Jumat Desember 15 , 2017

Perempuan Kanaan Yang Percaya

Pdt. Herman Rantung - Jakarta
Sabtu, 23 September 2017

Bacaan: Matius 15:21-28

Ada seorang ibu, bukan dari bangsa Israel, anaknya sedang kerasukan setan dan sangat menderita. Dalam Mrk. 5:2-5 diceritakan orang yang kerasukan setan benar-benar sangat menderita. Ibu ini datang pada Yesus, ia datang kepada orang yang tepat. Mungkin ia sudah mendengar bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Tetapi Yesus tidak menjawabnya. Apakah kita tetap cinta Tuhan meskipun kita tidak dijawab?

1. Tuhan tidak bisa digerakkan dari seberapa besar masalahmu.
Seringkali kita menjadikan Tuhan seperti “kacung”, kita datang pada Tuhan ketika ada dalam masalah dan mengacuhkan Tuhan. Tidak butuh Tuhan ketika keadaan kita baik-baik saja. Jangan sampai ada di antara kita yang memiliki mental untuk memerintah Tuhan.
Ketika Tuhan tidak menjawab, jangan menjadi kecewa. Tuhan lebih suka kita ada di dalam proses, bukan hasil, sementara kita selalu ingin mendapatkan hasil dengan cepat.
Ketika ibu ini tidak mendapat respon, ia lebih berteriak sampai murid-murid Yesus marah kepadanya. Tantangan terbesar yang kita hadapi ketika kita mendekat pada Tuhan biasanya berasal dari orang terdekat kita (suami, istri, orang tua, anak). Padahal orang lain tidak tahu arti teriakan, tangisan jeritan kita pada Tuhan. Murid-murid yang marah tidak tahu betapa susahnya mengurus orang yang kerasukan setan.
Ay. 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Pernahkah kita ke gereja dan berharap bahwa  firman Tuhan yang akan disampaikan adalah jawaban atas permasalahan kita tetapi yang terjadi sebaliknya atau berlawanan. Misalnya, kita berharap mendapat berkat jasmani, tetapi firman yang disampaikan tentang menabur.
Ay. 25 katakan, meskipun jawaban tidak sesuai dengan keinginannya, ibu ini merasa ada harapan dan ia lebih mendekat kepada Yesus serta menyembahNya.
Orang yang tidak gampang menyerah/kecewa/ mundur inilah yang dicari Tuhan di akhir jaman ini.

2. Tuhan juga tidak bisa digerakkan dari seberapa besar penyembahanmu.
Yoh. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Berarti ada penyembah yang salah. Banyak orang menyembah Tuhan karena terpaksa. Pada jaman bangsa Israel, ada persembahan yang tidak berkenan kepada Tuhan bahkan menjadi kekejian bagi Allah.
Ketika Tuhan berkata kepada kita “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing´. Apakah kita masih mau mengikut Tuhan? Sebagian besar orang pasti tersinggung dan ketika kita tidak bisa diingatkan melalui firman Tuhan, kita adalah orang-orang yang sombong. Bersyukurlah ketika kita ditegur, diingatkan melalui firman, karena Tuhan mengasihi kita.
Kita juga bukan bangsa Israel, kita hanya dicangkokkan saja, menerima remah-remah berkat dari Tuhan (ay. 27). Semua yang kita punya, kita bisa, hanya karena Tuhan, bukan hasil usaha kita sendiri.
Ay. 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Yang membuat Allah bertindak adalah iman kita. Penyembahan dengan iman membuat Allah bergerak.  

Masih adakah iman dalam diri kita? Tetaplah teguh dan percaya Tuhan sanggup melakukan segala perkara walaupun kita belum melihat. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com