Kamis Oktober 19 , 2017

Lalang Di Antara Gandum

Pdm. Daniel Rudianto
Minggu, 1 Oktober 2017

Ayat Bacaan: Matius 13:24-30

Ini adalah perumpamaan kedua yang diberikan penjelasan oleh Yesus. Yesus memakai perumpamaan adalah supaya orang yang sungguh-sungguh memperhatikan Firman Tuhan mudah mengerti, sedangkan yang asal-asalan mendengar Firman Tuhan tidak mengerti sama sekali.
Ams. 25:2 Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.
Firman ini sangat dalam, bahkan dirahasiakan oleh Tuhan bagi mereka yang tidak berminat akan Firman Tuhan. Tetapi bagi mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan Firman maka akan mudah mengerti. Setiap ayat dari Firman Tuhan adalah luar biasa. Tetapi ini adalah bagi mereka yang semakin dalam menggali Firman.
Perumpamaan lalang dan gandum merupakan perumpamaan yang menggambarkan dunia pada umumnya, tetapi secara khusus adalah keadaan gereja atau jemaat Tuhan di akhir zaman. Kita siap ataupun tidak siap, sadar atau tidak sadar, inilah waktunya akhir zaman dimana Tuhan akan segera datang kembali. Mari kita bangun dan sadar dari segala dosa dan kelemahan kita.

Mat. 13:24-26
Hal ini bicara tentang gereja Tuhan. Tuhan menaburkan benih yang baik didalam gerejaNya yaitu Firman Tuhan. Kita harus yakin bahwa semua Firman Tuhan yang dibagikan dalam gereja, itu adalah benih yang baik. Tetapi musuh yaitu iblis menabur benih lalang atau kemunafikan di dalam gereja. Mengapa kita melihat ada sesuatu yang tidak baik dalam gereja padahal yang ditabur adalah benih yang baik.
Luk. 12:1b Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Ini rawan terjadi di dalam gereja. Jadi di dalam gereja ada dua jenis orang yang digambarkan sebagai gandum dan lalang. Gandum adalah orang-orang yang sungguh-sungguh memperhatikan Firman Tuhan, sehingga ia bertumbuh dan berbuah, menjadi jemaat yang baik. Tetapi disisi yang lain, karena iblis menebarkan benih kemunafikan, maka akan muncul jemaat yang seperti lalang. Dosa kemunafikan sangat berbahaya dan tidak terlihat mata. Berbeda dengan dosa yang lain ketika dilakukan bisa terlihat oleh orang lain.
Mat 13:25 “pada waktu semua orang tidur”
Ini adalah salah satu ciri kemunafikan yaitu melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Iblis menabur kemunafikan pada waktu semua orang sedang tidur, sehingga tidak ada yang tahu, bahkan orang yang munafik sendiri juga bisa tidak tahu. Jangan sampai kita yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan ternyata pada akhirnya kita didapati sebagai lalang.
Contoh Yudas Iskariot (Yoh 13:28-29). Beberapa saat sebelum Yudas menghianati Yesus, murid-murid tetap tidak sadar jika Yudas akan mengkhianati Yesus, bahkan  tidak sadar dalam waktu tiga setengah tahun Yudas menjadi orang yang munafik. Seperti lalang di tengah gandum. Kita tidak tahu siapa lalang dan siapa gandum.
Dalam Mat 26:25, Yudas sendiri bahkan tidak sadar kalau dia salah. Inilah dosa kemunafikan yang bekerja dalam kehidupan seseorang. Karena itu sangat mungkin setiap orang adalah lalang sebab antara lalang dan gandum itu sangat mirip. Karena itu kita perlu waspada. Pastikan bahwa kita bukanlah lalang.
Mat. 13:26, bahwa lalang dan gandum tidak bisa dibedakan kecuali dari buahnya. Pada waktu mereka mulai berbuah maka mulai tampaklah perbedaannya. Dari buahnyalah kita bisa mengenal mereka (Mat 7:20).

Bagaimana perbedaan buah lalang dan gandum?
1. Lalang, buahnya warna hitam sedangkan buah gandum warna keemasan. Jadi, begitu berbuah kita bisa membedakan. Buah berbicara tentang apakah kita ini bermanfaat bagi orang lain atau tidak. Buah tidak berbicara tentang urapan atau talenta, ataupun berkat Tuhan. Gandum adalah makanan pokok yang penting bagi manusia di seluruh dunia, sedangkan lalang tidak berguna. Jika harta kita bermanfaat bagi orang lain itu adalah buah. Berbicara tentang buah bukanlah apakah kita diberkati dengan melimpah, melainkan apakah hidup kita berguna bagi orang lain. Jadi kita bisa melihat apakah kita ini lalang ataukah gandum. Segala sesuatu yang kita lakukan untuk kepentingan diri sendiri itu bukanlah buah. Marilah mulai hidup bermanfaat bagi orang lain.

2. Ketika gandum dan lalang sudah matang, buah gandum akan merunduk sebab bulirnya berat, sedangkan lalang tetap tegak. Kita akan mudah membedakan, sebab semua gandum akan merunduk sedangkan lalang tetap tegak berdiri. Sifat gandum itu tunduk, merendahkan diri, artinya tidak suka melawan, memberontak. Mari kita periksa hidup kita, apakah kita adalah orang yang suka tunduk kepada otoritas Jika kita tidak mau tunduk, maka kita pasti lalang.

Inilah perbedaan antara gandum dan lalang. Gandum itu bermanfaat bagi orang lain. Kita bisa berkelimpahan tetapi tidak bermanfaat bagi orang lain. Sekalipun hidup kita masih berkekurangan tetapi menjadi berkat bagi orang lain, itulah gandum. Gandum memiliki sifat yang tunduk, tidak suka melawan.

Mat. 13:27-30
Gembala adalah seorang yang dipercaya untuk menjaga jemaat Tuhan, baik gandum maupun lalang. Hanya gembala yang dapat membedakan antara gandum dan lalang. Tetapi gembala tidak diijinkan untuk mencabut lalang, meskipun lalang itu sangat menghambat pertumbuhan gandum. Mengapa? Sebab akar lalang itu bekerja lebih cepat dari pada akar gandum. Akarnya menyebar dan mencengkram akar gandum, sehingga ketika lalang dicabut sebelum gandum matang, gandum ikut tercabut. Karena itu kita harus bersabar dan menunggu Tuhan sendiri yang mencabut lalang dari antara gandum.
Kita tidak perlu menuduh siapapun sebagai lalang, yang penting adalah bagaimana kita memeriksa kehidupan kita untuk terus bertumbuh dan berbuah. Saat gandum sudah matang Tuhan pasti akan mencabut lalang. Jadi dalam gereja seharusnya tidak boleh ada perselisihan sebab masing-masing kita belum tahu siapakah lalang ataupun gandum.

Kesimpulan:
Gereja adalah milik Tuhan sepenuhnya meskipun banyak lalang di dalamnya. Tuhan sengaja membiarkan lalang itu tumbuh bersama-sama untuk menjadikan gandum-gandum semakin kuat. Jangan kecewa sebab dalam segala apapun yang terjadi Tuhan selalu mengawasi gerejaNya. Tugas kita sebagai jemaat Tuhan adalah terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang matang di bawah pengawasan seorang gembala yang Tuhan percayakan. Kita harus menyadari bahwa penghakiman itu adalah milik Tuhan, sehingga kita tidak berhak dan tidak perlu untuk menghakimi orang lain. Mari terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com