pemikiran kitalah yang membuat kita letih lesu dan berbeban berat (Mat. 11:28). Ketika kita dipercayakan Tuhan sebuah kuk, kita harus mengimani bahwa kuk itu enak supaya perjalanan kehidupan kita pun terasa enak. Jangan jadikan itu menjadi letih lesu dan berbeban berat. Dunia mengatakan hidup itu tidak enak, tetapi Tuhan berkata semuanya itu enak. Kitalah yang menentukannya. Ketika kita menganggap segalanya itu berat, hal itu akan membuat kita menjadi tidak dapat bersukacita.
Tuhan sudah menghargai dan menerima kita dalam semua keterbatasan kita, karena itu kita juga harus menghargai keterbatasan orang lain. Hal yang seringkali membuat sesuatu itu tidak enak adalah  ketika kita menuntut supaya orang lain itu menjadi sempurna.
Jangan selalu membawa diri kita kepada kegelisahan. Kita harus belajar tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Mungkin memang ada banyak masalah yang membuat kita tidak tenang, tetapi Tuhan adalah Allah yang berkuasa untuk menolong kita. Tuhan tidak akan pernah membiarkan iman kita menjadi sia-sia.
Mungkin tidak ada yang tahu keberadaan kita saat ini, tetapi apapun itu, itu pasti enak. Percayalah kepada Firman Tuhan, maka kita akan melihat betapa Tuhan adalah Allah yang tidak pernah berdusta dan yang tidak pernah mengingkari janjiNya. Dalam Yoh. 1:50-51, dikatakan bahwa ada kemuliaan yang Tuhan akan nyatakan bagi kita. Firman Tuhan berkata kita adalah anak-anak Kerajaan Sorga, kita berhak untuk menerima janji-janji Tuhan.
Iblis berupaya menjadikan segala sesuatu menjadi berat dalam kehidupan kita, tetapi Tuhan Yesus selalu menopang kita. Itu sebabnya jangan bersungut-sungut, melainkan tetaplah percaya kepada Tuhan. Sebingung apapun kita terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan ini, kita harus mensyukuri semuanya itu, dan tetap percaya bahwa semuanya itu enak dan beban kita akan menjadi ringan. Kita harus terus gunakan label ini, bahwa sebagai anak-anak Tuhan tidak ada hal dalam kehidupan ini yang tidak enak. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com