Jumat Januari 19 , 2018

Momentum

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 31 Desember 2017

Tanpa disadari kita sudah sampai di penghujung tahun 2017. Kalau kita dapat melalui sepanjang tahun ini, itu semua tidak lepas dari campur tangan dan kemurahan Tuhan. Namun kita jangan melewatkan hari terakhir di tahun ini dengan begitu saja. Tapi kita mau menjadikannya sebagai suatu momentum. Hari ini adalah suatu momentum atau kesempatan yang tepat bagi kita untuk:

1. Momentum Untuk Evaluasi Diri
Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi diri kita masing-masing. Jangan lagi memandang kesalahan orang lain, tapi mulailah dengan jujur mengintrospeksi diri kita sendiri. Renungkanlah tentang bagaimana kita melewati hari-hari kita di sepanjang tahun ini. "Apa yang telah saya lakukan?" "Apa yang telah saya capai?" "Dan kalau belum tercapai, apa yang menjadi penyebabnya?" Perenungan ini bukan hanya sebatas target-target yang umum sifatnya, tapi terlebih kita mau mengevaluasi bagaimana hubungan kita dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Evaluasi ini akan membuat kita mampu melangkah lebih jauh di tahun 2018.

2. Momentum Untuk Bersyukur
Hari ini juga adalah saat yang tepat untuk bersyukur. Kita patut bersyukur untuk:
a. Keberadaan kita - Ingatlah bahwa keberadaan kita saat ini hanyalah oleh kemurahan dan kasih karunia Tuhan. Syukuri apapun keadaan kita saat ini.
b. Berkat-berkat dan pertolongan Tuhan - Ingat kembali berkat-berkat apa saja yang telah kita terima di tahun ini, juga segala kebaikan dan pertolongan-Nya kepada kita. Bersyukurlah atas semuanya itu, sebab semuanya itu kita nikmati karena kasih setia-Nya. Jangan sampai ada pemikiran bahwa itu sudah seharusnya kita nikmati (take it for granted).
c. Hal-hal yang "kurang enak" - Mungkin di tahun 2017 ini ada situasi yang kurang nyaman yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, baik itu kehilangan, kerugian, kedukaan, atau hal-hal lain yang tidak berkenan di hati kita. Sadarilah bahwa semua itu pada akhirnya mendatangkan kebaikan bagi kita seperti yang tertulis di Roma 8:28, sebab itu mari kita belajar mengucap syukur untuk semuanya itu. Mungkin saat ini mata jasmani kita tidak melihat, tetapi dengan mata iman kita tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kita.

3. Momentum Untuk Berkomitmen
Saat ini merupakan momen yang tepat untuk membuat komitmen. Meskipun memang tidak semua komitmen dapat kita lakukan sepenuhnya, namun komitmen akan membantu kita untuk lebih fokus pada sasaran kita. Dan dengan pertolongan Tuhan kita akan mampu memegang komitmen kita. Setidaknya ada tiga komitmen yang harus kita miliki sebagai orang percaya, yaitu:
a. Selalu menabur kebaikan
Pkh. 11:6 berkata: "Taburkanlah benihmu…" Usahakanlah untuk selalu menabur benih kebaikan. Mengapa? Karena apa yang kita tabur akan kembali kepada diri kita sendiri. Dalam Yeh. 35:11 bangsa Edom telah memperlakukan bangsa Israel dengan tidak baik, maka Allah akan perlakukan mereka juga dengan tidak baik. Sebaliknya bila kita memperlakukan orang lain dengan baik, Tuhan akan memperlakukan kita juga dengan baik. Tuhan akan memperlakukan tiap orang menurut perlakuan orang itu kepada sesamanya. Kita harus menabur kebaikan bukan hanya kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita, namun juga kepada orang yang telah menyakiti hati kita, itulah tandanya bahwa kita anak-anak Bapa (Mat. 5:45). Teladanilah Yusuf yang tetap menabur kebaikan kepada kakak-kakaknya.
b. Semakin mengasihi Tuhan
Mrk. 12:30 berkata: "Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu…" Biarlah kasih kita kepada Tuhan seperti perumpamaan di Yeh. 47 makin lama makin dalam. Firman Tuhan mengajar kita bahwa kasih itu bukan sekedar “emosi”, tetapi harus disertai dengan tindakan (aksi). Kasih bukan sekedar perasaan haru atau menggebu-gebu ketika kita menyembah Tuhan. Kasih harus disertai dengan tindakan, yaitu menuruti segala perintah-Nya (Yoh. 14:15).
Dan apa perintahnya yang terutama? Di dalam Yoh. 15:12, yaitu supaya kita saling mengasihi. Mengasihi Tuhan memang terasa lebih mudah sebab Tuhan tidak kelihatan, sedangkan sesama kita yang sikapnya menjengkelkan kita ada di depan mata kita. Tapi sekali lagi inilah yang Tuhan mau dari hidup kita, mari kita lakukan sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan.
c. Semakin mengasihi firman Tuhan
Mzm. 119:119 berkata: "…aku mencintai peringatan-peringatan-Mu." Biarlah di tahun yang baru kita lebih mengasihi firman-Nya. Begitu cintanya kepada firman sehingga kekayaan dunia tidak dapat menggantikan firman Tuhan (Mzm. 119:72,127,167). Jadikanlah firman Tuhan sebagai milik yang sangat berharga. Mulai sekarang milikilah kerinduan untuk membaca, merenungkan, dan melakukan firman setiap hari.

Marilah kita memakai kesempatan ini sebagai suatu momentum, yaitu momentum untuk lebih mengasihi Tuhan, lebih mengasihi firman-Nya, dan lebih mengasihi sesama. Selamat Tahun Baru 2018! Tuhan Yesus memberkati kita semua … (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com