Jumat Oktober 19 , 2018

The Biggest Duel (Duel Terbesar)

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 18 Februari 2018

Bacaan: Matius 4:1-12, Lukas 4:1-13

Inilah duel terbesar di sepanjang jaman yaitu Yesus vs iblis. Duel ini menyangkut nasib kita manusia, jika Yesus kalah maka tidak akan ada harapan keselamatan bagi umat manusia. Tetapi kita bersyukur karena Yesus memenangkan pertarungan itu. Demikian juga dalam kehidupan kita, tidak jarang kemenangan kita juga berpengaruh terhadap orang lain sebab itu kitapun harus menang!
Ada 4 hal penting yang perlu kita mengerti tentang pencobaan di padang gurun
1. A “real” one
Duel ini adalah pertarungan yang sungguh, bukan pura-pura. Yesus benar-benar berjuang antara hidup dan mati. Dalam hidup ini kita juga menghadapi pergumulan yang real, kita juga menghadapi ujian, pergumulan yang dialami Yesus, tetapi tentu dalam skala yang jauh lebih kecil. Itulah realita kehidupan yang tidak bisa kita ingkari

2. My will or Thy will
Dari 3 pencobaan yang Yesus alami, kesimpulannya hanya satu yaitu: kehendakku atau kehendakNYA. Yesus dicobai untuk memakai kehendakNya sendiri, lepas dari ketergantungan kepada Bapa dan Yesus adalah contoh bagaimana kita harus bersandar penuh kepada Tuhan (Yoh. 5:19,30  8:38). Kita juga mengalami godaan untuk memakai kehendak kita sendiri, tetapi jangan sampai kita lepas dari ketergantungan kepada Tuhan.

3. Roh Kudus dan Firman
Dua senjata ampuh untuk melawan iblis yaitu Roh Kudus dan Firman Tuhan, dan keduanya sama-sama penting. Yesus dipenuhkan oleh Roh Kudus saat Ia dibaptis, kemudian Roh Kudus memimpin Yesus ke padang gurun. Tetapi Yesus tidak semata-mata mengandalkan Roh Kudus, Ia juga memakai Firman Tuhan. Jadi Yesus penuh dengan Roh Kudus dan Firman. Kita anak Tuhan juga harus penuh dengan Roh Kudus dan Firman agar berkuasa untuk mengalahkan iblis.

4. For you and for me
Yesus menghadapi pencobaan ini bukan semata-mata untuk diriNya sendiri, tetapi untuk kita itulah sebabnya Ia harus menang. KemenanganNya adalah kemenangan kita semua karena kita tersembunyi di dalam Yesus. Tuhan sudah menjanjikan kemenangan, jadi kita juga bisa menang.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa - Ibr. 4:15.
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai - Ibr. 2:18.

Tiga Pencobaan Yesus
Cobaan 1: Instan (Mat. 4:2-4)
Setelah berpuasa 40 hari 40 malam Yesus dalam keadaan kelaparan, pada saat itu Iblis datang mencobai Dia. Hati-hati, Iblis datang bukan di saat kita kuat, tetapi di saat kita lemah! Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena masalah “perut” , Esau juga jatuh karena masalah perut. Yesus dihadapkan pada hal yang sama dan iblis mau Dia menempuh jalan pintas, tanpa susah-susah, membuat batu menjadi roti. Manusia memang ingin segala sesuatu serba instan, tidak mau menunggu waktunya Tuhan. Tetapi Yesus tunduk kepada kehendak Bapa dan menolak tawaran iblis.

Cobaan 2: Ego (Mat. 4:5-7)
Iblis sangat cerdik, ia memakai ayat Firman Tuhan (Maz. 91:11-12) untuk menjatuhkan Yesus. Tuhan memang menjamin kita tidak akan terantuk kepada batu, tetapi jika berjalan dalam jalan kebenaran dan ketaatan. Sebab itu kalau membaca Firman, kita harus membaca firman dengan teliti. Di sini Yesus dicobai untuk membesarkan egoNya. Jika Ia berhasil menjatuhkan diri tanpa cidera pasti orang akan mengelu-elukan Dia. Ego manusia ini memang susah ditaklukkan, disentil sedikit saja sudah tersinggung. Tetapi kita bersyukur bahwa Yesus bukan orang seperti itu. Ia menolak Iblis dengan firman, dan Ia menang.

Cobaan 3: Shortcut Mesiah (Mat. 4:8-10)
Puncak pencobaan ini, Yesus diperlihatkan kerajaan dunia. Iblis mau menjadikan Yesus Raja dunia jika Ia mau menyembah iblis, dan ini adalah jalan pintas (shortcut) yang Iblis tawarkan, menjadi Raja tanpa melalui salib. Secara daging tidak ada orang yang mau menderita. Yesus pun di taman Getsemani pernah berdoa demikian “jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku...”. Tetapi Bapa menghendaki Yesus melewati salib, tidak ada jalan pintas untuk menjadi pemenang, harus melewati salib! Yesus juga pernah berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku – Mat. 16:24. Inilah harga seorang murid. Yesus melewati salib, kitapun jika mau mengikuti langkahNya harus memikul salib.

Apa hasil yang didapat Yesus?
- Berkat. Yesus dilayani para malaikat (Mat. 4:11, Mrk. 5:13). Pada saatnya Tuhan akan menghibur dan memberi kesegaran kepada kita.
- Waspada. Iblis menunggu kesempatan yang baik untuk kembali mencobai kita, sebab itu kita harus waspada. Ingat, selama hidup di dunia, pencobaan akan tetap ada. Tetapi jangan takut, Yesus sudah menang dan kitapun akan menang oleh pertolongan Roh Kudus dan firman Allah.

Kesimpulan:
Apakah saat ini anda sedang mengalami pencobaan? Andalkan Tuhan (Roh Kudus dan firman Tuhan), niscaya anda pasti menang karena kemenangan sudah dijamin oleh Tuhan. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati! (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435