Kamis Oktober 19 , 2017

Allah Sebagai Penerobos

Pdm. Andrea Natasya
Minggu, 3 September 2017

Bacaan: 2 Samuel 5:17-20

Dalam berbagai peristiwa di Alkitab kita telah melihat bahwa Allah menyatakan pribadi-Nya dalam berbagai cara, seperti Allah sebagai Penghibur, Pemelihara, Penyembuh, dan sebagainya. Dan dalam bacaan di atas kita dapat melihat pribadi Allah sebagai Penerobos. Dalam kisah di atas diceritakan tentang Daud yang berperang melawan orang Filistin di Lembah Refaim. Di lembah ini tinggal orang-orang Refaim yang bertubuh raksasa seperti Goliat. Jadi selain menghadapi orang Filistin, Daud juga terdesak harus menghadapi orang-orang Refaim ini. Namun akhirnya Daud dapat menang karena menerobos peperangan itu bersama Tuhan, sehingga tempat itu kemudian disebut Baal-Perasim, yang berarti Allah Penerobos.
Apakah Anda saat ini menghadapi masalah yang begitu berat, sehingga bagaikan ada tembok raksasa yang menghadang di depan Anda? Ketahuilah bahwa Allah akan menyatakan diri-Nya sebagai Penerobos dalam hidup Anda! Bersama-Nya Anda akan mampu mendobrak setiap masalah yang menghimpit Anda! Saat ini kita akan melihat bagaimana cara yang tepat dalam menerobos segala permasalahan hidup, yaitu:

1. Pergilah ke “Kubu Pertahanan” (2Sam. 5:17)
Kubu pertahanan adalah sebuah benteng di mana seseorang akan mendapatkan rasa aman. Daud datang ke kubu pertahanan bukan untuk mengumpulkan pasukan atau lari dari masalah, namun ia ke sana untuk bertanya kepada Tuhan. Kubu pertahanan dalam Alkitab juga sering disebut dengan Kota Sion, yaitu tempat di mana Allah ada. Kubu pertahanan sejati ada di dalam hadirat Allah. Daud datang ke sana untuk masuk dalam hadirat-Nya, sebab ia tahu di dalam hadirat-Nya ada damai, kekuatan dan jalan keluar dari masalahnya (Mzm. 91).
Ketika kita menghadapi jalan buntu, jangan lari dari masalah, sebab itu bukanlah solusi yang tepat. Namun kita juga jangan buru-buru mengambil tindakan dan mengandalkan kekuatan kita sendiri, sebab jika kita ingin menerobos bersama Allah, kita harus TENANG dan PERCAYA (Yes. 30:15-16). Mari masuk ke dalam kubu pertahanan, yaitu ke dalam hadirat Allah. Dalam hadirat Allah ada kekuatan, bahkan Tuhan juga akan menunjukkan cara bagi kita untuk menerobos.
Kita mau belajar dari Daud dan Saul mengenai bagaimana sikap mereka ketika menghadapi jalan buntu. Kita telah melihat di atas bagaimana Daud mengandalkan Tuhan dengan lari ke kubu pertahanan dan berdoa. Namun sayangnya tidak demikian dengan Saul dalam 1Sam. 13:8-14. Ketika terdesak ia menjadi panik dan bertindak ceroboh. Ia tergesa-gesa sehingga menjadi salah langkah. Mengapa? Karena ia terlalu kuatir dengan apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Inilah awal kejatuhannya, sehingga akhirnya Tuhan menolaknya sebagai raja atas Israel. Betapa fatalnya jika kita tergesa-gesa mengambil tindakan! Karena itu datanglah kepada Tuhan dalam doa, maka Ia pasti akan memberikan jalan keluar.

2. Ijinkan Allah memimpin kita untuk menerobos (2Sam. 5:20)
Tuhan berjanji akan menerobos setiap masalah yang menghimpit kita. Namun ada satu syarat yang tidak boleh kita abaikan, yaitu jadikan Allah sebagai pemimpin kita. Maksudnya adalah kita tahu memposisikan diri kita di hadapan Tuhan, yaitu kita sebagai hamba yang posisinya di bawah Tuhan. Ada begitu banyak orang percaya yang berkata rindu melihat Allah bekerja, namun tidak sadar kalau mereka tidak menyerahkan pimpinan kepada Tuhan.
Sebagai pemimpin, yang dituntut Tuhan dari kita adalah KETAATAN. Perhatikan bagaimana ketaatan Daud kepada perintah Tuhan dalam 2Sam. 5:22-25. Daud tidak menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai dasar untuk melangkah, tetapi ia melangkah berdasarkan firman Tuhan, dan ia taat. Ketaatan itulah yang akan membuka celah bagi Allah untuk bekerja seluas-luasnya dalam kehidupan kita.
Ada dua tokoh dalam Alkitab yang dapat kita teladani ketaatannya. Yang pertama adalah Musa dalam Kel. 14:9-31. Saat ia dan bangsa Israel terdesak di tepi Laut Teberau, Tuhan hanya memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkatnya, dan Musa taat. Dan karena ketaatannya pada perintah “kecil” ini maka Tuhan sanggup menerobos kemustahilan dengan keajaiban. Laut tersebut terbelah menjadi dua dan tanahnya kering sehingga menjadi jalan bagi bangsa Israel.
Tokoh yang kedua adalah Naaman dalam 2Raj. 5. Naaman menderita penyakit kusta yang pada zaman itu belum ada obatnya, sehingga orang yang sakit kusta biasanya dikucilkan dari masyarakat. Ketika ia menemui Elisa, Elisa memintanya untuk mandi tujuh kali di Sungai Yordan. Bukankah ini suatu cara yang terlalu sederhana untuk mendapatkan kesembuhan? Namun ketika ia taat melakukannya, ia mengalami kesembuhan yang sempurna!
Bagaimana dengan kita? Apakah kita memilih untuk mempertahankan ego dan gengsi kita, ataukah kita mau merendahkan diri kita dan taat pada perintah Tuhan? Bukankah Tuhan seringkali meminta kita hanya berdoa saja ketika masalah itu datang? Namun sayangnya kita seringkali meragukan jalan yang “sepele” ini dan memilih untuk memakai cara kita sendiri. Ingatlah bahwa ketaatan itulah yang akan mendatangkan mujizat dalam kehidupan kita!

Jadi kita tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Penerobos. Ia sanggup menerobos segala tembok permasalahan kita, asalkan kita pergi ke “Kubu Pertahanan” dan mencari jalan keluar dalam hadirat-Nya, serta mengijinkan Allah untuk menjadi Pemimpin dengan melakukan perintah-Nya dalam ketaatan. Percayalah pasti ada terobosan yang Tuhan buat dalam hidup Anda! “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan (mencakup kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan) dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu…” (Kel. 14:13). Tuhan Yesus memberkati! (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com