Kamis Desember 14 , 2017

Kekuatan Kuasa Tuhan

Pdt. Herman Rantung - Jakarta
Minggu, 26 November 2017

"dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa -Nya." Efesus 1:19

Dalam Bil. 13 dicatat mengenai kisah kedua belas pengintai. Janji Tuhan bagi bangsa Israel adalah ya dan amin. Mereka bukan hanya menikmati kelepasan dari tanah Mesir, tapi mereka juga dijanjikan akan menerima negeri yang baru. Dan janji-janji Tuhan ini mereka alami satu persatu sebab Tuhan tidak pernah berdusta. Di dalam ayat 27 kesepuluh pengintai berkata bahwa memang negeri yang dijanjikan Tuhan itu berlimpah susu dan madunya. Namun di ayat 28 mereka meneruskan laporannya dengan kata "hanya" (nevertheless: namun, tetapi, hanya saja).
Ada begitu banyak janji Tuhan yang sudah kita dengar atau baca, tapi apa yang menjadi respon hati kita ketika menerima janji itu? Kita meresponinya dengan percaya atau dengan keraguan? Ketika firman itu datang, maka peperangan itu mulai terjadi. Dan peperangan yang terberat adalah diri sendiri. Oleh karena itu Tuhan ingin agar pikiran kita dibaharui (Rm. 12:2) dan mulai mengenakan pikiran Kristus, supaya kita tidak lagi meragukan janji Tuhan. Namun sayangnya banyak anak Tuhan yang mau berpikir dan berjalan sendiri karena merasa mampu melakukan segalanya sendiri (Yoh. 15:5).
Peperangan berikutnya adalah melawan suara terbanyak. Sepuluh pengintai melawan dua orang (Yosua dan Kaleb). Hati-hati, di akhir zaman ini ada banyak anak Tuhan yang lebih suka mendengarkan suara terbanyak dari pada suara atau hukum Tuhan. Mereka lebih suka mendengarkan hal-hal yang negatif, sehingga meskipun janji Tuhan itu sudah di depan mata, tapi ketakutan itu lebih dominan menguasai. Kehebatan kuasa Tuhan hanya akan dialami oeh orang percaya yang sungguh-sungguh percaya tanpa keraguan.
Kesepuluh pengintai itu juga menyampaikan kabar busuk kepada orang Israel (ayat 32). Dalam bahasa Inggris dikatakan: "And they brought up an evil report" (mereka membawa kabar setan). Orang yang ketakutan adalah orang yang dirasuk setan, sehingga selalu mengatakan hal-hal yang negatif dan melemahkan, serta menyebarkan keraguan. Dan orang yang takut pasti nyalinya menjadi kecil. Mereka mulai membandingkan diri mereka dengan orang Kanaan, ibaratnya belalang melawan raksasa (ayat 33). Mereka lupa bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih!
Bagaimana dengan kita ketika masalah atau tekanan itu datang? Apakah kita mencari Tuhan dan pertolongan-Nya, ataukah justru memandang raksasa masalah itu sebagai sesuatu yang tidak mungkin diselesaikan? Jangan lupa posisi kita di hadapan Tuhan. Kita adalah bangsa yang terpilih (1Ptr. 2:9). Dan dengan iman kita mau mengatakan bahwa kita akan menelan raksasa masalah itu (Bil. 14:9). Selain itu sebagai anak Tuhan kita juga harus dapat menetramkan hati orang lain yang dalam ketakutan (ayat 30).
Percayalah bahwa hal yang di luar kapasitas dan pikiran kitalah yang akan menjadi bagian Tuhan untuk dikerjakan. Kita melihat contohnya ketika Daud melawan Goliat dalam 1Sam. 17. Dikatakan bahwa Goliat setiap pagi dan petang selalu maju untuk menakut-nakuti orang Israel (ay. 16). Orang Israel perlahan-lahan luntur keberaniannya, sehingga tidak pernah maju berperang. Dan ketika Daud mengajukan diri untuk berperang (ay. 32), Saul sebagai pemimpin justru mengatakan hal-hal yang melemahkan (ay. 33).
Tetapi Daud meresponinya dengan berkata bahwa Tuhanlah yang akan melepaskan dirinya dari tangan Goliat (ay. 37). Perkataannya menunjukkan imannya kepada Tuhan. Daud percaya bahwa ia akan menghadapi masalah itu bersama dengan Tuhan. Ia hanya mengandalkan Tuhan saja. Ketika Saul mendengar perkataan Daud, ia akhirnya mengijinkan Daud pergi. Perhatikan respon Saul, orang yang penakut hanya akan menakut-nakuti dan melemahkan orang lain, tetapi ia sendiri tidak akan ikut berperang! Jangan menganggap remeh ketakutan, sebab orang penakut tidak akan memperoleh bagian dalam Kerajaan Sorga (Why. 21:8).
Daud kemudian mengambil lima batu dari dasar sungai (ay. 40). Tapi bersama dengan Tuhan, batu pertama sudah menjatuhkan Goliat! Puji Tuhan! Tuhan yang adalah Imanuel berjanji bahwa Ia akan menyertai kita dalam berperang (Yos. 1:9). Sisa batu melambangkan kemenangan yang akan terus kita nikmati setiap hari! Kekuatan kuasa-Nya itu akan kita alami ketika kita mau mengandalkan Tuhan sepenuhnya dan menjadikan Tuhan segala-galanya dalam kehidupan kita. Karena itu maukah Anda percaya kepada-Nya saat ini? (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com