Jumat Januari 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (52)

(Rom 7:5)  Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

- Ayat ini menjelaskan kepada kita apa dampak dari hukum Taurat dalam kehidupan kita dan mengapa kita perlu dilepaskan dari ikatan Taurat. Untuk itu kita harus memahami apa yang Paulus maksud dengan “daging” disini.

- Kata “daging” dalam bahasa asli dipakai kata “sarx” yang memiliki arti hurufiah dan kiasan. Secara hurufiah artinya ialah tubuh jasmani kita. Secara kiasan artinya ialah tabiat manusia kita yang sudah dicemari oleh dosa, sehingga memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, mengikuti hukum dosa, mengikuti apa maunya dunia dan bukan maunya Allah. Ketika seseorang hidup di dalam daging maka hidupnya akan cenderung untuk berbuat dosa (Kej.6:5), dan keinginan ini semakin dirangsang oleh Taurat. Mengapa? Karena manusia cenderung melakukan apa yang dilarang. Ketika Taurat mengatakan bahwa ini tidak boleh, itu dilarang, manusia bukannya menuruti larangan tsb., malah sebaliknya malah tergoda untuk melanggar larangan tsb.

(Rom 7:6)  Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

- Dengan demikian hukum Taurat bukannya membawa kita kepada kekudusan, malahan mengurung kita kepada kehidupan yang dikuasai oleh dosa, itulah sebabnya Anak Allah datang ke dunia untuk menggenapi Taurat dan mati bagi Taurat, sehingga kita yang percaya dan tinggal di dalam Dia terlepas dari belenggu Taurat. Dan sebagai gantinya, Tuhan memberikan RohNya kepada kita. Kini kita dapat hidup menyenangkan Tuhan dengan bersandar kepada pimpinan Roh Kudus.

- “…kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.” – Saudara perhatikan ada dua macam pelayanan. Kita bisa melayani menurut huruf (hukum Taurat), tetapi kita juga bisa melayani menurut Roh. Pelayanan menurut huruf tidak akan bisa memperkenankan hati Allah, itu adalah pelayanan model lama. Sedangkan pelayanan model baru adalah kita melayani menurut Roh, dan inilah pelayanan yang berkenan di hati Allah. Apa itu pelayanan di dalam Roh? Yaitu pelayanan yang sepenuhnya tergantung kepada pimpinan Roh Kudus!

(Rom 7:7)  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

- Supaya kita tidak mispersepsi maka di ayat ini Paulus menjelaskan peranan Taurat. Sekali lagi harus diingat bahwa Taurat itu adalah hukumnya Allah sendiri, jadi Taurat itu kudus dan baik. Tetapi manusia yang terdiri dari “daging” ini tidak dapat memenuhi tuntutan Taurat, sehingga apa yang baik itu malah menjadi masalah bagi manusia. Oleh karena Taurat di satu pihak kita mengenal apa itu dosa, tetapi di lain pihak kita tidak punya kekuatan untuk mentaatinya sehingga makin terpuruklah keadaan manusia…

(Rom 7:8)  Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

- “…dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan…rupa-rupa keinginan” – Betapa menyedihkan keadaan manusia, sudah tidak bisa memenuhi tuntutan Taurat, malah semakin tergoda untuk melanggarnya, sehingga seolah-olah Tauratlah yang “menghidupkan” dosa. Lalu bagaimana cara untuk mengatasi hal ini? (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com