Jumat Juni 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (63)

(Rom 8:17)  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

- Di ayat-ayat sebelumnya Paulus berusaha untuk meyakinkan kita bahwa kita adalah anak Allah, dan salah satu tanda yang sangat kuat bahwa kita adalah anak Allah ialah Roh Kudus, Roh Anak itu, yang Allah berikan berdiam di dalam kita. Dan ayat di atas ini adalah ayat peralihan untuk masuk di topik berikutnya yaitu tentang penderitaan. Mengapa bicara penderitaan? Supaya orang percaya tidak kecewa bila mengalami penderitaan.

- Anak juga mengambil bagian dalam penderitaan orang tua. Saya teringat sekian puluh tahun yang silam, ketika saya masih kecil, bisnis orangtua saya pernah mengalami kejatuhan, sehingga kami harus pindah ke luar kota, ke sebuah rumah yang sangat sederhana dengan kehidupan yang serba pas-pasan, sebagai anak kami semua ikut mengalami penderitaan ini. Tetapi selang beberapa tahun kemudian, ketika bisnis tsb. mulai dipulihkan, maka kamipun dikembalikan lagi ke rumah kami sebelumnya dengan keadaan ekonomi yang makin hari makin membaik pula. Demikian juga dengan kehidupan sebagai anak Tuhan. Sebagai anak Tuhan, kita bukan hanya menjadi pewaris kemuliaan Allah, namun kita juga harus siap untuk mengambil bagian dalam penderitaan yang Kristus alami. Dan justru penderitaan itulah yang  meneguhkan “ke-anak-an” kita, bahwa kita ini benar-benar “anak” dari “Orang Tua” kita! Sebab itu bila saat ini saudara diijinkan mengalami penderitaan, jangan kecil hati, jangan kecewa! Penderitaan itu tidak terus menerus, ada saatnya kita juga akan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia, sebagaimana Dia juga dipermuliakan!
(Rom 8:18)  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

- Penderitaan jaman sekarang vs kemuliaan yang akan datang, bila dibandingkan, mana yang lebih bernilai (berbobot)? Kemuliaan yang akan datang jauh lebih berbobot! Penderitaan karena Kristus, karena kebenaran, yang kita alami saat ini akan terasa ringan bila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima sebagai anak-anak Allah kelak. Karena penderitaan ini hanya sementara, tetapi kemuliaan yang akan kita terima itu kekal sampai kekal, haleluya! Sebab itu jangan mengeluh, jangan kecewa, tetapi bersyukurlah, karena penderitaan itu justru membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah!

(Rom 8:19)  Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

- Itulah sebabnya sadar atau tidak sadar semua mahluk ciptaan Allah sama-sama menantikan saat dimana kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan, saat dimana kita dilepaskan/dibebaskan dari penderitaan jasmani yang kita alami sekarang. Lalu kapan itu terjadi? Surat I Yoh.3:1-2 menjelaskan bahwa itu terjadi di saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dimana kita akan mengalami penebusan tubuh, dari tubuh yang fana kepada tubuh yang mulia. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” Haleluya! Rindukah saudara akan saat itu? (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com