Kamis Desember 14 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (50)

Rom 6:20)  Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
- Dosa dan kebenaran itu masing-masing bersifat eksklusif, tidak bisa berjalan bersama-sama dan tidak bisa dicampur, sebab itu bila seseorang hidup di dalam dosa maka di dalam dirinya tidak ada kebenaran, sebaliknya apabila seseorang hidup di dalam kebenaran, maka tidak mungkin ia hidup di dalam dosa. Kalau seseorang yang mengaku dirinya hidup di dalam kebenaran tetapi masih suka berbuat dosa, maka ia harus memeriksa dirinya, jangan-jangan kebenaran itu sudah hilang dalam dirinya.

(Rom 6:21)  Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
- Hidup di dalam dosa membuahkan perasaan malu seperti yang digambarkan oleh Amsal 6:32-33 “Siapa melakukan zinah tidak berakal budi ; orang yang berbuat demikian merusak diri. Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.” Enak sesaat, tetapi malunya seumur hidup!
- “…kesudahan semuanya itu ialah kematian” – Bukan hanya menimbulkan rasa malu, dosa juga membuahkan kematian, pertama kematian fisik akhirnya kematian jiwa! Seperti yang dikatakan oleh Gal. 6:7,8  “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”

(Rom 6:22)  Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
- Inilah keadaan kita sekarang ini, sudah dimerdekakan dari perhambaan dosa oleh Allah melalui pengorbanan AnakNya Yesus Kristus di atas kayu salib Golgota, maka sudah selayaknya kita sekarang memperhambakan diri kita kepada Allah. Apa yang akan kita peroleh ketika kita menghambakan diri kita kepada Allah? Sukacita dan damai sejahtera (Mat. 11:29), kelimpahan segala-galanya (Ul. 28:47), kebenaran dan kekudusan, dan pada akhirnya kita mendapat hidup yang kekal. Kalau begitu mana yang harus kita pilih, menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran? Jawabannya anda tentu tahu …

(Rom 6:23)  Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
- Ayat yang sering kita dengar, “upah dosa ialah maut”. Kata “upah” menunjuk kepada suatu pekerjaan. Hanya seorang pekerja yang berhak menerima upah. Ya, dosa itu suatu pekerjaan, dan pekerjaan yang sangat melelahkan. Orang-orang yang pernah terikat dengan suatu dosa bisa memberikan kesaksian tentang hal ini. Pada mulanya dosa itu seperti sesuatu yang menyenangkan, tetapi pada akhirnya itu sangat melelahkan dan membawa kepada kematian. Sebaliknya karunia Allah membawa kepada kepuasan jiwa dan pada akhirnya kita menerima hidup yang kekal. Haleluya!!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com