Kamis Desember 14 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (44)

(Rom. 6:4)  Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

- “Dengan demikian…” – Ayat ini berkaitan erat dengan ayat sebelumnya dan merupakan penjelasan logis dari apa yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa baptisan air adalah penyatuan orang percaya dengan kematian Kristus.

- “…kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan…” – Bukan hanya kematian, tetapi juga penguburan. Kata “dikuburkan” dalam bahasa asli dipakai kata “sunthapto” yang berasal dari dua kata yaitu  kata “sun” yang artinya “bersama-sama” dan kata “thapto” yang artinya “dikubur”, sehingga sangat tepat sekali terjemahan “dikuburkan bersama-sama” itu. Kata baptisan dalam bahasa aslinya dipakai kata “baptizo” yang mengandung pengertian dicelupkan, ditenggelamkan, basah kuyup (fully wet). Berdasarkan pengertian serta arti dari kata baptisan maka sangat tepat sekali bila baptisan harus dilaksanakan dengan cara diselam!

- “…sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati…” – Kita bukan hanya alami kematian dan penguburan tetapi kita juga alami kebangkitan sama seperti Kristus!

- “…demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” – Baptisan air melahirkan kita ke dalam satu kehidupan yang baru, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus, “…yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Kor. 5:17)

(Rom. 6:5)  Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

- Ayat ini masih ada hubungannya dengan ayat sebelumnya. Dikatakan kalau kita disatukan dengan kematian Yesus maka kita juga akan disatukan dengan kebangkitan Yesus. Kata “menjadi satu” dalam bahasa asli dipakai kata “sumphutos” yang artinya “ditanam bersama-sama”. Jadi dalam ayat ini kita diibaratkan dengan sebuah tanaman yang ditanam bersama dan akan dituai bersama. Tentu ini merupakan lambang atau gambaran. Secara manusia kita memang masih hidup tetapi secara rohani kita sudah mati, apa yang mati ?

(Rom. 6:6)  Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

- Baptisan memang suatu lambang, lambang kematian, penguburan dan kebangkitan kita di dalam Kristus. Tetapi lebih jauh ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa baptisan air itu bukan “sekedar” lambang, karena  memang ada sesuatu yang terjadi di dalam kita, apakah itu? Manusia lama kita mati dan dikuburkan! Di dalam salinan lain, manusia lama disebut “old man” atau “old self”, dalam bahasa asli dipakai kata “palaios anthropos”. Kata “palaios” artinya “sudah usang, kadaluwarsa”, sedangkan “anthropos” artinya “manusia”. Manusia lama yang dimaksud di sini bukanlah manusia jasmaniah tetapi manusia batiniah. Kalau ada manusia lama tentunya ada manusia baru. Lalu apa manusia lama dan manusia baru itu?

- Manusia lama adalah manusia batiniah kita yang kita warisi dari kelahiran kita secara alamiah. Kita semua dilahirkan dari keturunan Adam dan Hwa yang sudah jatuh dalam dosa, oleh sebab itu manusia batiniah kita juga sudah terkontaminasi oleh dosa bahkan dikuasai oleh dosa. Sedangkan manusia baru ialah manusia batiniah yang kita peroleh melalui kelahiran baru di dalam iman kepada Yesus Kristus (Yoh. 3:3-5). Ketika seseorang percaya kepada Yesus, ia dilahirkan baru maka ia menjadi manusia yang baru, namun manusia lamanya tetap ada dan harus dilepaskan. Bagaimana caranya supaya manusia lama itu terlepas dari hidup kita? Hanya satu cara yaitu melalui baptisan air. Melalui baptisan maka manusia lama kita disalibkan, mati dan dikuburkan sekali untuk selamanya.

- “…supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya…” – Manusia lama adalah manusia yang dikontrol dan dikuasai oleh hukum dosa. Itulah sebabnya ketika manusia lama kita mati maka kita terlepas dari hukum dosa, dengan lain kata kita tidak dikuasai lagi oleh dosa. Ingat bangsa Israel ketika dibebaskan dari Mesir, mereka baru benar-benar terlepas dari Firaun setelah mereka menyeberangi laut Teberau. Penyeberangan laut Teberau merupakan lambang dari baptisan air (1Kor. 10:1, 2). (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com