Minggu April 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (39)

(Rom. 5:12)  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

- Di dalam perikop berikut ini kita akan melihat adanya persaingan antar dua kubu yang saling bertolak belakang satu sama lain. Di satu pihak ada dosa dan maut, di lain pihak ada kasih karunia dan kehidupan. Dan sebagai ajang persaingan ini ialah kehidupan manusia. Mari kita lihat bersama…

- “…dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang…” – Siapa orang ini ? Tidak lain ialah Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah. Mungkin ada yang bertanya: “Mengapa Adam yang berdosa, kok saya diikut-ikutkan, bukankah ini tidak adil ?” Saudara-saudara, Allah itu adil, kita memang tidak ikut mengambil bagian dalam dosa Adam, tetapi sebagai keturunan Adam kita mewarisi “benih dosa” dari Adam, itulah sebabnya kita punya kecenderungan untuk berbuat dosa, seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan tentang orang-orang di jaman Nuh, “segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kej. 6:5)

- “…demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang…” – Dosa menjalar kepada semua orang, demikian juga dengan maut. Mengapa? Karena upah dosa ialah maut (Rom. 6:23). Benih dosa itu membuat manusia jatuh ke dalam dosa, sehingga manusia itu mati, bukan karena dosa Adam tetapi karena dosanya sendiri.

(Rom. 5:13)  Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
- Di dalam ayat ini kita melihat apa fungsi Torat yang sesungguhnya. Hukum Torat diberikan bukan untuk menyelamatkan manusia tetapi untuk menyatakan dosa manusia. Hukum Torat adalah standar kesucian Allah. Melalui hukum Torat kita mengerti apa yang benar dan apa yang salah menurut pemandangan Allah.

- Hukum Torat juga memberi Allah “legal position” (pijakan resmi) untuk menjatuhkan hukuman. Sama seperti sebuah negara, suatu tindakan kriminal tidak bisa dijatuhi hukuman jika tidak ada dasar hukumnya, tetapi kalau dasar hukumnya sudah didirikan barulah bisa diajukan ke pengadilan!

(Rom. 5:14)  Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

- Tetapi meskipun dasar hukumnya belum ada namun maut sudah berkuasa atas segenap umat manusia sejak zaman Adam hingga zaman Musa, di mana hukum Torat diberikan. Lalu berdasarkan apa maut berkuasa? Berdasarkan pesan Allah kepada Adam di taman Eden, “…sebab pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati” (Kej. 2:17). Perhatikan kata “pastilah”. Jadi upah dosa ialah maut, apapun bentuk dosa itu.

- “…Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang” -  Siapa Dia di sini? Tidak lain ialah Yesus Kristus, Dia adalah permulaan dari ciptaan yang baru. Sebab itu Paulus menyebut Yesus sebagai “Adam yang akhir” (1Kor. 15:45) , “Manusia kedua” (1Kor. 15:47). Oleh Dialah kita akan menerima sesuatu yang baru, apakah itu? Ikuti di edisi mendatang… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com