Kamis Oktober 19 , 2017

Kuasa Doa

Pdm. Daniel Rudianto
Sabtu, 2 September 2017

Ayat Bacaan: Yakobus 5:16b-18

Doa merupakan salah satu tema yang penting dan juga paling banyak dibahas dalam firman Allah. Namun seringkali  ini menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita sehingga doa itu tidak lagi berkuasa, belum tentu dijawab, atau hanya merupakan sampingan dalam kehidupan kita. Doa orang benar itu besar kuasanya atau khasiatnya (TL), karena itu mari kita berdoa kepada Tuhan.

Apa itu “Doa”?
Dalam bahasa Yunani: deesis, artinya minta. Banyak orang percaya suka memuji, menyembah dan bersyukur kepada Tuhan tetapi tidak pernah meminta. Semua kata doa dalam Alkitab, sekalipun memakai kata yang lain dalam bahasa aslinya, namun artinya tetap meminta (Yak 4:2). Kita harus bisa membedakan antara memuji atau menyembah Tuhan (artinya memberi) dengan berdoa (meminta).
Jadi doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16) artinya adalah meminta kepada Tuhan itu besar kuasanya. Ada orang-orang yang berkata bahwa jika kita sudah memuji dan menyembah Tuhan maka kita tidak perlu lagi meminta kepada Tuhan sebab Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan. Kita melihat dalam doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri.
Mat. 6:11 “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya...”
Mat. 7:7,11b “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu ... Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang mrminta kepadaNya.”
Yesus mengajarkan bahwa kalau anak Tuhan ketika berdoa itu harus meminta apa yang menjadi kebutuhannya dan Tuhan pasti mengabulkan. Jadi, Yesus sendiri yang berkata bahwa apapun yang kita perlukan kita harus minta kepada Tuhan, sebab meminta itu besar kuasanya. Bisa jadi kita belum menerima apa-apa sebab kita belum meminta kepada Tuhan (Yoh. 16:24).

Bagaimana kita harus meminta?
Bagaimana caranya berdoa sehingga setiap kali kita berdoa kepada Tuhan pasti dikabulkan, doa kita besar kuasanya dan kita alami dalam hidup ini.

1. Doa orang yang benar (Yak. 5:16b)
Doa yang besar kuasanya adalah doa orang yang benar. Tuhan pasti tidak akan mendengar doa orang yang jahat (Ams. 15:8; Maz. 66:18). Doa orang yang tidak benar dihadapan Tuhan, walau bagaimanapun caranya berdoa dan melayani Tuhan, tetap tidak diterima oleh Tuhan.
Apa yang dimaksud “orang yang jahat di mata Tuhan”?

a. Orang yang tidak menyadari dosanya sendiri, tetapi suka melihat dosa orang lain. Orang yang jahat di mata Tuhan bukanlah orang yang melakukan kejahatan (berzinah, mencuri, dll). Contohnya adalah “Perumpamaan Tentang Orang Farisi dan Pemungut Cukai” (Lukas 18:9-14). Dalam pandangan manusia tentulah Orang Farisi ini adalah orang baik sedangkan Pemungut cukai adalah orang jahat. Tetapi kita melihat bahwa Tuhan tidak mendengar doa Orang Farisi, tetapi mendengar doa Pemungut cukai. Orang Farisi menganggap dirinya baik, tidak menyadari dosanya dan memunjuk dosa si Pemungut cukai. Jadi lebih baik orang yang besar dosanya, namun menyadari dosanya itu lalu meminta ampun kepada Tuhan. Jangan lupa setiap kali sebelum berdoa kita harus akui dahulu dosa kita, bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan sebab hanya doa orang benar yang di dengar oleh Tuhan (1Yoh. 1:9).

b. Orang yang tidak mau mengampuni (Matius 6:14,15). Orang yang tidak mau mengampuni adalah orang yang jahat di mata Tuhan. Dosa yang paling besar dihadapan Tuhan adalah tidak mau mengampuni.

2. “bila dengan yakin didoakan” (Yak. 5:16b)
Di ayat 17 ditulis Elia adalah manusia biasa sama seperti kita artinya adalah kalau doa Elia bisa berkuasa,  berarti kita juga bisa meminta yang mustahil dan Tuhan mengabulkan. “Bila dengan yakin” artinya bila berdoa dengan sungguh-sungguh (Yak 5:17).

Apa yang dimaksud dengan “sungguh-sungguh berdoa”?
1Raja-raja 18:42-44 Bagaimana Elia berdoa (cf. Mark. 14:35-36 doa Yesus di Getsemani)

a. Berserah.
Mengapa seringkali doa kita tidak besar kuasanya adalah karena bagi kita doa itu hanyalah tambahan. Jika ingin doa kita berkuasa maka kita harus memiliki doa yang berserah, artinya adalah bahwa berdoa menjadi hal yang pertama dan utama. Ketika kita menghadapi masalah ataupun membutuhkan sesuatu maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa, bukan mencari jalan keluar.

b. Berdoa sampai menerima jawaban.
Berdoa yang berkuasa adalah berdoa sampai menerima jawaban. Elia berkali-kali berdoa sampai apa yang ia doakan terjadi. Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani, Ia berdoa sampai 3 kali baru menerima jawaban. Berdoa bukan berarti sampai keinginan kita dikabulkan tetapi berdoa sampai kita menerima jawaban. Paulus juga sampai tiga kali supaya Tuhan mencabut duri dalam dagingnya, dan ia mendapat jawaban dari Tuhan, sekalipun jawaban itu adalah tidak (2Kor. 12:8-9). Jadi doa yang berkuasa itu adalah berdoa sampai kita menerima jawaban.

Jika belum menerima jawaban maka kita harus berdoa terus karena itu pasti akan terjadi, karena doa orang benar itu besar kuasanya. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com