Kamis Desember 14 , 2017

Tuhan Tidak Pernah Salah

Kesaksian Caroline    

Liburan lebaran tahun ini, suami saya mengajak pergi ke Bali. Sebenarnya saya tidak menyukai bepergian jauh, namun suami saya memaksa. Kami akhirnya berangkat bersama keluarga kakak dengan memakai 2 mobil.
Setelah memutuskan bertemu di Paiton, keluarga kami berangkat lebih dulu tanggal 5 Juli sekitar pukul 20.30, saat malam takbiran. Tidak seperti biasanya, sebelum berangkat suami saya tiba-tiba mengajak berdoa bersama agar perjalanan kami aman dan liburan kami berlangsung lancar.
Malam itu jalanan lancar, tidak ada kemacetan . Sekitar pukul 23.15, suami saya memutuskan untuk menunggu mobil kakaknya di sebuah pom bensin di Probolinggo. Beberapa saat kemudian mobil mereka datang dan kami meneruskan perjalanan beriringan.
Saat melewati daerah Kraksaan sekitar pk 00.10, mobil kami berusaha menyalip sebuah kendaraan dan dari arah berlawanan ada sebuah sepeda motor berjalan perlahan. "DUARR!" Tiba-tiba kaca depan mobil kami pecah. Mama mertua saya berteriak 'Darah Yesus'. Seketika suami saya segera menghentikan mobil.
Setelah diperhatikan ternyata ada yang melempar kaca mobil kami. Kaca depan mobil retak, kaca film-nya sedikit sobek sehingga serpihan kacanya berhamburan sampai ke bagian tengah. Puji Tuhan, kami semua selamat, bahkan anak kami yang saat itu tertidur terlindung oleh kursi sopir sehingga serpihan kaca tidak mengenainya.
Suami saya terlihat agak shock, ia lalu mengomel "Mengapa kalau berdoa selalu ada kejadian seperti ini!?". Dulu dia pernah mengalami pengalaman yang sama, sesaat sebelum menempuh perjalanan jauh ia berdoa, dan ia mengalami kecelakaan. Tampak kejadian ini membuat imannya sedang dicobai.
Kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Bali dengan kaca depan yang hanya diisolasi. Puji Tuhan walau diawali dengan kejadian yang tidak menyenangkan, liburan kami di Bali berjalan lancar. Bukan hanya itu, di tengah kebingungan kami mencari kaca depan mobil, karena saat itu liburan panjang dan banyak toko tutup, Tuhan membantu kami melalui orang-orang yang kami hubungi, sehingga kami bisa pulang ke Malang dengan nyaman.
Selang beberapa hari di Malang, saya mendapat cerita dari teman saya bahwa pada tanggal 9 pukul 01.00 dini hari, ayah mertuanya meninggal di Kraksaan karena mobilnya dilempar batu oleh orang! Batu itu menembus kaca dan mengenai leher ayah mertua teman saya yang duduk di tengah. Kejadiannya persis dengan yang menimpa keluarga kami!
Saya bersyukur sekali, Tuhan sudah menjaga dan melindungi keluarga kami. Jika saja suami saya tidak mengajak doa bersama sebelum berangkat, mungkin kami akan mengalami maut yang tidak pernah terduga. Kuasa doa telah melindungi keluarga kami, Puji Tuhan... Jangan pernah menyalahkan Tuhan! Seburuk apapun kejadian yang menimpa kita, jika kita masih ada saat ini itu semua karena kemurahan dan perlindungan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com