Minggu April 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (53)

(Rom 7:9-10)  Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.
- “Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat” – Apa artinya ini? Apakah berarti sebelum Taurat kita sudah selamat? Sekali-kali tidak! “Hidup” yang dimaksud disini ialah hidup di dalam daging, hidup di luar hukum Allah, atau dengan kata lain, hidup di luar kehendak Allah sama seperti orang-orang dunia. Mereka merasa dirinya “hidup” padahal sebenarnya mereka sedang berjalan menuju maut, kematian yang kekal!

- “…sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati” – Taurat diberikan untuk menyatakan dosa, dan vonis dari Taurat untuk manusia yang berdosa ialah kematian! Itulah sebabnya dikatakan bahwa setelah Taurat muncul, dosa menjadi “hidup” sedangkan kita yang tadinya “hidup” sekarang menjadi “mati” (atas dasar keputusan Taurat)

- “…perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata… membawa kepada kematian” – Nah, ini adalah akibat dari ketidakberdayaan manusia. Allah memberikan Taurat dengan tujuan agar manusia menyadari keadaannya yang berdosa dan mau datang mencari Allah untuk diselamatkan. Tetapi manusia merasa dirinya “mampu” dan berusaha untuk menolong dirinya sendiri, tetapi pada kenyataannya tidak mampu dan berujung kepada kematian…

- Apa yang Taurat lakukan dapat kita analogikan dengan mesin CT scan atau MRI atau sejenisnya yang merupakan produk dari kemajuan tehnologi kedokteran. Sebelum mesin-mesin tsb. muncul, banyak penyakit yang tidak terdeteksi secara dini. Seringkali ketika sudah parah baru orang tahu bahwa dirinya menderita suatu penyakit yang serius. Tetapi dengan adanya penemuan-penemuan tehnologi yang baru itu, banyak penyakit yang berbahaya bisa terdeteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang semestinya. Apakah berarti mesin-mesin tsb. yang membawa kematian? Tentu tidak, demikian juga dengan hukum Taurat! Allah menurunkan Taurat untuk memperkenalkan standar kebenaran dan kesucianNya kepada bangsa Israel dengan maksud agar mereka sadar akan ketidakberdayaannya dan mau datang merendahkan diri kepada Allah, tetapi mereka dalam kesombongannya tidak mau merendahkan diri, tetapi berusaha untuk menolong dirinya sendiri…

(Rom 7:11)  Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.
“…dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku” – Bagaimana cara dosa menipu kita? Dengan memberi pesan kepada manusia bahwa manusia dapat melakukan perintah Allah dengan kekuatannya sendiri. Itulah keadaan bangsa Israel waktu Taurat diberikan kepada mereka. (Exo 24:7)  “Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan." Niat mereka memang baik, tetapi mereka lupa bahwa mereka adalah daging, dan daging selamanya tidak mungkin dapat melakukan yang rohani. Hanya Roh yang dapat memenuhi tuntutan Roh. Itulah sebabnya Allah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita, agar kita, dengan bersandar kepada Roh Kudus, dapat melakukan kehendak Roh. Puji Tuhan!! (SK)






"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com