Jumat Oktober 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (55)

(Rom 7:15)  Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
- Di ayat ini dan ayat-ayat selanjutnya kita akan melihat pergumulan seorang manusia Paulus melawan dorongan dosa yang ada di dalam dirinya, dan ini juga pergumulan kita semua.
- Pertama-tama ia katakan bahwa ia juga bingung dengan dirinya sendiri karena setiap kali ia tidak melakukan apa yang ia inginkan yaitu kebaikan dan kekudusan, sebaliknya ia melakukan apa yang ia benci yaitu dosa. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena manusia dikuasai oleh hukum dosa. Hukum dosa ini berkuasa atas daging kita dan tidak mudah diatasi. Dan pergumulan ini bukan hanya dialami oleh orang Kristen saja tetapi juga oleh setiap manusia di dunia yang mendambakan kebaikan dan kebenaran.

(Rom 7:16)  Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
- Ayat ini sedikit membingungkan, tetapi mari kita coba untuk menguraikannya…
- “Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki” – Apa maksudnya ini? Maksudnya ialah ketika Paulus melakukan keinginan dagingnya karena itu sebenarnya tidak ia inginkan (lihat ayat di atas). Sebagai seorang anak Tuhan yang telah lahir baru, ia ingin melakukan kehendak Bapanya, yaitu kehendak Roh, tetapi seringkali yang terjadi adalah sebaliknya. Yang ia kehendaki (kehendak Roh) tidak ia lakukan, tetapi yang tidak ia kehendaki (kehendak daging) itulah yang ia lakukan.
- “aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik” – Ketika kita melakukan kehendak daging maka secara tidak langsung kita jatuh dalam genggaman hukum Taurat. Mengapa? Karena Taurat identik dengan daging. Taurat diberikan kepada bangsa Israel di Perjanjian Lama. Mereka adalah Israel-Israel jasmani dan hidup dalam ruang lingkup jasmani, gambaran dari anak Tuhan yang bersifat daging. Itulah sebabnya mereka tidak dapat memperkenankan hati Allah. Ketika seseorang hidup di dalam daging maka Taurat akan berkuasa atasnya, dengan lain kata ia berpihak kepada Taurat, setuju bahwa Taurat itu baik.

(Rom 7:17)  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
- Ayat ini juga harus diartikan dengan benar sebab kalau tidak demikian, ayat ini akan menjadi senjata bagi seseorang melepaskan dirinya dari tanggungjawabnya ketika ia berbuat dosa.
- Di dalam ayat ini kata “aku” dipakai dua kali, dan punya pengertian yang berbeda. Mari kita lihat…
1. “aku” yang pertama : Ini adalah “aku” sebagai manusia rohani yakni manusia yang telah dilahirkan baru (manusia baru). Manusia baru ini selalu ingin melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan, tetapi ada “aku” yang lain yang selalu menentangnya yaitu…
2. “aku” yang kedua : Ini adalah “aku” manusia lama, “aku” yang dikuasai oleh dosa, oleh kemauan daging. Jadi ketika seseorang berbuat dosa, ia tidak dapat berdalih bahwa bukan dia yang melakukan. Tetap yang melakukan ialah orang itu, dan ia melakukan itu dengan sadar di bawah kontrol manusia lamanya yang dikuasai oleh dosa… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435