Selasa September 25 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (65)

(Rom. 8:23)  Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

- Kita masih akan berbicara tentang penderitaan. Yang lalu sudah dikatakan bahwa semua mahluk ciptaan Allah bahkan alam semesta saat ini merasa susah dan sama-sama mengeluh. Mengapa? Karena akibat dosa, bumi dan isinya, alam semesta sudah berubah, tidak lagi bersahabat, bahkan seringkali menjadi bencana bagi mahluk ciptaan Allah. Di ayat ini secara khusus dikatakan bahwa kita sebagai anak-anak Allah, calon pewaris Kerajaan Sorga, juga mengalami hal yang sama. Sadar atau tidak sadar kita semua susah dan mengeluh. Karena apa? Karena daging kita ini membuat kita tidak dapat menjadi apa yang dimaui oleh roh kita. Ditambah lagi dengan penderitaan-penderitaan jasmani yang harus dialami oleh manusia, seperti sakit-penyakit, cacat, penuaan dan pada akhirmya kematian...

- “…kita yang telah menerima karunia sulung Roh” – Ini menunjuk kepada orang percaya. Mengapa demikian? Di dalam tradisi orang Israel, anak sulung adalah kedudukan yang istimewa karena ia mendapat hak kesulungan. Bangsa Israel secara rohani ialah anak sulung Allah di antara bangsa-bangsa. Sebab itu ketika Firaun tidak mau melepaskan mereka dari Mesir, Allah membunuh seluruh anak sulung bangsa Mesir. Kita gereja Tuhan secara rohani ialah anak-anak sulung Allah yang berhak menerima hak kesulungan dari Allah, dan hak kesulungan kita ialah Roh Kudus (Gal. 4:6), karena itu disebut “karunia sulung Roh”

“…kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” – Inilah yang Rasul Paulus katakan dalam surat-suratNya bahwa pada waktu Yesus datang yang kedua kali maka kita akan mengalami kebangkitan tubuh bagi yang sudah meninggal serta pengubahan tubuh bagi yang masih hidup (1Tes. 4:13-18). “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” (1Kor. 15:51-53). Saat itulah kita terbebas dari tubuh dosa kita yang mencelakakan ini!

(Rom. 8:24)  Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

- Itulah sebabnya kita orang percaya memiliki pengharapan yang mulia. Saudara-saudara, mungkin selama di dunia ini anda banyak alami penderitaan. Tetapi bersukacitalah, sebab di dalam kekekalan kita akan menikmati kebahagiaan. Itulah sebabnya Paulus mengatakan bahwa “kita diselamatkan dalam pengharapan”. Hal ini bukan berarti bahwa keselamatan kita masih “ngambang”, tidak! Keselamatan kita itu sudah pasti! Anda yang percaya kepada Yesus, percayalah bahwa anda “sudah” diselamatkan! Namun kenyataan sepenuhnya dari keselamatan kita baru terjadi pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, sebab itu dikatakan bahwa kita diselamatkan “dalam pengharapan”. Itulah sebabnya, bagi kita orang-orang percaya: The best is yet to come! (Yang baik masih menanti di depan). Haleluya!!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435