Selasa September 25 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (64)

(Rom 8:20)  Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya.
- Menyambung pembahasan di ayat sebelumnya, Paulus menegaskan bahwa dosa telah membuat kehidupan di dunia ini kehilangan arti dan menderita. Hal ini bukan hanya berlaku bagi manusia saja tetapi juga bagi seluruh mahluk ciptaan Allah. Itulah sebabnya Kitab Pengkotbah berkali-kali mengatakan bahwa kehidupan di bawah matahari ini adalah sia-sia, bagaikan usaha menjaring angin. Jadi saudara-saudara jangan kaget dan jangan kecewa bila satu saat anda merasa bahwa hidup kok hanya begini-begini saja, tidak ada artinya. Memang demikianlah kenyataannya! Mengapa demikian? Dikatakan oleh ayat ini bahwa itu juga “oleh kehendak Dia”. Allah yang mengurung manusia dalam kesia-siaan, supaya manusia ingat bahwa dunia ini bukan firdaus dan supaya dalam kesia-siaan itu manusia mencari Allah. Saudara-saudara, dunia bukanlah rumah kita yang kekal, dan hanya di dalam Dialah kita menemukan arti hidup  yang sebenarnya…

(Rom 8:21)  Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
- Ayat ini adalah kabar baik dari ayat yang sebelumnya, yaitu bahwa di dalam kesia-siaan masih ada pengharapan! Pengharapan apakah itu? Bahwa satu saat kita akan dibebaskan dari “perangkap” ini. Ya, manusia adalah mahluk roh karena diciptakan oleh Roh Allah (Kej. 2:7), namun karena dosa manusia terperangkap dalam ruang dan waktu yang sudah dicemari oleh dosa, itulah sebabnya manusia hidup dalam penderitaan dan berakhir dengan kebinasaan. Tetapi syukur kepada Allah, masih ada pengharapan di dalam Kristus! Satu saat kita akan dimerdekakan dari semuanya ini. Kita akan menikmati kebebasan dan kemuliaan sebagai anak-anak Allah! Kapan itu terjadi? Yaitu pada saat Kristus datang kedua kalinya sebagai Raja di atas segala raja, itulah waktu yang dinanti-nantikan oleh semua mahluk…

(Rom 8:22)  Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
- Ya, dosa membuat segala sesuatu menjadi rusak, kacau dan berantakan. Manusia menderita, hewanpun juga menderita karena ulah manusia. Bukan hanya itu, bumipun juga rusak karena perbuatan manusia seperti yang dikatakan oleh nabi Mikha.” Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.” (Mik. 7:13) Itulah sebabnya jangan heran apabila bencana alam makin hari makin sering terjadi. Dan Firman Allah menggambarkan fenomena ini sebagai “sakit bersalin”. Seorang wanita yang sedang menghadapi pesalinan akan menderita sakit bersalin. Sakit bersalin adalah sebuah penderitaan namun dibalik penderitaan itu, ia punya pengharapan bahwa seorang bayi akan dilahirkan. Demikian juga dengan keadaan kita saat ini sebagai anak-anak Allah. Kita sedang mengalami sakit bersalin, dan semakin mendekati waktu pesalinan, rasa sakit ini akan semakin intensif, dan puncaknya ialah pada masa 3½ tahun AntiKris. Namun barangsiapa yang bertahan dalam penderitaan ini akan menikmati sukacita yang luar biasa pada waktu Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya. Sebab itu tetaplah bertahan dan tetap setia… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435