Kamis Desember 14 , 2017

Melihat Dengan Mata Kasih

 

Di sebuah kelas 5 SD, ada seorang anak yang bernama Teddy dan gurunya bernama Ibu Thomson. Ibu Thomson selalu mengatakan bahwa dia mengasihi semua murid. Tapi dia tidak bisa mengerti mengapa Teddy begitu malas dan tidak bergairah hidup.
Pada waktu hari Natal tiba, semua murid memberikan hadiah natal untuk ibu guru yang sangat mengasihi mereka. Teddy juga memberikan hadiah kepada Ibu Thomson berupa bros kecil dan parfum kecil. Semua murid tahu bahwa harganya sangat murah. Mereka menertawakan Teddy. Pada saat kelas berakhir, Teddy maju mendekati Ibu Thomson dan dengan suara pelan dia berkata, "Ibu, kamu cantik waktu mengenakan bros ini, mirip seperti ibu saya dan bau parfum ini sama seperti bau parfum ibu saya”
Setelah Teddy pergi meninggalkan kelas, Ibu Thomson bergegas memeriksa file tentang Teddy dan dia menemukan pada waktu Teddy kelas satu, dia punya mimpi besar tapi keluarganya sangat miskin, kelas dua prestasinya membaik tapi ibunya sakit keras. Kelas tiga, dia patah semangat karena ibunya meninggal tahun itu. Kelas 4 dia selalu murung, ayahnya tidak lagi tertarik kepadanya. Ibu Thomson tahu sekarang mengapa Teddy begitu malas dan tidak punya gairah hidup. Dia berdoa, " Tuhan ampuni saya karena telah salah menilai Teddy."
Pagi berikutnya Ibu Thomson menjadi guru "baru", dia tidak lagi menghakimi Teddy sebagai anak yang malas, tetapi dia mulai melihat Teddy dengan mata kasihnya. Dia memberikan perhatian khusus kepadanya, memberikan semangat dan kekuatan.
Beberapa tahun berikutnya Ibu Thomson menerima surat dari Teddy. "Ibu Thomson, terima kasih, saya sudah lulus SMA dan juara 2." Surat berikutnya, "Ibu Thomson terima kasih saya sudah lulus diploma dan juara pertama." Dan surat yang ketiga, "Ibu Thomson terima kasih, saya sekarang Dokter Teddy, saya baru saja menyelesaikan kuliah saya.” Pada waktu menjelang pernikahannya, Teddy mengirim surat lagi kepada Ibu Thomson, "Ibu Thomson, saya akan menikah, jika Ibu sudi datang, duduklah di kursi di mana seharunya Ibu saya duduk" Ibu Thomson telah menjadi titik balik bagi Teddy.

Pada waktu kita melihat dengan mata kasih, kita tidak akan pernah menghakimi. Anda juga bisa dipakai Tuhan untuk menjadi "Ibu Thomson" untuk mengubah hidup "Teddy" di sekitar anda.

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com