Jumat Oktober 19 , 2018

Yang Tidak Kelihatan Menentukan Yang Kelihatan

Pdm. Daniel Rudianto
Sabtu, 11 November 2017

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2Kor. 4:18)

Dalam kehidupan kita setiap saat kita hidup dalam dua dimensi yang berbeda tapi secara bersamaan. Ada dimensi yang kelihatan, namun di satu sisi ada dimensi yang tidak kelihatan. Sebagai contoh, tubuh ini kelihatan tetapi ada juga roh yang tidak kelihatan, namun berjalan bersamaan. Kita hidup bersama-sama manusia yang kelihatan, tetapi di sisi lain kita hidup bersama Tuhan yang tidak kelihatan. Namun kecenderungan kita adalah lebih memperhatikan yang kelihatan dari pada yang tidak kelihatan. Kita rutin memberi tubuh jasmani kita makan namun jarang memberi roh kita makan. Kita lebih takut kepada manusia yang kelihatan dibanding dengan Tuhan yang tidak kelihatan.
Paulus berkata bahwa ia lebih fokus memperhatikan apa yang tidak kelihatan. Sebab ternyata bahwa yang tidak kelihatan itu jauh lebih penting dan lebih nyata dibanding dengan yang kelihatan. Bahkan yang tidak kelihatan itu justru menentukan apa yang kelihatan. Bagian hidup kita yang tidak kelihatan justru yang akan menentukan kehidupan kita yang kelihatan.
Efe. 6:11-12, menjelaskan bahwa pergumulan kita setiap hari bukanlah melawan yang kelihatan (darah dan daging) tetapi melawan yang tidak kelihatan, yaitu tipu muslihat iblis. Jadi, pergumulan kita setiap hari bukan tentang hal-hal yang kelihatan tetapi yang tidak kelihatan. Karena itu dalam kehidupan kita setiap hari kita tidak dapat menggunakan cara-cara yang alamiah atau akal kita untuk menyelesaikan permasalahan kita. Kesulitan dan penderitaan yang kita hadapi setiap hari adalah akibat dari apa yang terjadi dari dimensi kehidupan kita yang tidak kelihatan. Contoh:
- Kel. 17:8-13. Kisah ini gambaran roh dan daging. Amalek adalah gambaran daging dan bangsa Isarel gambaran roh. Israel dan Amalek sedang berperang (perang yang kelihatan), sedangkan  Musa, Harun dan Hur yang naik ke Bukit untuk berdoa (perang yang tidak kelihatan). Ketika Musa mengangkat tangannya maka bangsa Israel menang dan ketika tangannya turun maka bangsa Israel kalah. Itulah sebabnya Harun dan Hur menopang tangan Musa sehingga bangsa Israel akhirnya menang. Jadi pergumulan rohani kita menentukan pergumulan jasmani kita.
- Ayb. 1:6-12. Ini adalah dimensi kehidupan kita yang tidak kelihatan. Ayub menjalani kehidupan yang normal setiap hari di alam nyata. Tetapi ada dimensi kehidupan yang tidak kelihatan. Yang menyebabkan Ayub sakit dan menderita bukanlah manusia yang kelihatan tetapi iblis yang tidak kelihatan. Demikan juga halnya dengan kehidupan kita. Ada iblis (yang tidak kelihatan) yang akan selalu membuat kita sakit, kalah, dan sebagainya.
Yang tidak kelihatan menentukan apa yang kelihatan. Prinsip ini berlaku dalam semua aspek kehidupan kita, antara lain:

