Jumat Desember 15 , 2017

Janji Tuhan

Pdm. Daniel Rudianto
Minggu, 10 September 2017

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah - Mazmur 12:7

Janji Tuhan itu adalah firman Tuhan. Jadi firman Tuhan itu pasti, tidak ada kata-katanya yang sia-sia, semuanya adalah kebenaran yang mutlak seperti perak yang dimurnikan 7x. Sebab itu kita harus belajar yakin dan percaya kepada firman Tuhan. Firman Tuhan yang mana? Semua isi alkitab. Mengapa harus belajar yakin dan percaya? Karena saat ini banyak pengajaran yang mengajarkan bahwa alkitab berisi firman Tuhan, firman Tuhan hanya Perjanjian Baru atau firman Tuhan hanya perkataan Yesus yang dicetak warna merah, selain dari itu bukan firman Tuhan, hanya tambahan saja. Padahal 66 kitab yang ada dalam Alkitab itu semuanya adalah firman Tuhan. Yakin dan percayalah bahwa alkitab kita adalah firman Tuhan.
Ketika seseorang menjanjikan kita sesuatu, kita pasti menanti dengan antusias janji itu ditepati. Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu adalah janji Tuhan bagi kita. Di situ ada janji kesembuhan, kelimpahan, pemulihan rumah tangga dan banyak lagi. Ada kebenaran yang mutlak bagi kita, tetapi mengapa kita tidak antusias terhadap janji Tuhan itu. Semua yang kita gumulkan, Tuhan sudah janjikan. Mengapa kita tidak mencarinya supaya kita bisa menerima janji itu.

Iman Abraham (Rom. 4:16-25, Kej. 15:1-6)
Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah - Gal. 3:29
Janji Allah kepada Abraham juga merupakan hak kita jika kita adalah milik Allah. Iman Abraham mengesankan hati Tuhan sehingga Tuhan menepati janjiNya yang mustahil. Abraham percaya, Tuhan adalah Tuhan atas masalah. Kita sering tidak percaya Tuhan bisa mengatasi permasalahan kita. Apa yang membuat Tuhan salut dengan iman Abraham? Abraham percaya Tuhan bisa memberi anak (meskipun usianya sudah lanjut dan Sara mandul). Percayakah Tuhan bisa menolong, memulihkan rumah tangga, menyembuhkan kita? Jika kita percaya, iman kita mengesankan Tuhan.
Banyak orang sewaktu punya masalah berdoa tetapi belum sampai digenapi sudah mundur. Abraham menunggu 25 tahun baru digenapi, padahal hal itu mustahil. Bagaimana menunggu janji Tuhan digenapi?
1. Percaya (Rom. 4:17)
Abraham dalam hatinya percaya Tuhan adalah pembuat mujizat. Hidup orang percaya harus penuh mujizat (Ibr. 13:8-9a). Mari percaya mujizat masih ada bahkan makin nyata pada akhir jaman ini. Percaya = tidak bimbang (Rom. 4:20-24). Percaya membuat Tuhan memperhitungkan apa yang kita percayai sebagai kebenaran (Yak. 1:6-7).
Perempuan yang 12 tahun pendarahan melihat jubah Yesus dan karena imannya ia berkata “asal kujamah ujung jumbai jubahnya, maka aku akan sembuh.” Karena seperti itulah imannya, terjadilah padanya. Kita boleh mencari ayat-ayat yang sesuai dengan keadaan kita, renungkan dan perkatakan sampai benar-benar terjadi.
Dalam Mat. 14:28-31 diceritakan Petrus berjalan di atas air karena percaya 1 perkataan Yesus, namun sedikit kebimbangan membuat mujizat berhenti dan Petrus mulai tenggelam. Saat kita mendengar firman Tuhan, kita percaya, mujizat terjadi. Tetapi ketika kita pulang, sakit lagi karena bimbang. Pegang janji Tuhan dan mujizat pasti terjadi.

2. Berharap (Rom. 4:18a, 19b)
Apapun yang kita alami, tetaplah berharap semustahil apapun. Berharap ini kebenarannya luar biasa. Abraham berharap meskipun tidak ada harapan. Ketika kita menghadapi situasi yang sukar, kita tidak mau berharap, tetapi Abraham ada dalam kondisi tidak ada harapan dan ia tetap berharap. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan selama kita masih berharap, pasti ada jalan. Pengharapan seperti sauh (jangkar) yang kuat. Pada waktu badai, jangkar akan diturunkan sampai menancap di bawah sehingga kapal tidak akan hanyut. Ketika kita berharap akan kesembuhan, kita seperti melemparkan jangkar. Meskipun gejalanya makin parah, dokter sudah angkat tangan tetapi karena jangkar kita menancap pada kesembuhan, kita pasti sembuh. Jangan berhenti berdoa, karena apa yang kita doakan pasti terjadi.
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya - Maz. 130:5

3. Mengandalkan Tuhan
Tantangan terberat ketika kita menantikan janji Tuhan adalah kita tergoda memakai cara sendiri untuk mempercepat. Dalam Kej. 16:2, 10 tahun setelah Tuhan berjanji kepada Abraham, ia memakai cara sendiri. Akibatnya ia harus menunggu 13 tahun lagi barulah janji Tuhan digenapi. 13 tahun Allah diam karena kesalahan Abraham mencoba mempercepat janji Tuhan dengan cara sendiri.
Yusuf dalam Kej. 40:14-23 tidak menunggu Tuhan mengeluarkannya dari penjara, tetapi tergoda untuk titip pesan kepada raja melalui juru minuman. Akibatnya ia harus menunggu 2 tahun lagi di dalam penjara. Waktu menunggu janji Tuhan jangan membantu Tuhan.

Janji Tuhan ya dan amin. Karena itu nantikanlah janji Tuhan dengan percaya, berharap dan mengandalkan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com