Jumat Januari 19 , 2018

Hidup Adalah Sebuah Kesempatan

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 17 Desember 2017

"Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.” (Ayub 14:1-2)

Hidup itu singkat, tidak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun 2017. Seberapa singkatkah umur manusia? Jika umur manusia diibaratkan sebuah abjad, kalau hidup dimulai dari huruf A, ternyata hidup kita hanya sampai pada huruf D. Mengapa?
Huruf A (Aku) dan huruf B itu lahir ( Born) dan huruf D (Die - Mati). Setelah itu ke huruf E (Eternity – Kekekalan). Tetapi diantara huruf B dan D ada huruf C (Chance – Kesempatan). Antara kelahiran dan kematian adalah Kesempatan. Kita sudah diberi kesempatan dalam setahun ini, dan jika seandainya kehidupan kita dalam tahun ini masih belum maksimal, masih ada kesempatan kita di tahun 2018. Mari kita pergunakan kesempatan itu untuk kemuliaan Tuhan!
Dalam rangka menyambut natal, ternyata peristiwa natal adalah sebuah peristiwa yang penuh dengan kesempatan. Kesempatan apa saja ?

1. Kesempatan Untuk Menyambut Lawatan Sang Juruslamat (Luk. 2 : 15)
Hal ini bisa kita lihat dalam diri para gembala. Ketika mereka mendapatkan berita tentang kelahiran Yesus, mereka tidak membuang kesempatan itu, melainkan mereka langsung pergi untuk menyambut Sang Juruslamat yaitu Yesus.
Bagaimana dengan kita, adakah kita juga siap menyambut lawatan Tuhan di natal ini?
Jangan contoh bangsa Yahudi! (Luk. 19 : 44)
Dalam sejarah, bangsa Yahudi adalah bangsa yang banyak mengalami penderitaan dan aniaya. Mengapa demikian? Karena ketika Allah melawat mereka, mereka tidak menerimaNya. Mereka bukan saja menolak Yesus tetapi juga menyalibkanNya, sambil berkata “Biarlah DarahNya tertumpah bagi kami dan bagi keturunan kami!”.
Mereka adalah bangsa yang banyak mendapat kesempatan namun mereka tidak memakai kesempatan itu dengan baik.

2. Kesempatan Untuk Melakukan Kehendak Allah (Luk. 1 : 38)
Ini dapat kita lihat dalam diri seorang Maria. Dia seorang wanita yang memiliki ketaatan. Ketika Malaikat Tuhan datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia akan mengandung. Saat itu dia masih gadis perawan dan belum pernah mengenal laki – laki sama sekali. Tetapi dia berani mengatakan “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Dan karena ketaatan Maria maka kita bisa selamat sampai hari ini. Maria menggunakan kesempatan untuk melakukan kehendak Tuhan. Sebenarnya kita hidup di dunia ini adalah untuk melakukan Kehendak Tuhan. Apa Kehendak Tuhan dalam kehidupan kita? Kehendak Tuhan dalam kehidupan setiap orang berbeda – beda, itu sebabnya marilah kita mencari itu dalam kehidupan kita masing – masing.

3. Kesempatan Untuk Berbuat Kebaikan
Yusuf adalah seorang yang tulus hati, ia tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum. Tidak gampang di posisi seperti Yusuf, di saat sedang bertunangan dia mendengar kabar bahwa tunangannya Maria telah hamil. Yusuf tidak mengerti bahwa Maria hamil oleh Roh Kudus. Tetapi Yusuf mempunyai hati yang baik, walaupun dalam hatinya dia disakiti dan dikecewakan mendengar tunangannya telah hamil, dia tidak mau mencemarkan nama Maria. Sebenarnya Yusuf mempunyai hak untuk membawa Maria untuk diadili Tetapi Yusuf tidak melakukan hal itu.
Bagaimana dengan kita, adakah kita juga memiliki hati yang baik terhadap pasangan kita? Tuhan menginginkan ketulusan hati kita. Jangan lewatkan sebuah kesempatan melakukan kebaikan di natal ini.

4. Kesempatan Untuk Memberi Yang Terbaik (Mat. 2:2)
Orang – orang Majus itu bersusah-susah melakukan perjalanan yang sangat panjang hanya dengan satu tujuan yaitu karena mereka ingin menyembah dan memberikan yang terbaik bagi Sang Raja yang baru lahir itu. Begitu juga seharusnya dengan kita ketika kita datang kepada Tuhan. Orang majus ini datang pertama-tama adalah untuk memberikan hatinya dan yang kedua barulah mereka memberikan yang terbaik dari hartanya yaitu emas, kemenyan, dan mur. Hati dulu baru harta.
Emas, kemenyan, dan mur adalah sesuatu yang bernilai tinggi. Tetapi juga mempunyai arti rohani:
Emas = Iman yang murni
Kemenyan = Penyembahan yang tulus
Mur = Kerelaan Menderita
Kerelaan kita sebagai anak” Tuhan untuk ikut menderita bersama – sama dengan Kristus.
Mari di kesempatan natal ini kita mau memberikan yang terbaik dari kehidupan kita kepada Yesus

Efesus 5 : 16 “Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Dalam bahasa Inggris  ditulis “Make the most of every opportunity”, artinya pakailah setiap kesempatan dengan semaksimal mungkin.
Pesan di penghujung tahun…
Mungkin di tahun ini kita banyak kehilangan kesempatan, tetapi mari di tahun yang akan datang kita mau memakai setiap kesempatan yang Tuhan berikan dengan sebaik-baiknya…

Selamat Menyambut  Natal & Tahun Baru, Tuhan Yesus memberkati! (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com