Kamis Desember 14 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (47)

Rom. 6:12)  Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
- Ayat ini sangat erat kaitannya dengan ayat sebelumnya yang menegaskan bahwa kita, yang telah dibaptis ke dalam Kristus, telah mati terhadap dosa, oleh sebab itu seyogyanya dosa sudah tidak menguasai kita lagi! Kata “berkuasa” dalam bahasa Gerika dipakai kata “basileuo” yang artinya “memerintah sebagai raja” atau “berdaulat”. Inilah kebenaran yang harus kita pegang, yakni : Kita sudah tidak lagi berada di bawah kuasa (kekuasaan) dosa! Dengan demikian kita tidak lagi punya kewajiban untuk menuruti keinginannya! Kita sebagai bangsa Indonesia yang pernah dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang tahu persis apa artinya orang yang terjajah. Tidak punya kebebasan, tertindas, tidak bisa melawan! Itulah keadaan kita sebelumnya, dijajah oleh dosa sehingga kita mau tidak mau harus mentaati hukum dosa! Kita tahu bahwa dosa itu jahat, tetapi kita tidak mampu untuk berkata “tidak” kepada dosa karena kita ada di bawah kuasa dosa. Tetapi kini kita sudah merdeka! Sama seperti bangsa Indonesia yang sudah merdeka. Kita tidak perlu tunduk kepada penjajah lagi. Kalau perlu kita memakai semangat ’45 dalam melawan dosa: Merdeka atau mati!!

(Rom. 6:13)  Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
- Ayat ini adalah konsekuensi dari ayat sebelumnya. Bila kita sudah mati terhadap dosa maka kita tidak boleh menyerahkan tubuh kita untuk dipakai oleh dosa sebagai alat, dengan lain kata kita tidak boleh tunduk kepada dosa. Ingat, dosa tidak pernah menyerah, ia terus kembali untuk menguasai kita lagi. Seperti tentara Belanda yang mendompleng tentara sekutu untuk datang menjajah bangsa Indonesia lagi, seperti Firaun yang tidak melepaskan bangsa Israel keluar dari Mesir, tetapi sebagai bangsa yang telah merdeka maka kita tidak boleh menyerah. Kita harus mempertahankan kedaulatan kita. Kita harus melawan! Banyak anak Tuhan yang tidak mengerti kebenaran ini sehingga mereka mudah dikalahkan oleh iblis dan dosa.

- “…orang-orang yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup…” – Baptisan air bukan hanya lambang kematian tetapi juga lambang kebangkitan. Kita mati terhadap dosa tetapi hidup terhadap kebenaran, mati terhadap iblis tetapi hidup bagi Allah. Oleh sebab itu kita sekarang harus menyerahkan tubuh kita kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata atau instrumen kebenaran. Dengan lain kata, melakukan kebenaran adalah gaya hidup anak Tuhan yang sudah lahir baru! Anda mengaku sudah lahir baru? Maka gaya hidup anda harus berubah, yakni melakukan kebenaran. Sebaliknya bila hidup anda masih di dalam dosa, maka anda perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah aku memang benar sudah lahir baru atau tidak?

(Rom. 6:14)  Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
- Ayat ini menjelaskan lebih jauh mengapa kita tidak di bawah kekuasaan dosa, yaitu karena kita tidak lagi di bawah Taurat tetapi di bawah kasih karunia. Taurat memang hukumnya orang Yahudi tetapi Alkitab mengatakan bahwa Taurat juga tertulis di dalam hati kita, dan k arena kita semua tidak bisa memenuhi tuntutannya dengan sempurna maka kita semua jatuh di bawah kutuk Taurat. Tetapi puji Tuhan, Yesus telah menanggung kutuk bagi kita sehingga kita yang ada didalam Kristus dibebaskan dari kutuk Taurat dan kita sekarang berada di bawah kasih karunia! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com