Jumat Oktober 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (57)

(Rom 7:21)  Demikianlah aku dapati hukum ini : jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
- Ayat ini menyimpulkan apa yang telah kita bahas sebelumnya. Ada pertentangan di dalam diri manusia, yaitu antara yang baik dan yang jahat. Hukum Taurat memberitahukan apa yang baik dan kita juga ingin melakukan apa yang baik itu, namun di pihak lain daging ini suka akan hal-hal yang jahat. Mengapa hal ini bisa terjadi?

- Kembali kepada Kitab Kejadian, ketika manusia diciptakan oleh Tuhan maka manusia dalam keadaan yang tidak berdosa dan tidak mengenal dosa. Allah menempatkan sebuah pohon di tengah taman itu “pohon pengetahuan baik dan jahat” dan berpesan : “Jangan makan buah dari pohon itu!” (Kej.2:16,17). Tapi kemudian datanglah iblis menipu manusia sehingga manusia memakan buah dari pohon itu, akibatnya manusia jatuh ke dalam dosa! Mengapa pohon itu disebut “pohon pengetahuan baik dan jahat”? Karena pohon itu memberi pengertian kepada manusia akan hal-hal yang jahat. Tetapi bukan hanya memberi “pengertian” tetapi juga memberi “kemampuan” kepada manusia untuk berbuat apa yang jahat. Demikianlah, sejak saat itu timbul pertentangan dalam diri manusia antara yang baik dan yang jahat. Buah pohon pengetahuan baik dan jahat yang dimakan oleh manusia telah membawa akibat dalam diri manusia!

(Rom 7:22-23)  Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
- Nah, disini dijelaskan lebih jauh oleh Rasul Paulus dimana letak pertentangan itu sesungguhnya.

- ” di dalam batinku aku suka akan hukum Allah” – Kata “batin” disini dalam bahasa lain dipakai kata “inward man” yang artinya “manusia yang di dalam” atau “manusia batiniah”. Inilah keadaan orang yang telah dilahirkan baru. Ia memiliki kerinduan di dalam dirinya untuk melakukan hukum-hukum Allah.

- “di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain…” – Kata “anggota-anggota tubuh” dalam bahasa Yunani dipakai kata “melos” yang artinya “bagian dari tubuh”, jadi tidak hanya terbatas kepada tangan dan kaki kita saja, tetapi termasuk bagian-bagian tubuh yang lain, seperti panca indera kita. Kita harus akui bahwa banyak kali mata, telinga dan lidah kita ini menyeret kita ke dalam dosa. Paulus katakan bahwa itulah hukum dosa yang menguasai kita.

(Rom 7:24)  Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
- Seruan Paulus ini mewakili seruan umat manusia dari segala jaman, yakni semua orang yang ingin melakukan hukum Allah. Lalu bagaimana cara menyelesaikannya? Masih adakah jalan keluar dari semua ini?

(Rom 7:25-26)  Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
- Inilah jawaban dari semua pergumulan manusia yaitu terletak pada Pribadi YESUS KRISTUS. Dialah jawaban dari semua beban dan pergumulan kita melawan dosa. Ingat, pergumulan ini akan selalu ada selama kita masih hidup di dalam daging kita ini dan tidak ada satu kekuatan yang dapat menolong kita. Satu-satunya harapan kita untuk menang yaitu bila kita mengandalkan YESUS. Apakah anda sedang bergumul melawan dosa dan kelemahan-kelemahan diri anda? Datang kepada YESUS, minta kekuatan dari Tuhan untuk mengatasi hal itu. YESUS  juga pernah lemah. Di taman Getsemane Ia berjuang melawan dosa. Ia berdoa dan Bapa memberi kekuatan kepadaNya. Demikian juga dengan kita, di saat kita lemah, datanglah kepadaNya. Mintalah kuasaNya untuk menolong kita. Maka saya percaya anda akan alami kekuatan Allah untuk menang atas pergumulan anda. Haleluya, puji Tuhan! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435