Jumat Oktober 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (54)

(Rom 7:12)  Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

- Kembali di sini ditekankan bahwa hukum Taurat itu pada dasarnya adalah baik, kudus dan benar, karena hukum Taurat adalah hukumnya Allah sendiri. Jadi kalau manusia tidak dapat memenuhi tuntutan Taurat itu bukan salah hukum Tauratnya, melainkan karena manusianya yang salah dalam memposisikan hukum Taurat. Mereka menganggap bahwa syarat keselamatan ialah kalau mereka dapat melakukan hukum Taurat tanpa cacat cela. Mereka mencoba untuk mencapai keselamatan dengan kekuatan mereka sendiri. Sampai akhirnya mereka sadar bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat memenuhi tuntutan Taurat tanpa cacat dan cela….

(Rom 7:13)  Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.

- Jadi seperti yang telah dikatakan di pelajaran yang lalu bahwa Taurat itu seperti alat atau instrumen untuk mendiagnosa penyakit. Alat itu sendiri tidak salah, bahkan kita seharusnya berterimakasih dengan keberadaan alat-alat yang canggih tsb., tetapi seringkali pengertian manusia salah, mereka berpendapat bahwa karena alat-alat tsb. maka penyakit mereka ketahuan. Sebab itu banyak orang yang tidak mau memeriksakan kesehatannya karena mereka takut ketahuan kalau-kalau mereka menderita suatu penyakit dalam tubuhnya. Mereka lebih senang hidup dengan membawa penyakit daripada memeriksakan diri dan mendapat pengobatan dengan benar.

Dosa adalah dosa. Sama seperti penyakit adalah penyakit. Penyakit jika tidak diobati dapat membawa kematian jasmani, dosa juga demikian, jika tidak diatasi akan menyebabkan kematian secara rohani, bahkan kematian yang kekal!

(Rom 7:14)  Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

- Jadi bukan Taurat yang menyebabkan manusia berdosa tetapi manusia itu sendirilah yang berdosa, atau lebih tepatnya daging inilah yang membawa kita ke dalam dosa. Kata “bersifat daging” di dalam bahasa Gerika dipakai kata “sarkikos”, yang artinya: bersifat daging, bersifat sementara, belum mengalami lahir baru, (maaf) naluri hewan. Itulah keadaan “daging” manusia, sebab itu jangan heran apabila daging selalu menyeret kita ke dalam dosa, Paulus juga pernah berkata bahwa daging dan darah tidak dapat mewarisi Kerajaan Allah (I Kor.15:50).

- ”terjual di bawah kuasa dosa” – Hal ini mengingatkan kita kepada keadaan bangsa Israel waktu di Mesir. Mereka diperbudak dengan kejam oleh Firaun. Tidak punya kebebasan, tidak punya pengharapan, tidak punya masa depan, dan pada akhirnya hanyalah kematian yang menunggu mereka. Beruntung dalam keadaan seperti itu mereka berseru-seru kepada Tuhan hingga akhirnya Tuhan membangkitkan seorang penolong bagi mereka yaitu Musa yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Itulah gambaran kehidupan manusia. Kita dilahirkan dalam dosa, sebab itu daging kita ini dikuasai oleh dosa. Tidak ada yang dapat melepaskan kita dari kuasa dosa ini sampai Yesus datang ke dalam dunia dan mati bagi kita di atas kayu salib untuk melepaskan kita dari kuasa dosa! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435