Kamis Oktober 19 , 2017

Three Extraordinary Women

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 17 September 2017

Wanita adalah pribadi yang khusus dan luar biasa. Alkitab mengatakan bahwa wanita adalah penentu keberhasilan dan keselamatan keluarga. Jadi seorang istri itu memegang peranan yang penting dalam keluarga. Kalau istri takut akan Tuhan dan bijak, maka keluarganya akan dibangun dan diberkati, tetapi sebaliknya, istri yang bodoh menghancurkan rumahtangganya dengan tangannya sendiri (Ams. 14:1). Alkitab juga mengatakan bahwa seorang istri yang bijak nilainya jauh melebihi permata (Ams. 31:10-31). Jadi seorang istri perlu memperhatikan bagaimana keadaan rumahtangganya sendiri.
Tetapi hal ini bukan hanya untuk wanita saja tetapi juga para pria, sebab dalam Alkitab “wanita” adalah gambaran dari gereja Tuhan.  Sekalipun ketiga wanita ini istimewa, namaun hal itu bukan berarti mereka mendapat prioritas dari Allah, sebab Allah tidak memandang muka dan tidak membeda-bedakan. Dalam pemandangan Tuhan semua manusia sama. Artinya setiap kita punya kesempatan yang sama untuk  menjadi pribadi yang  istimewa! (I Pet.1:17)

Dan sekarang mari kita lihat ke tiga pribadi ini…
1. Wanita anonim (Lukas 7:36-50) → Extraordinary Love
Alkitab tidak mencatat siapa nama wanita ini, tapi sekalipun demikian wanita ini telah melakukan sesuatu perbuatan yang luar biasa (extraordinary). Ia datang dari belakang untuk mendekati Yesus, ia mulai menangis dan dengan airmatanya ia membasahi khaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya. Ia mencium dan meminyaki kaki Yesus. Rambut bagi wanita adalah sesuatu yang sangat berharga. Ini merupakan gambaran dari sebuah tindakan penyembahan (worship), karena dalam bahasa aslinya pengertian dari penyembahan itu ialah “mencium”. Wanita ini menyembah Yesus dengan caranya sendiri. Menyembah dengan hati yang hancur. Wanita ini menyembah Yesus dengan caranya sendiri. Menyembah dengan hati yang hancur.
Mengapa perempuan ini  bisa melakukan hal ini? Karena “dosanya yang banyak itu telah diampuni” (Luk.7:41-47). Alkitab menyatakan bahwa wanita ini punya reputasi yang kurang baik, tetapi saya percaya ketika melakukan tindakan ini ia sudah bertobat. Ia telah mengalami kasih dan jamahan Tuhan. Sebab itu sekarang ia mencurahkan kasihnya kepada Yesus.
Mungkin kita mempunyai masa lalu yang kelam, namun yang terpenting ialah apakah kita sudah bertobat. Sebab tanpa pertobatan tidak ada pengampunan. Wanita ini merasakan bagaimana Allah sudah mengampuni dosa-dosanya. Daud berkata, betapa bahagianya orang yang dosanya diampuni oleh Allah. Itulah sebabnya wanita ini sangat mengasihi Yesus dan mencurahkan penyembahannya kepadaNya. Hal inilah yang indah di pemandangan Tuhan.
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan kita? Apakah kita juga merasa bahwa dosa kita yang banyak sudah diampuni?
Kita perlu menyadari bahwa wanita ini adalah merupakan gambaran diri kita. Mungkin kita tidak seperti wanita ini yang reputasinya jelek, tetapi kita juga banyak melakukan kesalahan. Sebab ketika kita merasa “lebih benar” dari orang lain itu sudah merupakan suatu kesalahan. Inilah yang dilakukan oleh orang Farisi, yaitu membandingkan dirinya dengan dosa pemungut cukai (Luk.18:9-14). Tetapi firman Tuhan mengatakan bahwa si pemungut cukai pulang sebagai orang yang lebih dibenarkan oleh Tuhan. Intinya adalah mari kita menyadari bahwa dosa-dosa kita yang banyak juga sudah diampuni oleh Tuhan. Kita mau menyadari kasih Tuhan begitu besar yang sudah dicurahkan bagi kita.

