Kamis Desember 14 , 2017

Betapa Hebat KuasaNya

Pdt. Herman Rantung - Jakarta
Sabtu,25 November 2017

“dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Efesus 1:19
Survei terhadap kenakalan remaja menunjukkan kerusakan yang parah dalam kehidupan dunia hari-hari ini.  Dimana posisi gereja ataupun anak-anak Tuhan dalam kondisi yang demikian, apakah tindakan yang kita perbuat? Kita tidak hanya sekedar meng-aminkan betapa hebat kuasa Tuhan, tetapi kita harus membuktikan bahwa benar kuasa Tuhan itu hebat. Ayat di atas bukan hanya sekedar kita baca tetapi harus menjadi realitas dalam kehidupan kita.
Sekarang ini ada begitu banyak orang yang mengikut Tuhan dalam keadaan stagnan. Mengapa terjadi demikian:
1. Datang ke gereja hanya sekedar rutinitas, bahkan pelayanan hanyalah karena sebuah program gereja. Padahal sesungguhnya dasar kita datang ke gereja adalah karena mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kekristenan adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan. Jangan pernah beribadah hanya karena terpaksa karena itu akan menyakiti hati Tuhan. Orang yang melayani hanya karena program gereja, sebenarnya itu hanya menunjukkan gejala pertobatan, bukan pertobatan yang sesungguhnya. Mereka beribadah tetapi memungkiri kuasa  ibadah tersebut. Padahal ibadah itu mengandung janji baik untuk hari ini maupun untuk hidup yang akan datang.
2. Karena lelah melayani. Mereka berpikir bahwa jadi anak Tuhan harus melayani. Orang yang punya pengalaman pribadi dengan Tuhan tidak akan pernah mundur sekalipun menghadapai badai dan tantangan dalam kehidupannya. Itu sebabnya jadi anak Tuhan itu jangan ikut-ikutan tetapi pastikan bahwa kita memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.
Yoh. 10:10 “... Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Fokus pertama Yesus datang adalah untuk memberikan hidup, setelah itu baru berkat-berkat secara jasmani. Tetapi banyak orang yang mengikut Tuhan fokusnya adalah berkat secara jasmani. Proses Tuhan dalam kehidupan kita tidak pernah selesai sampai kita menghembuskan nafas yang terakhir. Namun banyak anak-anak Tuhan tidak mau diproses oleh Tuhan.
Tuhan memang menjanjikan kelegaan kepada kita, tetapi Tuhan juga memerintahkan untuk kita harus memikul kuk (Mat. 11:28-29). Artinya adalah supaya kita bisa diatur oleh Tuhan. Sebab kebanyakan kita tidak suka diatur, dan lebih suka mengatur diri sendiri dengan sesuka hati. Merasa tidak perlu Tuhan dan cukup dengan hanya pola kehidupan yang baik. Mereka lupa bahwa nafas hidup ini ada dalam tangan Tuhan. Jika kita masih ada sampai saat ini, itu hanya karena kemurahan Tuhan.Itu sebabnya kita pakai hidup ini untuk melayani Tuhan.
Mat. 7:21-23 “... Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Pemakaian Tuhan dalam pelayanan tidak menjadikan Tuhan mengenal kita. Mungkin kita merasa Tuhan memakai kita dengan hebat, namun hal itu tidak menentukan apakah Tuhan mengenal kita. Kita harus hidup sesuai standar firman dan jangan kompromi dengan dosa. Kita menunjukkan identitas kekristenan kita melalui pola hidup yang berbeda dengan dunia ini.     “Betapa hebat kuasa Tuhan”, hal ini merupakan kekuatan kita ketika kita diperhadapkan dengan godaan dan kebiasaan yang tidak baik. Di dalam Tuhan segala sesuatu bisa diubah. Jika kita berkata bahwa karakter kita tidak bisa berubah karena bawaan, itu salah. Ini berarti ada hal yang tidak benar dalam hidup kita, sebab bagi orang yang mengikut Tuhan hal yang tidak baik harus berubah menjadi baik. Jika kita tidak berubah maka hal itu bisa mengorbankan keluarga kita. Ada prinsip yang harus dipertahankan yaitu ketika itu sesuai dengan firman, namun segala sesuatu yang tidak sesuai firman harus berubah. Jika gereja Tuhan tidak waspada maka kita bisa jatuh. Kesaksian yang paling efektif bukanlah melalui perkataan tetapi melalui perbuatan.
2Kor. 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Hadirat Tuhan akan membuat kita mengalami jamahan Tuhan dan menjadikan kita ciptaan baru. Jika selama mengikut Tuhan tidak terjadi perubahan maka ada sesuatu yang salah dalam kehidupan kita. Tuhan menuntut perubahan dari hidup umatNya, menjadi berbeda jika dibanding dengan kehidupan yang sebelumnya. Waktu kita tidak banyak, pergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya mencari dunia yang sifatnya hanya sementara. Yesus adalah yang terutama dan segala-galanya bagi kita.
Mat. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Betapa hebat kuasa Tuhan yang dapat mengubahkan kehidupan kita. Tuhan sanggup mengubahkan kehidupan kita untuk menjadi orang yang sesuai dengan firman Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan tidak sekedar memberi hidup tetapi juga hidup yang berkelimpahan dan hidup yang diubahkan. Jangan nyaman dengan hidup yang tidak diubahkan. Tanda kita hidup dalam Tuhan adalah dengan memikul salib setiap hari, hidup kudus setiap hari dihadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com