Jumat Desember 15 , 2017

Yang Terdahulu Menjadi Yang Terkemudian

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 9 September 2017

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir (terkemudian), dan yang terakhir (terkemudian) akan menjadi yang terdahulu."
Matius 19:30
Perkataan Tuhan Yesus ini harus menjadi perhatian bagi kita semua, bahwa akan ada orang-orang yang terdahulu (di depan) menjadi terkemudian (dibelakang) dan sebaliknya. Peringatan ini tentu tidak menyenangkan tetapi ini adalah perkataan Tuhan yang harus kita waspadai baik untuk pribadi kita maupun untuk gereja Tuhan. Bicara tentang gereja, khususnya gereja kita, kita melihat bahwa Tuhan sudah mempercayakan beberapa hal kepada gereja kita. Tetapi kita harus berhati-hati agar jangan sampai kita kehilangan hal tersebut.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ada 3 penyebab:
1. Santai (Zona Nyaman)
Rom 12:11  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan!
Ketika kita berada di zona nyaman maka kerohanian kita akan tertidur. Kendor berarti kedodoran atau karena tidak memakai sabuk atau ikat pinggang, menunjuk kepada keadaan yang santai.
Luk 12:35  "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.”
Pada waktu bangsa Israel dikeluarkan dari tanah Mesir oleh darah Domba Paskah, mereka harus memakan Domba Paskah dengan keadaan yang siap. Tongkat di tangan, dengan berikat pinggang dan kaki berkasut, siap untuk berangkat meninggalkan Mesir menuju ke Kanaan.
Ini berbicara tentang sikap hati kita, rohani kita tidak boleh kendor. Jangan biarkan kerajinan dan kerohanian kita sampai kendor, jangan santai, sebab inilah saatnya bagi kita untuk berjuang memperoleh apa yang Tuhan janjikan bagi kita.
Yos. 18:3 "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”
Kalau kita membaca dalam kitab Yosua tentang bangsa Israel, pertama-tama mereka hebat luar biasa, dalam waktu yang singkat mereka menaklukkan sebagian besar dari tanah Kanaan. Tapi sebenarnya masih banyak tempat yang belum mereka rebut, namun mereka sudah berada pada satu titik dimana mereka sudah merasa cukup. Mereka mulai bermalas-malasan. Yosua mengingatkan supaya mereka tidak bermalas-malas. Masih banyak daerah yang belum mereka rebut dan duduki dan itu “sudah” Tuhan berikan kepada mereka.
Mari kita juga sadar, bahwa masih banyak yang belum direbut dan ditaklukkan. Masih banyak janji-janji Tuhan yang belum digenapi baik dalam diri kita maupun dalam gereja Tuhan. Oleh sebab itu jangan santai dan bermalas-malasan. Hati kita harus terus berada dalam keadaan yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan.

2. Kehilangan Tujuan!
Banyak orang-orang menjadi yang terkemudian karena mereka kehilangan arah tujuan. Penyebabnya adaah karena gagal fokus, dan penyebab gagal fokus ialah sesuatu yang mengalihkan pandangan kita atau ”distraction”. Banyak sekali hal yang dapat mengalihkan pandangan kita sehingga kita tidak fokus lagi kepada tujuan kita.
Ams. 4:25  “Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.”
Pandangan sangat penting dan sangat menentukan. Kita harus fokus kepada tujuan kita. Jangan mau dialihkan. Tetap fokus kepada Yesus !

Apa tujuan kita?
Fil 3:10  “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia…”
Tujuan utama kita mengiring Tuhan bukanlah supaya kita diberkati atau dilindungi atau bahkan karena kita takut akan dihukum oleh Tuhan. Tujuan kita mengiring Tuhan adalah untuk mengenal Tuhan lebih dalam. Pengenalan akan Allah itu melebihi segala-galanya! Paulus menganggap segala sesuatu seperti sampah jika dibandingkan dengan pengenalan akan Allah. Inilah yang harus kita kejar dalam kehidupan kita. Jangan kita sampai kehilangan arah tujuan. Sebagai orang Kristen kita memiliki tujuan yang mulia yaitu mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya, dan menjadi serupa seperti Dia. Sebab itu mari kita tetap fokus kepada tujuan.

3. Kehilangan Passion!
Penyebab orang yang terdahulu menjadi terkemudian adalah karena kehilangan passion. Passion itu gairah, semangat. Seringkali anak Tuhan sudah kehilangan passion, melayani hanya karena sekedar tanggung jawab atau sungkan. Orang yang tidak punya passion tidak mungkin akan dapat bertahan.
Mengapa orang bisa kehilangan passion?
Kekecewaan, Sakit hati, Tekanan hidup, penderitaan yang silih berganti, dan jawaban doa yang tak kunjung tiba. Semua itu dapat membuat orang jadi patah semangat dan tidak punya pengharapan lagi, Dan akhirnya orang bisa kehilangan passion. Dan inilah memang yang dikehendaki oleh iblis. Sama seperti bangsa Israel yang ditekan oleh Firaun, sampai mereka merasa seolah-olah tidak punya pengharapan lagi. Tetapi apakah benar kita sudah tidak punya pengharapan lagi ?
Di dalam I Samuel 3:1-3 dikatakan, “…Lampu rumah Allah belum lagi padam…” Kitab Samuel menyambung kitab Hakim-hakim dimulai dengan satu zaman yang paling suram dalam sejarah bangsa Israel. Dikatakan bahwa pada masa itu Firman Tuhan dan penglihatan sudah jarang. Artinya, Tuhan sudah tidak bekerja lagi. Kondisi imam Eli juga sudah kabur matanya dan lemah fisiknya. Namun di ayat 3 dikatakan “lampu” dalam Bait Allah belum padam. Artinya masih ada pengharapan! Masih ada Roh Kudus dalam gereja Tuhan! Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan?
2Tim 1:6  “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.”
Inilah yang harus kita lakukan, yaitu “mengobarkan” karunia Allah yang ada dalam diri kita. Dalam bahasa Inggris dipakai kata “fan into flame” atau “kipasi hingga menyala”. Tuhan mau kita mengobarkan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita! Tuhan Yesus tetap semangat dan bersukacita sekalipun Ia harus menanggung sengsara salib di dalam dunia ini. Orang yang bersemangat yang bisa memikul penderitaanNya!

Kesimpulan:
Ingat tiga penyebab ketinggalan yaitu :
1. Santai-santai → Ingat, masih banyak yang belum direbut! Masih banyak pekerjaan yang belum selesai.
2. Kehilangan tujuan → Mari kita fokus kembali kepada tujuan kita yakni mengenal Dia dan menjadi serupa dengan Dia.
3. Kehilangan passion → Kobarkan kembali apimu!

Mari kita pertahankan apa yang telah kita capai, jangan sampai kita menjadi yang terkemudian! Dan oleh anugerah Tuhan kita akan tetap melangkah maju mencapai apa yang Tuhan inginkan. Tuhan Yesus memberkati! (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com