Kamis Desember 14 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (46)

(Rom 6:10)  Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

- Kembali di ayat ini dijelaskan pemahaman tentang kematian Kristus dan ini sangat penting bagi kita. Mengapa? Karena kita harus ingat bahwa dalam baptisan air kita dipersatukan dengan kematianNya, jadi kematianNya juga kematian kita. Lalu apa arti kematian Kristus? KematianNya adalah kematian terhadap dosa, sedangkan kehidupanNya adalah kehidupan bagi Allah, dan itu terjadi satu kali untuk selamanya atau “once for all”. Dalam bahasa asli dipakai kata “ephapax” yang artinya “sekali untuk selamanya”. Kata ini juga dipakai di beberapa ayat berikut dengan pengertian yang sama.
* Ibr. 7:27 Yesus sebagai Imam Besar kita mempersembahkan korban yakni Diri-Nya sendiri satu kali untuk selamanya.
* Ibr. 9:12 Yesus sebagai Imam Besar masuk ke Ruang Maha Kudus Allah yang ada di sorga dengan membawa darah-Nya sendiri sebagai persembahan kepada Bapa, sekali untuk selamanya.
* Ibr. 10:10 Sekali Yesus mengorbankan tubuhNya di atas kayu salib dan untuk selamanya itu sanggup untuk menguduskan kita.

(Rom 6:11)  Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

- Ayat ini merupakan ayat yang sangat penting dari perikop ini dan merupakan salah satu ayat kunci untuk kita dapat hidup berkemenangan atas dosa. Untuk itu mari kita lihat dengan teliti…

- “Demikian hendaknya…” – Kata “demikian” menunjukkan kesinambungan dengan kebenaran yang telah disampaikan sebelumnya. Apakah itu? Fakta bahwa Yesus telah mati bagi dosa sekali untuk selamanya dan bahwa baptisan air adalah penyatuan kita dengan kematian Yesus.

- “…hendaknya kamu memandangnya…” – Dalam bahasa asli dipakai kata “logizomai” yang berasal dari kata “logos”. Kata “logizomai” artinya menganggap, memikir, memperhitungkan, berpendapat. Jadi, dengan adanya alasan-alasan yang telah disebutkan di atas, maka kita harus mempunyai anggapan atau pandangan atau pendapat atau pikiran sebagai berikut…

- “…bahwa kamu telah mati bagi dosa…” – Kata “mati” dipakai kata “nekros” yang artinya jenasah atau mayat. Jadi di hadapan dosa kita ini sudah menjadi mayat. Apa artinya? Dosa sudah tidak bisa mengganggu atau mempengaruhi bahkan menguasai kita lagi. Seperti orang yang sudah mati tidak bisa diajak bicara ataupun berteman lagi.

- “…tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” – Benar kita telah mati namun kita juga hidup. Baptisan air adalah lambang kematian, penguburan dan kebangkitan. Jadi kita memang mati bagi dosa, tetapi kita juga hidup, hidup bagi Allah di dalam (oleh) Yesus Kristus Tuhan kita. Itulah sebabnya, kita yang sudah lahir baru dan dibaptis harus memiliki pandangan atau pikiran yang demikian, yakni kita telah mati terhadap dosa dan kini kita hidup bagi Allah. Dosa tidak bisa menguasai kita lagi, dosa tidak bisa mengontrol kita lagi, kita tidak lagi hidup dibawah dosa. Haleluya! Inilah yang saya katakan di atas, bahwa ayat ini adalah salah satu ayat kunci untuk kita hidup berkemenangan atas dosa. Kita memang masih bisa berbuat dosa karena kita masih belum sempurna dan masih hidup di dalam daging, tetapi kita tidak diperintah lagi oleh dosa, kita tidak lagi di bawah hukum dosa! Ini adalah kebenaran Firman Tuhan yang harus kita terima dengan iman! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com