Kamis Desember 14 , 2017

Gereja Yang Kehilangan Kasih

Pdm. Daniel Rudianto
Minggu, 5 November 2017

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih - 1 Korintus 13:13

Sekarang adalah akhir jaman, tidak lama lagi Yesus akan datang kembali. Gereja harus mempersiapkan diri hari-hari ini. Fokus gereja seharusnya adalah kasih, hal yang lain yang tampak penting itu tidak sepenting kasih. Pelayanan itu penting, tetapi di atas itu adalah kasih. Jangan sampai karena pelayanan, kita kehilangan kasih, berselisih sehingga menimbulkan perpecahan. Kita sering melakukan segala sesuatu yang terbaik, memberi yang terbaik, tetapi tanpa sadar telah kehilangan kasih kepada sesama. Mari kembali kepada kasih, lebih baik mengorbankan hal yang lain untuk mengasihi.

1. Pentingnya gereja (Why. 1:3-4a, 20)
Kitab Wahyu adalah nubuatan yang pasti terjadi hari-hari ini, bukan hanya tentang antikris yang datang tetapi ada hal khusus yang disampaikan untuk gereja Tuhan. Nubuatan ini tidak disampaikan untuk perseorangan tetapi kepada jemaat gereja lokal. 7 Jemaat adalah nubuatan gereja Tuhan di akhir jaman ini, termasuk kita. Rencana keselamatan Tuhan dirancang melalui gereja Tuhan. Mustahil orang diselamatkan jika tidak tumbuh, melayani dan menetap di 1 gereja lokal.
7 jemaat (Why. 2-3):
- Efesus – kehilangan kasih
- Smirna – aniaya
- Pergamus – kompromi
- Tiatira – korupsi, melawan Tuhan, sesat
- Sardis – mati, tidak ada pekerjaan Roh
- Filadelfia – setia
- Laodikia – suam suam
Dari ke 7 tipe gereja ini, yang ideal hanya Filadelfia. Tuhan tidak menetapkan semua orang di gereja Filadelfia, tetapi Tuhan tempatkan masing-masing orang dalam 7 jemaat sesuai rencana dan kehendakNya. Masing-masing gereja punya kelebihan dan kekurangan. Pesan Tuhan, barangsiapa yang bertahan dalam gereja tersebut akan menang dan diselamatkan.
Gereja Efesus (Why. 2:1-7)
Bintang adalah gembala, kaki dian emas adalah kita jemaat, dan Tuhan yang memegang bintang. Bagaimanapun model gembala, ia 100% ada dalam kekuasaan Tuhan. Gembala tidak bisa seenak sendiri karena ia ada di tangan Tuhan, jika Tuhan bertindak, ia tidak akan dapat berbuat apa-apa. Tuhan berjalan di antara kaki dian yaitu jemaat. Mungkin gembala atau hamba Tuhan tidak mengenal kita, tidak memperhatikan kebutuhan kita yang khusus. Tetapi jangan kuatir, tetap tenang, karena Tuhan berjalan di antara kita, memperhatikan dan menjaga setiap kita.
Jemaat Efesus tekun, sungguh-sungguh, hidup benar, maju, tetapi tidak sadar sudah kehilangan kasih. Mereka mempertahankan kebenaran tetapi mengorbankan kasih antar jemaat sehingga timbul saling menghakimi dan perpecahan dalam jemaat.

2. Pentingnya persatuan dalam gereja (Kol.3:14)
Kasih itu mempersatukan yang berbeda dan menyempurnakan yang kurang. Gereja yang kehilangan kasih seperti Efesus tidak bisa bersatu. Oleh sebab itu kita harus waspada, ini tidak terjadi dalam gereja kecil yang sederhana tetapi yang sedang berkembang, yang banyak anggotanya. Yang menyatukan gereja bukan karena jemaat yang baik-baik atau karena hamba Tuhan yang sempurna, tetapi di tengah kekacauan, perbedaan, kasih yang bisa mempersatukan.
Contoh jemaat di Korintus (1Kor. 1:10-13, 3:3-9). Jemaat di Korintus maju pesat dan hebat dalam urusan rohani tetapi mengalami perpecahan. Intinya, 1 dengan yang lain saling membutuhkan dan kita bukan apa-apa tanpa jemaat yang lain. Mungkin kita tidak peduli ada jemaat yang hilang, sudah tidak datang lagi, tetapi bisa jadi keselamatan kita ditentukan oleh mereka atau salah satu dari anggota jemaat di gereja kita.
Luk. 15:8-10 tentang dirham yang hilang, kita memahami sekedar 1 jiwa yang hilang itu berharga, tetapi pemahamannya lebih dari itu, hal ini sangat serius. Perempuan adalah gambaran gereja Tuhan dan dirham adalah jemaat. Tradisi pada jaman itu, pria yang mau menikahi seorang wanita akan memberikan kalung dari 10 dirham yang diuntai sebagai tanda pertunangan lalu pergi merantau selama beberapa waktu. Sahabat-sahabat pria bertugas mengawasi wanita. Jika ketahuan selingkuh, maka sahabat pria itu berhak mengambil 1 dirham secara sembunyi. Setelah pria pulang dari merantau dan mendapat dirham wanita tidak lengkap, pria berhak membatalkan pernikahan karena wanita tidak setia. Wanita dalam kisah ini, ketika tahu dirhamnya hilang dan menghadapi resiko batal menikah karena dianggap tidak setia, maka ia menyapu seisi rumah sampai menemukan dirham itu. Jika ada 1 jiwa yang hilang, maka yang beresiko adalah 1 gereja. Ketika Yesus, mempelai pria datang melihat gereja ada dalam perselisihan, maka resikonya adalah keselamatan kita. Betapa pentingnya persatuan karena rencana keselamatan gereja bukan hanya untuk perorangan tetapi untuk 1 gereja.

3. Makna perjamuan suci (1Kor. 11:17-19)
Banyak jemaat di Korintus setelah perjamuan suci justru sakit bahkan meninggal. Perjamuan suci adalah gambaran tubuh Yesus yang dipecah-pecah di atas kayu salib, supaya kita yang tadinya terpecah dipersatukan kembali melalui tubuh Kristus. Mungkin dalam benak kita, ketika menerima perjamuan suci, kita akan sembuh dan diberkati. Jika kita menerima perjamuan suci namun tidak mau bersatu, mengampuni, iri hati, dendam, berarti kita tidak mengakui tubuh Kristus dan sangat berbahaya (1Kor. 11:27-30). Semua gereja mempunyai kelemahan, kekurangan, tetapi tetaplah tumbuh dan melayani di manapun kita ditempatkan.

Marilah kita saling mengampuni, mendoakan dan memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com