2. Maria (Yohanes 12:1-8) → Extraordinary Faith
Ini adalah peristiwa yang berbeda dengan yang tadi. Di Yohanes 12 ada seorang wanita yang juga mengurapi kaki Yesus dan waktunya adalah minggu terakhir sebelum Tuhan Yesus disalib, namanya ialah Maria dari saudara Marta dan Lazarus.
Maria tidak sekedar mengurapi dengan minyak wangi, tetapi juga memecahkan buli-bulinya. Ini adalah sebuah totalitas. Ini adalah minyak wangi yang sangat mahal harganya. Harga 300 dinar adalah upah pekerja dalam satu tahun. Apa yang dilakukan Maria ini adalah suatu extraordinary faith (iman yang luar biasa), sebab sebenarnya Maria bukan hanya mencurahkan minyak tetapi yang ia lakukan adalah mencurahkan masa depannya (Maria pour out her “future”). Karena menurut kebiasaan orang Yahudi, setiap wanita mengumpulkan minyak wangi yang mahal untuk persiapan hari pernikahan mereka dan itu adalah harta yang sangat berharga bagi mereka. Maria punya iman kepada Yesus sehingga ia mencurahkan minyaknya kepada Yesus. Ini adalah tindakan iman yang luar biasa!
Dari mana Maria memiliki iman seperti itu? Alkitab mencatat bahwa Maria ini memiliki satu kelebihan yaitu ia suka duduk di kaki Tuhan mendengarkan Firman (Luk.10:38-42). Setiap kesempatan Yesus datang ke Betania, ia selalu duduk di kaki Tuhan mendengarkan Tuhan Yesus menyampaikan FirmanNya. Inilah yang membuat Maria punya iman. Roma berkata bahwa Iman itu datang dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Tuhan (Roma 10:17). Sebab itu betapa pentingnya kita mendengarkan Firman agar kita punya iman yang hidup!
Yak.2:17  “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

3. Maria Magdalena (Yoh. 20:11-18) → Extraordinary Hope
Ini Maria  yang berbeda dengan Maria yang di atas. Dalam Luk. 8:2 kita melihat latar belakang Maria, ia seorang yang pernah dibebaskan dari 7 roh jahat. Itu sebabnya ia mengiring dan melayani Yesus. Kita juga perlu alami pembebasan sebab Tuhan Yesus adalah Pembebas dan Juruslamat.
Di sini kita melihat peristiwa yang terjadi ketika Yesus dikubur. Maria datang ke kubur Yesus kosong, lalu ia pulang dan memberitahu murid-murid apa yang telah terjadi. Petrus dan Yohanes datang ke kubur untuk membuktikan apa yang Maria katakan, setelah itu kedua murid itu pulang lagi tetapi Maria masih tetap tinggal di kubur. Maria menangis di sana sebab ia begitu cintanya dan ingin bertemu dengan Yesus walaupun hanya mayatNya saja. Ia masih punya harapan walaupun cuma melihat mayat. Maria punya harapan yang lebih dari yang lain (Extraordinary Hope). Yang  lain sudah menyerah tetapi Maria masih punya harapan. Maria ingin melihat mayat Yesus, tetapi yang ia peroleh ia bertemu dengan Yesus yang bangkit dari kubur. Sebab itu jangan putus harap walaupun pengharapan itu sekecil apapun. Sebab di dalam Yesus selalu ada pengharapan (Rom 5:5). Tuhan sanggup mengubah dukacita menjadi sukacita, ratapan menjadi tari-tarian (Mzm.30:12  Est.9:22). Sebab pengharapan kita dalam Yesus tidak pernah sia-sia. Tuhan akan melakukan jauh lebih besar dari apa yang dapat kita doakan dan pikirkan.
Rom 5:5  “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Sebab itu sampai kapanpun, jangan sampai Iman, Pengharapan dan Kasih itu hilang dari diri anda, peganglah itu sampai pada akhirnya…  Tuhan Yesus memberkati! (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com