Senin May 21 , 2018

Masa Penantian

Pdm. Andrea Natasya
Sabtu, 17 Februari 2018

Jika kita menabur dengan benar maka kita pasti akan menuai, dan jangan lupa ada masa antara menabur dan masa untuk menuai, yaitu masa penantian. Masa ini merupakan masa yang dihindari oleh kebanyakan orang. Banyak orang yang suka menuai dan giat menabur, tapi tidak mau menunggu. Sebab itu mari kita belajar untuk melewati Masa Penantian untuk dapat menuai hasil yang kita tabur.

Ada dua prinsip yang perlu kita ketahui tentang “masa” ini :
1. Kita tidak dapat menentukan waktu tuaian.
Pengk. 3:11A  “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Seperti layaknya memperkirakan musim panen, para petani hanya bisa memperkirakan masa tuaian untuk ladang mereka. Petani tidak bisa membuat padi ini untuk langsung bisa dipanen. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita perlu yakin bahwa Tuhan tidak pernah terlambat dan Tuhan tidak pernah terlalu cepat. Ia tidak pernah sengaja berlambat-lambat untuk menolong kita. Ia rindu untuk menolong dan menggenapi, tapi kita harus ingat bahwa semua ada waktunya. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, dan diluar waktunya Tuhan tidak ada yang indah.
Dalam Kejadian 16 kita melihat tentang peristiwa Abraham, Sarai dan Hagar. Pertama kali Allah memberikan janji keturunan kepada Abraham saat ia berumur 75 tahun. Setelah sepuluh tahun berlalu janji Tuhan belum mereka terima sehingga Sarai ingin mempercepat waktu tuaian itu atau waktu penggenapan janji Tuhan itu dengan caranya sendiri. Akibat sikap Sarai muncullah Hagar yang melahirkan Ismail, dan terjadilah kekacauan.  Diluar waktunya Tuhan yang terjadi hanyalah kekacauan. Tidak ada pilihan lain dalam menanti janji Tuhan selain tetap menanti, karena inilah hal terbaik yang bisa kita lakukan.

2. Ada hal yang harus kita lakukan:
A. LAKUKAN YANG TERBAIK
- Yusuf
Yusuf ialah budak yang menjadi penguasa. Kisah ini sangat kontras, tapi di dalam Tuhan semuanya menjadi indah. Diawali dengan sebuah mimpi dan Yusuf menanti selama 13 tahun sampai Tuhan menggenapi mimpinya. Dalam mimpi tersebut Tuhan menjanjikan bahwa Yusuf akan diangkat menjadi orang yang berpengaruh baik diantara keluarganya, maupun diantara kaum bangsanya. Jalan yang dilalui Yusuf tidak mulus dan sangat panjang. Ia dijual, diperbudak, ditolak, difitna, dimasukan ke penjara dan kita percaya masih banyak perlakuan yang tidak adil yang Yusuf terima. Tapi Ia TETAP MELAKUKAN YANG TERBAIK dimana pun ia berada.
Kej. 39:4  Yusuf melakukan yang terbaik dirumah Potifar walau ia adalah budak.Kej. 39:21-23 Yusuf melakukan yang terbaik dalam penjara walau ia adalah napi.

- Ribka
Ribka adalah wanita yang terpilih menjadi istri dari Ishak. Peristiwa ini bermula saat Abraham menyuruh Eliezer untuk pergi mencarikan istri bagi anaknya dengan beberapa syarat. Eliezer meminta tanda dari Tuhan untuk mentukan siapa yang menjadi istri bagi Yusuf.
Kej. 24:12-14 “Lalu berkatalah Eliezer:  ‘Tuhan ALLAH Tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukanlah kasih setiaMu kepada Tuanku Abraham. Di sini aku berdiri di dekat mata air dan anak-anak perempuan penduduk datang ke kota ini untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini anak gadis kepada siapa aku berkata tolong miringkan buyungmu itu supaya aku minum dan yang menjawab minumlah dan unta-untamu juga akan kuberi minum. Dialah yang Kau tentukan bagi hambaku Ishak, maka dengan itu telah kuketahui bahwa Engkau telah menunjukan kasih setiaMu kepada Tuanku itu.”
Saat itu bukan hanya Ribka saja yang datang menimba air,  tapi banyak anak-anak perempuan yang datang menimba air. Semua anak perempuan ini melakukan hal yang baik yaitu keluar menimba air. Tapi hanya satu orang, yaitu Ribka, yang melakukan perbuatan YANG TERBAIK sehngga ia mendapatkan apa yang telah ia nantikan. Ribka melakukan persis seperti apa yang didoakan oleh Eliezer (Kej. 24:18-20).
Karena itu tetaplah lakukan yang terbaik, maka kita kita akan menuai hasilnya.
Pengk. 9:10A “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga”

B. SABAR
Ibr. 6:13-15 “Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri,  karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.”

Sabar itu berarti:
-Tidak tawar hati = tidak mudah menyerah terhadap keadaan; tidak putus asa; tidak kecewa pada Tuhan.
-Setia = tidak bercabang hati; tidak mengandalkan pertolongan orang lain.
-Tidak bersungut-sungut = menikmati masa penantian, sebab persungutan tidak akan mempercepat waktu tuaian dan hanya akan menimbulkan masalah baru.

C. DIAM
Rat. 3 :26 “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”
Diam yang dimaksud adalah kita harus menenangkan hati, untuk dapat mendengar suara Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.
Maz. 46:11 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan  di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!
Saat mengalami masalah kita harus tenang dan jangan panik. Tuhan ingin kita ingat siapa Tuhan yang kita sembah.
Yes. 30:15   Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH,  Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
Berdiam diri dan mendengarkan suara Tuhan merupakan kekuatan kita untuk menanti tuaian.

KESIMPULAN:
Jika kita telah menabur dengan benar dan ingin menuai hasil yang berlimpah, laluilah Masa Penantian. Percayalah bahwa waktunya Tuhan adalah yang terbaik dan Menantilah, caranya: Tetap lakukan yang terbaik, Bersabarlah, dan Tenangkan hatimu. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com