1. Kebutuhan
Mat. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.     Kita semua memiliki kebutuhan dan bergumul untuk kebutuhan tersebut. Jika kita membutuhkan sesuatu dalam kehidupan ini yang perlu diutamakan adalah kebutuhan rohani, maka kebutuhan jasmani dengan sendirinya akan Tuhan tambahkan. Mengapa kebutuhan jasmani kita kurang, itu karena kebutuhan rohani kita kurang. Hal ini bukan berarti kita tidak bekerja atau tidak berusaha, tetapi utamakan hal yang rohani kemudian baru kita bekerja, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita. Mengutamakan Kerajaan Allah maka kebutuhan jasmani akan dipenuhi.
1Raja 17:1-7, hujan tidak turun selama tiga setengah tahun karena Ahab menyembah berhala. Jadi penyembahan kita juga menentukan berkat kita. Saat penyembahan kita kepada Allah terhenti karena hal-hal jasmani maka hujan atau berkat itu pun akan berhenti. Penyembahan adalah sesuatu yang tidak kelihatan tetapi justru menentukan apa yang kelihatan.
Ams. 10:22, Seringkali kita berpikir menambah waktu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita yang kian bertambah. Firman Tuhan berkata bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Bisa jadi, kita kekurangan karena kita menambah waktu kerja tetapi tidak beribadah dan berdoa. Jadi, jika kita menginginkan sesuatu maka carilah terlebih dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran.

2. Kesehatan
Kel. 23:25 “Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.”
Ini adalah janji Tuhan yang berlaku sampai saat ini. Kesehatan rohani kita menentukan kesehatan jasmani kita.
Mrk. 2:5,9. Asal mula sakit penyakit adalah dari dosa. Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa tidak ada penyakit. Dosa tidak saja karena perbuatan tetapi bisa dari lidah, perut ataupun pikiran, dan semua dosa mengakibatkan sakit penyakit. Jadi ketika kita sakit jangan sibuk dahulu untuk mengatasinya tetapi cari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Jika karena dosa maka bertobat dan minta ampun kepada Tuhan maka penyakit kita akan sembuh.
Mzm. 38, ini adalah doa Daud ketika ia mengalami sakit keras setelah berbuat dosa dengan Batsyeba. Daud mengakui dosanya dan meminta ampun kepada Tuhan, kemudian Tuhan menyembuhkan Daud.

3. Hubungan
Musuh kita bukanlah manusia yang kelihatan tetapi tipu muslihat iblis. Dalam Kej. 3, yang memperdaya Adam dan Hawa bukanlah ular tetapi iblis. Juga dalam Yoh. 13:27, bahwa yang menyalibkan Yesus bukanlah Yudas melainkan iblis. Demikian juga ketika kita berselisih dengan manusia, mereka bukanlah musuh kita sebab mereka hanya dipakai iblis untuk menghancurkan kita.
Kita perlu meneladani Yesus. Yesus tidak pernah berselisih ataupun membenci Yudas. Yesus tetap memperlakukan Yudas sama seperti murid yang lain. Bahkan sampai ketika Yesus disalib Yesus tidak pernah memecat Yudas sebagai rasul.
Ams. 16:7, hubungan kita dengan Tuhan menentukan hubungan kita dengan sesama. Jika hubungan kita dengan Tuhan baik maka kita tidak akan punya musuh sebab semua musuh kita akan didamaikan dengan kita.  Jadi ketika kita berselisih atau punya musuh, penyebabnya adalah karena hubungan kita dengan Tuhan tidak baik. Hubungan yang tidak kelihatan menentukan hubungan yang kelihatan.
Apa yang harus kita lakukan terhadap orang yang berselisih dengan kita adalah seperti terulis dalam Mat. 5:43-45, yaitu mengasihi dan berdoa untuk mereka. Hal inilah yang dilakukan oleh Yesus. Karena kita tahu bahwa musuh kita adalah iblis, maka kita tidak dapat melawannya dengan emosi sebab hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus kita lakukan adalah berdoa.

Kesimpulan:
Istrimu atau suamimu bukanlah musuhmu, hamba-hamba Tuhan bukan musuhmu, orang yang disekitarmu bukanlah musuhmu karena mereka kelihatan. Sebenarnya iblislah musuh kita semua. Itu sebabnya mari kita mengampuni sebab jika tidak maka iblis akan terus menang dan gereja Tuhan akan selalu kalah. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435