Kamis Desember 14 , 2017

Kesaksian Pdt. Jie Hoo Liet - Situbondo

 

Tahun 1946, saat saya berusia 20 tahun, saya diajak seorang teman ke peramal. Saat itu saya belum percaya Tuhan. Tukang ramal yang membaca garis tangan saya berkata bahwa saya hanya bisa hidup sampai 30 tahun saja. Saat itu saya susah dan gelisah karena umur saya berarti kurang 10 tahun lagi.
Setahun kemudian, saya diajak teman yang lain ke gereja. Waktu itu ada KKR dan Firman Tuhan yang saya tangkap ada di Yoh. 3:3 - Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Jadi jika tidak lahir dari air dan Roh kudus, maka tidak bisa masuk Kerajaan Allah. Saat itu juga saya menerima Yesus sebagai Juruselamat.
Tahun 1948, saya ke Indonesia dan langsung bergabung dengan GPdI di Malang. Tahun 1952, saya dibaptis oleh Roh Kudus. Betapa besar kuasa Tuhan dalam hidup saya, saya diberi sukacita, damai yang luar biasa. Sejak itu saya rajin ke gereja dan ikut paduan suara, saya belajar melayani Tuhan.
Tahun 1957 saya pindah dari Malang ke Situbondo. Di situ saya membuka rumah makan kecil dengan nama Rumah Makan Malang. Seorang saudara datang pada saya dan berkata, tempat saya ini tidak baik, pintunya menghadap jalan, tempat itu mati, tidak ada orang yang mau tinggal di situ. Tetapi saya tahu saya punya Tuhan dan puji Tuhan, saya diberkati. Rumah makan saya selalu ramai, tidak pernah sepi.
Saya percaya Tuhan berkuasa dan hidup. Peramal yang berkata saya hanya hidup sampai 30 tahun, Tuhan lipatkan. Sampai tahun ini, usia saya sudah 87 tahun dan saya masih ingin hidup sampai Tuhan Yesus datang kembali. Berkat Tuhan sungguh melimpah dalam hidup saya.
Kesaksian yang lain, tentang anak saya Selvi. Saat lahir tahun 1952, 10 hari kemudian ia sakit diare parah. Beratnya turun dari 2,6kg hingga 2kg. Di rumah sakit, dokter sudah angkat tangan dan bilang tidak tertolong. Tetapi saya berkata kepada istri saya, ada 1 dokter spesialis yang bisa menyembuhkan yaitu Tuhan Yesus. Lalu saya memanggil Om Goh untuk mendoakan anak saya. Dari jam 12 siang didoakan sampai jam 5 sore tidak kambuh dan hari tambah hari hingga sebulan kemudian anak saya sembuh total. Waktu itu saya berjanji akan menyerahkan anak ini pada Tuhan supaya dapat melayani Tuhan.
Setelah Selvi menikah, saya memberinya modal untuk berdagang tetapi gagal hingga 2x. Saya ingat, saya telah berjanji untuk menyerahkan anak ini kepada Tuhan, mengapa saya suruh berdagang. Lalu ia mulai melayani Tuhan dengan setia sampai dipercaya melayani sidang kecil di Tangerang. Sampai sekarang ia melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Saya mengucap syukur atas semua kemurahan Tuhan dalam hidup saya. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com