Jumat Juni 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (59)

(Rom 8:4)  Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

- Dalam hidupNya Kristus telah memenuhi tuntutan hukum Taurat tanpa cacat cela dan dalam kematianNya Ia telah menanggung kutuk Taurat bagi kita yang berdosa. Jadi lengkaplah sudah, kita yang percaya kepadaNya dan hidup di dalam Dia mendapatkan keuntungan dua kali ganda dari apa yang telah Kristus perbuat,
1. Di dalam Kristus kita dibebaskan dari tuntutan Taurat yakni kematian, karena Kristus telah mati untuk kita.
2. Di dalam Kristus dan oleh pertolongan Roh Kudus kita dapat memenuhi apa yang Taurat inginkan. Kuncinya ialah hidup menurut pimpinan Roh Kudus.

- Kita yang ada di dalam Kristus, tidak perlu lagi “berusaha” untuk memenuhi hukum Allah dengan kekuatan kita sendiri. Ada Roh Kudus di dalam kita yang akan menolong kita untuk memenuhi kehendak Allah. Roh Kudus akan memimpin langkah kita untuk berjalan di dalam kebenaran dan kasih, dan itulah kegenapan dari hukum Taurat. Yang dibutuhkan hanya satu yakni hati yang taat, dan itupun sudah diberikan kepada kita. Coba perhatikan janji berikut ini… “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” (Yeh.36:26) Ini adalah janji Allah tentang Perjanjian Baru yang diucapkan oleh nabi Yehezkiel + 600 tahun sebelum Kristus. Jadi satu paket dengan keselamatan kita, kita juga mendapatkan hati yang baru, hati yang taat. Apalagi yang masih kurang…?

(Rom 8:5)  Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging ; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
- Inilah perbandingan umat Perjanjian Lama dan umat Perjanjian Baru. Di jaman Perjanjian Lama, umat Tuhan hidup menurut daging dan berusaha untuk memenuhi tuntutan Allah dengan perbuatan dagingnya. Sedangkan di jaman Perjanjian Baru, umat Tuhan hidup menurut Roh dan Rohlah yang menolong kita untuk memenuhi hukum Allah. Dan orang yang hidup menurut daging, pikirannya tertuju kepada perkara-perkara yang berasal dari daging, sedangkan orang yang hidup menurut Roh akan memikirkan hal-hal yang dari Roh Kudus. Pertanyaannya bagi kita semua sekarang, “Apa kita sudah hidup menurut Roh atau kita masih hidup menurut daging? Coba check dan recheck pikiran kita bagaimana…?

(Rom 8:6)  Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

- Keinginan daging akan berujung kematian, sebaliknya keinginan Roh akan berujung kehidupan dan damai sejahtera. Dan salah satu parameter yang Tuhan taruh di dalam hati kita untuk mengetahui apakah kita masih di dalam Roh apa tidak ialah “damai sejahtera”. Kalau masih ada damai sejahtera kita boleh menenangkan hati kita, tetapi kalau sudah tidak ada damai sejahtera mungkin kita sudah berada di luar jalur Roh Kudus, cepat putar haluan!

(Rom 8:7)  Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah ; hal ini memang tidak mungkin baginya.

- Orang yang berjalan di dalam daging tidak mungkin dapat menyenangkan hati Allah, karena kemauan daging selamanya bertentangan dengan kemauan Roh. Karena itu mari kita sebagai umat Perjanjian Baru, yang telah memiliki Roh Kudus di dalam hati kita, mau selalu hidup dalam pimpinan Roh Kudus… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com