Senin May 21 , 2018

Kehidupan Yang Berdampak

Pdt. Eny Setiabudi - Kaliurang
Minggu, 11 Februari 2018

Bacaan: Lukas 10:25-29

Kehidupan kita tidak hanya sampai di dunia ini saja tetapi sampai pada kekekalan. Ayat ini adalah pertanyaan seorang Ahli Taurat kepada Yesus. Sebagai seorang ahli Taurat sebenarnya ia juga sudah tahu jawabannya, itu sebabnya pertanyaan itu hanya untuk menjebak Yesus saja. Yesus bertanya kepada orang ini tentang apa yang sudah tertulis dalam Kitab Suci. Kemudian Ahli Taurat menjawab yaitu dengan cara mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia (Luk. 10:27). Yesus berkata bahwa benar apa yang mereka jawab.
Ahli Taurat belum merasa puas, dan kembali berusaha mencobai Yesus dengan bertanya siapakah “sesama manusia” itu (Ayat 29). Lalu Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang  seorang Samaria (Ayat 30-37).

Luk. 10:30-37 Perumpamaan tentang seorang Samaria
Ada seorang yang turun dari Yerusalem, lalu dirampok habis-habisan dan juga dipukuli. Seorang Imam lewat dan melihat bahwa di situ ada seorang dalam keadaan sekarat dan sangat membutuhkan pertolongan, tetapi yang ia lakukan adalah menyingkir dari situ. Datang juga seorang Lewi, ia melihat hal orang itu tetapi ia juga menyeberang, ia pura-pura tidak tahu. Sikap pura-pura adalah sudah tahu tetapi sengaja menghindarinya. Mereka menyakisikan bahwa orang sebenarnya harus ditolong, tetapi mereka mengambil sikap tidak mau tahu dan tidak mau memberikan pertolongan.
Kita tidak bisa pura-pura tidak tahu dengan keadaan disekitar kita. Gereja harus peduli dan melakukan sesuatu terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Hidup kita harus berdampak. Tuhan melihat apa yang di dalam tetapi sekitar kita melihat apa yang di luar yaitu apa yang kita lakukan bagi sekeliling kita. Tuhan memerintahkan supaya kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Kita harus berdampak keluar. Kita tidak bisa menutup mata terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar kita.
Tuhan bertanya kepada Petrus apakah ia benar-benar mengasihi Allah, dan sebagai kelanjutannya adalah bahwa Petrus harus menggembalakan domba-dombaNya. Tuhan bertanya sampai tiga kali agar Petrus meyakini jawabannya. Tuhan tidak akan mengulangi pertanyaanNya jika Petrus sudah yakin dengan jawabannya. Tuhan mengenal setiap hati kita. Bukti dari kita mengasihi Allah adalah kita mau melayani sesama kita. Hidup kita diubahkan oleh Tuhan dan Ia menaruh kasihNya dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri. Kita dalah garam dan terang bagi dunia ini.

Bagaimana supaya hidup kita berdampak?
1. Yohanes 4:39-41 Perempuan Samaria
Banyak orang-orang Samaria menjadi percaya kepada Tuhan oleh karena kesaksian seorang perempuan. Dalam ayat 25-26 kita melihat bagaimana hidup perempuan Samaria ini bisa berdampak atau menjadi berkat. Yesus menyatakan diriNya sebagai Mesias kepada perempuan Samaria ini. Artinya adalah bahwa perempuan adalah orang yang sudah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Sebab itu ia pulang dengan sebuah pertobatan dan menyaksikan banyak hal tentang Yesus. Perempuan Samaria ini mempunyai dampak yang besar ketika sudah bertemu dengan Tuhan. Orang-orang tidak lagi memandangnya seperti perempuan pada hari-hari yang lalu. Mengalami perjumpaan dengan Tuhan menjadikan kita orang-orang yang berdampak bagi dunia ini, yaitu kita akan mengasihi dan melayani.
Jika kita tidak mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka hidup kita dalam bahaya. Sangat berbahaya sebab iblis akan memperdaya kita dengan kelicikannya. Kita tidak pernah mendengarkan suara Tuhan secara pribadi. Jika mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka kita akan banyak mendengar dan mendapatkan tuntunan dari Tuhan. Bermacam cara Tuhan bisa berbicara dengan kita.

2. Lukas 19:1-10 Zakheus
Zakheus adalah seorang yang memiliki kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan. Sekalipun itu tidak mudah baginya ia tidak putus asa. Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada Tuhan. Akhirnya ia benar-benar alami perjumpaan dengan Tuhan dan hidupnya berubah. Zakheus berkata bahwa ia akan memberikan separuh hartanya kepada orang miskin, dan terhadap orang yang pernah ia tipu akan dikembalikan empat kali lipat.
Secara logika ia mungkin bisa bangkrut tetapi dampaknya adalah keselamatan terjadi atas keluarganya, dan terhadap orang yang pernah ia tipu Zakheus bisa bersaksi dan menunjukkan bagaimana kehidupannya yang berubah setelah bertemu dengan Tuhan. Kota Yerikho adalah kota yang ramai dan sudah tentu akan banyak orang lain yang menerima  berkat melalui kehidupan Zakheus.

Penutup:
Inilah orang-orang yang berdampak ditengah dunia ini. Tuhan mau bahwa kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan juga membawa dampak bagi dunia ini. Sekeliling kita perlu melihat dan mendengar kesaksian kita. Ladang sudah menguning, dunia sedang menantikan kita. Keberadaan kita bukan hanya untuk menikmati berkat tetapi juga untuk menjadi berkat. Ketika kita memiliki dampak terhadap keluarga dan juga lingkungan kita, maka Tuhan akan semakin melimpahkan berkatNya atas kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com