Kamis Desember 14 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (45)

(Rom 6:7)  Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
- Kita tahu bahwa tidak ada cara lain untuk membebaskan seseorang secara tuntas kecuali dengan kematian. Orang yang telah mati bebas dari segala kewajiban dan segala tuntutan karena ia memang telah mati dan tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah sebabnya banyak orang yang mengakhiri hidupnya sendiri karena mau “membebaskan diri” dari segala kewajibannya (tetapi bagi anak Tuhan jangan sekali-kali berpikir demikian, karena orang yang bunuh diri tidak selamat jiwanya!). Demikian juga dengan prinsip rohani, untuk membebaskan kita sama sekali dari belenggu dosa (perhambaan dosa) maka kita harus “mati”! Kematian disini bukanlah kematian jasmani, sebab bila itu adalah kematian jasmani kita juga tidak selamat bila kita mati di dalam dosa (mati sebagai orang berdosa). Tetapi kematian disini menunjuk kepada kematian secara rohani! Kapan itu terjadi? Waktu kita dibaptis! Seperti yang sudah dibahas di pelajaran yang lalu bahwa baptisan air adalah lambang kematian, penguburan dan kebangkitan kita di dalam Kristus. Jadi melalui baptisan air kita alami kematian secara rohani yakni manusia lama kita yang mati, dan sejak itu dosa tidak berkuasa lagi atas diri kita!

(Rom 6:8)  Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
- Ini adalah konsekwensi dari ayat sebelumnya. Jika kita mati dengan dan di dalam Kristus, kita akan bangkit bersama dengan Kristus untuk menerima kehidupan kekal. Sebaliknya, bila seseorang mati di dalam dosa, maka ia akan bangkit di dalam dosa-dosanya untuk menerima penghukuman yang kekal. Melalui baptisan air kita menerima kebangkitan kita secara rohani, tetapi kelak bila Kristus datang kedua kali (dan kita sudah mati terlebih dahulu), kita akan menerima kebangkitan secara jasmani atau secara tubuh. Tentu bukan tubuh yang sekarang ini, yang akan rusak dan kembali ke tanah, tetapi dengan tubuh kebangkitan yang mulia, tubuh yang sama seperti tubuh Kristus ketika Kristus bangkit dari antara orang mati (baca : I Kor. 15:35-58)

(Rom 6:9)  Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi : maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
- Di dalam ayat ini ada tiga kata yang dipakai untuk menyatakan kata “mati”. Mari kita selidiki.
- “…sesudah Ia bangkit dari antara orang mati…” – Kata “mati” disini dipakai kata “nekros” Kata “nekros” artinya “tubuh yang sudah mati atau mayat”. Di dalam bahasa Inggris kata “nekrosis” artinya kematian dan proses pembusukan dari sesuatu benda yang hidup. Yesus Kristus telah alami kebangkitan dari kematian. Hal itu terjadi tiga hari setelah kematianNya di atas kayu salib Golgota.
- “…tidak mati lagi…” – Kata “mati” yang kedua ini dipakai kata “apothnesko” Kata “apothnesko” terdiri dari dua yakni “apo” yang artinya “from atau away from” atau “terpisah dari”, sedangkan “thnesko” artinya “mati”. Jadi kata “apothnesko” bila diterjemahkan secara hurufiah berarti “kematian yang membawa perpisahan” atau “to die away, to die from”. Itulah hakekat kematian. Bila seseorang telah mati artinya ia benar-benar terpisah dari kehidupan di dunia ini. Sebagai tambahan, kata ini juga dipakai di Kol.3:3 “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
- “…maut tidak berkuasa lagi atas Dia” – Kata “maut” disini berasal dari kata “thanatos” yang artinya kematian secara fisik (kematian tubuh), tetapi juga bisa berarti kematian jiwa dimana seseorang dipisahkan dari hadirat Allah untuk selama-lamanya. Ketika Kristus tinggal dalam tubuh manusia, tubuhNya dikuasai oleh maut, oleh sebab itu Ia mengalami kematian di atas kayu salib Golgota untuk dosa-dosa umat manusia. Tetapi setelah Ia bangkit dari antara orang mati, maka tubuhNya tidak lagi dikuasai oleh maut, artinya sekarang Ia hidup sampai selama-lamanya! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com